Senin, 28 Juli 2008

Di panti asuhan , lapak orgen-organ tutup lebih awal . . . .Difoto Andre 'Extravaganza"













Ha ha ha ha . . .
Hari Minggu kemarin, di panti asuhan sekitar Lenteng Agung- Jagakarsa (Jakarta Selatan), orgen tunggal tutup lebih awal, apa pasal ?
Ini sekaligus tips bagi anda yang kan menghibur anak -anak yang mungkin belum pernah melihat orgen tunggal sedekat itu. memang sekitar 50an anak-anak ( 4- 7 th) itu mulanya tertib diarahkan oleh pengasuhnya tetapi ketika acara di handle panitia (pengunjung) anak-anak menjadi 'super riang' dan sibuk, sampai si panitia kewalahan. sedianya acaranya adalah nyanyi, menggambar bersama dan latihan memotret tapi yang agak lancar hanya menggambar, yang lain jadi rame anak2 berlarian (dalam ruangan) bahkan berebutan memencet 'orgen' ada yang mencabut cable ada yang memencet tombol on/off sehingga orgen mati 2 kali dan mic (wireless) mati beberapa kali waaaaadoooo . . .heh he he . .nggak nyangka. Akhirnya panggung orgen ditutup lebih awal . .daripada ada anak yang kestrum nanti . .agar acara lain berjalan lebih lancar
Tapi beberapa lagu anak-anak dan lagu dari panitia teriringi dengan (agak) manis . . .karena mereka tenang saat belajar menggambar. Jadi tips nya adalah jika anda main orgen di panti asuhan atau tempat dimana anak-anak jarang melihat orgen maka :
1. selalu minta pembimbing mereka bersama panitia
2. Jika lolos juga itu anak anak , jaga tombol on/ off karena terkadang kita harus 'nge-set ulang' orgen, kecuali jia user program nya tak ada masalah. Nah Roland E50 termasuk yang agak bermasalah dengan user Program ini, lebih mudah di Yamaha (PSR 3000 atau S900)
3. Bawalah panitia agak banyak agar perbandingan anak dengan panitia jadi imbang, 1 panitia untuk 5 anak rasanya kurang deh.
4. Panitia pembimbing menyanyi, pilih yang memadai dan tampil menarik anak-anak
kayaknya itu saja dulu, waduh susah juga ya ngurus anak-anak . . . heheh he . .

Andre 'Keyboard' Extravaganza

Suka nonton Extravaganza di Trans TV ?, bagi yang masih nonton ( He he) ini dia foto Keyboardist nya Andre, jika di TV kelihatan main berdiri dengan orgen bersusun dan kelihatan suka memakai sepatu kets, coa liat lagi deh, nah ini fotonya ketika kemarin dia moto-moto di panti asuhan di sekitar Lenteng agung itu.
Mau lihat permainan orgennya ?, ya nonton saja Extravaganza di Trans TV.

Senin, 21 Juli 2008

Patti Sisters ya Patti Bersaudara itu.






























Patti Bersaudara
(sister) terdiri dari 2 orang, pasti, Nina (alm) dan Sylvi, nah, Nina adalah istri dari Nonong adik Titik Puspa dan Sylvi adalah istrinya Cucung (alm) pemain Bonggo Los Morenos akan halnya Yesi Laode . .itni sih Pemain Keyboard di Acara Keluarga Patti di Bekasi Kemarin.

Orang Jakarta dulu mungkin pernah dengar jingle Radio Kayu Manis,' RKM radio Kayumanisss . .lembut suaranya manis bisikannya . . ." itu dia suara Patti Sisters.

Sampai sekarang suara bu Sylvi ( yang sekarang sudah jadi nenek) masih gooood . . goood . .silakan dengan MP3 nya sampai Minggu ke2 Agustus 2008 di sebelah kanan. Kalau saya tanya teman-teman lagu apa yang paling berkesan dari Patti banyak yang jawab 'Puncak Pas' atau 'Cinta Pertama', tapi kalau saya lebih teringat akan lagu Paradiso (Lihat sampul PH ya) . .paradiso . .taman hiburan . . . waduuu enak lagu ini.

Ohya saya pasang juga lagu Titik Puspa (s/d minggu ke2 Agustus 2008) biar lebih terasa nuansa Nostalgianya. tapi saya nggak tahu inih ada yang ingat Los Morenos ? Marlinaaa . . . puspa indah Taman hasti . . . mewangi . .penawar duka lara . . . . woow ! legend banget lagu ini , bahkan teman saya Pa Prapto menjadikan lagu ini lagu kebangsaannya kalau kita nyanyi bersama, katanya nama Marlina sama dengan bekas pacarnya pa Prapto itu ( bilangin bu Prapto lho . . he he).

Yesi Laode
Asli orang Raha, Kab.(pulau) Muna di Sulawesi Tenggara, jangan ditanya lagi, permainannya sempat saya bahas sebelumnya. Emang iyya , memang profesinya sebagai Player, dari mulai melek mata langsung pegang Orgen, kemudian buat style di Yamahanya lalu malamnya main di Cafe di Jakarta Timur, gimana nggak bagus ya yes ?. Banyak juga orang yang ingin belajar prgen sama Yessi ini tapi dia selalu bilang 'Saya belum bisa ngajarin orang, diri sendiri saja belum cukup (pandai)" ah ini mah merendah tuh yes, ajarin dong tetangganya he he . .
Ohya Yesi sering main di seputaran Kodim Jakarta timur, kemarin dia bilang rabu ini main di YonKav Jaktim, maklum karena di Kodim Jakarta Timur pada senang musik juga he he (apa kabar pak Beny . . . siap dan !).
::Foto Sampul PH dan kaset serta Mp3 Koleksi : Pak Mazef Netherland

Jumat, 18 Juli 2008

Belajar menggunakan 'Pitch Bender' (tekuk suara)

Coba perhatikan dalam Midi atau Stye song yang beredar (gratis), banyak style atau midi yang 'enak' , dan itu ,salah satunya disebabkan karena ada suara yang di 'ayun' atau di bengkokkan dengan 'picth bend' tadi.
Yang sangat-sangat jelas terdengar , kalau dalam lagu, adalah lengkingan gitar Athau (Ahmad Taufik-Lolypop band ), coba dengar lagi lagu2 Rinto Harahap, Iis Sugianto dan Cristine Panjaitan, itu mantep banget suara gitarnya. Atau lagu 2 bang haji (Rhoma Irama) karena sumbernya sama yaitu gaya Richi Blackmore (Deep Purple-an?)
Kita bisa meniru ?, bisa, dengan orgen atau keyboard kita.

Pitch bend dan Modulation
Pasti terletak di kiri, karena fungsinya adalah membengkokkan suara yang dihasilkan oleh tangan kanan kita.
Di Roland, dua duanya dibuat menyatu, jadi satu, kalau kita ingin menekuk suara maka kita gerakkan ke arah kiri dan kanan kita (bending) , dan kalau ingin menggetarkan, seperti vibra gitu , maka tuas tadi itu kita tekan ke bagian depan kita (lihat gambar, pitch bender Roland E50).
Di Yamaha, hal ini dipisah menjadi 2 tombol atau dua tuas, Modulation sendiri dan bender sendiri. Midolation di gerakkan maju mundur (dia diam setelah di posisikan) dan bender digerakkan ke kiri atau kanan kita ( dia kembali ke tengah, jika tidak di posisikan).

Pake dong . .
Iya, dengan belajar menggunakan ini maka tangan kiri kita dipaksa belajar sibuk, antara membuat formasi chord dan memfungsikan bender atau modulator, jadi si tanga kiri ini pindah-pindah, coba deh asyik dan enak . . . .tewwwww . . . .teww . . . twewwww . . .

Kamis, 17 Juli 2008

Baru mau mulai belajar Orgen, keyboard?- Gampang kok, cuma tiga fungsi doang !, intinya harus senang . .

Iyya, ini tentunya untuk bapa dan ibu yang baru akan ingin hendak memulai kereteg niat daripada belajar atao mempelajari 'orhhen' atao 'orhhan' itu . . . he he.

Menurut pak Roland, orgen atau keyboard itu sangat sederhana, dalam sebuah orgen cuma dibagi menjadi tiga fungsi yaitu :
1. Fungsi Melodi ( tangan kanan)
2. Fungsi Pengiring/accompaniment atau Style (tangan kiri) dan
3. Fungsi merekam (hasil kerja anda) itu saja sudah. tok !
Jadi, untuk belajar mudah kita harus fokus ke salah satu dari yang tiga tadi, mana yang menurut anda lebih penting.
- Bisa main tapi nggak lancar melodi ?
- Bisa melodi nggak lancar ngiringi ?
- atau cuma bisa merekam? ha ha ha ha , nggak , nggak beitu laah . . . .
Suatu hari pak Mustaid (AL), orang bekasi, tanya ke saya, itu lho pak gimana caranya belajar melodi ?.
Di kursusan (tempat kursus) awal belajar orgen adalah pasti baca buku dan kelihatannya lebih kearah melatih melodi (tangan kanan), jadi dimulai dengan lagu sederhana . , tang, ting tong, klang. kling ,klong dan seterusnya. Lho tapi kan kita sudah tua, nggak usah kursus laah, yang cepet ajjaaa gimana gitu. Iya, makanya kembali ke yang tiga itu, atau dua lah, mana dulu kiri atau kanan.

Latih Tangan kanan ( melodi)
, tanpa buku, tanpa not, tanpa pakem, semi ngawur kaliii . .kira2 gini
- Latih terus, persering pegang orgen, acak dulu aja, yang penting jadi 'pede' dulu, tangan kita akan pegal.
- Jalankan intro 3 tiap style orgen anda 'IKUTI' tiruuuu dengan tangan anda
- Perlambat tempo nya agar jari anda bisa 'ngikutin' itu si intro tadi, karena di intro itu banyak yang unik petikannya, wong yang bikin profesional kok.
- Teruus aja gitu dulu

Latih Tangan kiri ( pengiring), biasakan dulu membentuk formasi, bebas aja . . .crang-cring crung .
- Lakukan sambil nyanyi yang sangat disukai, misal lagu kusplus, brury dsb.
- Catat, mencatat, dengan catatan sederhana apa yang kita anggap baru dan enak, misalnya tambahan chord (grip) dan sebagainya.
- Lakukan saja transpose2 dulu saat main, jangan ganti chord dasar, jadi anggap semua lagu mulai dari C kalau minor ya di A mimor lah. jadi pakai fungsi transpose itu, lho ? yang penting senang, enak, suka kitanya !, pinter mah nantii . . dapet sendiriii.
- JANGAN LUPA, bunyikan suara tangan kiri L1 itu, jadi tekan tombol L1 nya atau leftnya, p[ilih suara yang bisa 'kentara' kelihatan misal 'Piano' atau Piano EP' dsb. tekan agak berirama, jadi saat kita main, hentak hentakkan tangan kiri kita , jangan diam dong, trung trung! trung!, krong krong ! gituu . . .

Nge-rekam ? lupain dulu . . .
Nah kecuali bagi pemilik Yamaha PSR S900, silakan rekam deh permainan dan suara perak anada , main sambil nyanyi . .ini juga bisa jadi penyemangat kita kok. ayo coba             HOME /topik terbaru

Rabu, 16 Juli 2008

Mengingat style ? -Gunakan 'Music Finder' atau 'Rename Style'


:::UNTUK YANG BARU BELAJAR ORGEN:::
Di dalam orgen yang standar sat ini, seperti Yamaha PSR 3000, S900, Korg PA 50 dst, Roland E 50 dst, variasi music (style) sudah lumayan terwakili, maksudnya kalau kita membutuhkan irama untuk lagu 'anu' setidaknya ada yang agak mirip lah. Contoh lagu yang lagi laku saat ini dari 'The Masiv' ( kucintaimu tak berarti bahwa . . ) atau lagu dari 'Wali' ( dik aku minta . . . ) di Yamaha ada di Roland E50 juga ada.
Lagu Oldies ? , wow bahkan di Roland E50/E60 jelas jelas nama style nya disebut 'oldies' enak banget untuk mengiringi lagu2 kita itu. siapa ? Alfian ok, Erny Djohan ok, Lilis Suryani Ok, Tuty Subarjo ok, Onny Suryono Ok, Patty sister ok ! semua bisa Ok meskipun untuk beberapa lagu tertentu kita harus 'set' lagi contoh lagu Alam desa nya Tety kadi ( terlihatlah sungai meliku-liku . . mengairi padi yang tumbuh subur . . bila tiba saatnya padi menguning . aya ya hasil pun melimpah . . .) saya kan pasang MP3 nya sebentar lagi.

Nah, karena style2 tersebut tidak dinamai judul lagu, maka si pabrik orgen membantu kita untuk mencocokkan, nyariin lah, cuma e cuma . . . semua lagunya lagu barat, dan tentunya untuk menghindari problem hak cipta maka si produsen 'menyamarkan lagu' nya misal untuk lagu 'The Final Count down'( Europe) dinamakan ' The Final Counting' seperti itulah, atau lagu 'Yellow Bird ( The Brothers Four) disamarkan menjadi 'Yellow big bird' misalnya, Jadi jika kita menggunakan music finder maka kita kana dibantu mencarikan style yang cocok, tapi . . . hanya untuk lagu barat dan itupun kita harus hafal judul lagu dan 'plesetan judulnya.
Gimana lagi caranya ?
Untuk ' mengingat style' lagu2 Indonesia kita bikin saja sendiri, bukan bikin style tapi 'rename !' dinamain lagi aja. Jadi , coba style2 itu , dan setel, Tempo nya ( minimal yaa) lalu save deh, begini

Di Yamaha :
1. Jalankan Style, kalau cocok atau agak cocok, misalnya lagu' Bis kota' ( Franky & Jane)
2. Copy ke User file atau USB, terserah
3. Beri nama baru, yang asalnya 'Country 2-4' menjadi ' Pop Bis kota' ( maksudnya biar urut nanti)
4. Save, selesai. seandainya belum cocok, set lagi temponyalalu
5. Save lagi, selesai deh kita punya style lagu Bis kota

Di Roland E 50/E60
1. Jalankan style, atau cari yang agak cocok atau yang cocok banget
2. Masuk ke menu 'Style Make up', jangan rubah apa apa
3. Save dengan nama baru yang kita maksud, jadi deh punya style khusus. .GUAMPANG BUANGET.

Biasanya saya, mungkin butuh waktu 1 bulan untuk menamai kembali style2 yang saya inginkan, Lho kok luaaamaaa buanget, iya kan saya bukan tukang Orgen,saya kan orang Pab(rik), jadi kalo santay saya rename style gitu . Coba deh. ( sory . . . untuk merek orgen lain saya kurang faham . .maaf ya)

Selasa, 15 Juli 2008

Foto mantan pacar-pacar saya berjajar bersama


Meskipun mantan pacar saya yang pertama telah tiada tetapi suaranya saya masih hafal, bodynya yang selalu saya peluk dulu waktu SMP masih saya rasakan kerasnya, nama dan bentuknya masih terkenang dan terbayang, kenapa ? karena pacar pertama saya itu adalah obat dari orang tua saya agar saya tidak main terlalu lama dan jauh, dulu, 1977, saya sering hilang dari rumah hanya untuk belajar gitar sampai ke rumah teman saya Dani Kusnadi (teman sekelas saya) di Cikaso (beusi) Bandung, dani inilah yang pertama kali mengajarkan gitar kepada saya, saat saya 'diajarin' Dani sudah jago di mata saya ( Thank you banget Dan ! dimana kamu sekarang?). Dia mengajarkan saya dengan gitar mereka Genta buatan Bandung yang terkenal itu. Gitar Arista ini juga yang membuat saya bersemangat membuat grup trio waktu SMP dengan Asep Sobara-gitar (anak SMP 14 ,sekarang di Telkom Divre II Jkt, masih aktif Sebagai Keyboard Player), Juliman-Biola ( anak SMP Pasundan - Bojong Koneng, Sekarang tenggelam di belantara Sadang Serang atau Cigandung, Bandung Katanya he he . ) dan saat itu kami bertiga hanya menyanyikan lagu2 Bimbo, Jadi . .Lagu bimbo yang mellow kami pegang banget. Dengan beraninya kami setelah naik turun panggung di RW-RW kami ( He he he) lalu main di acara Ramadhan ITT (Institut Teknologi Teksil) sepanggung dengan Grup anak yang lebih besar lah SMA dan Mahasiswa yang saat itu sudah ada namanya di Bandung, kami saat itu SMP kelas 2 awal (Pede amat lu . . he he he).
Lho kok nggak 'ngeben'(main band)?, jalur sudah penuh, anak anak kampung saya sudah pada ngeband, dan rata rata menyanyikan lagu Rolling stones (Stunan) atau The Beatles (bitelan) jadi kami Bimboan aja he he he karena tukang nyanyi lagu Bimbo, juga lagu2 dari Kalikausar (Iwan Abdurahman), dan yang paling khas kalau ada panggung band di daerah saya, para penonton pada teriak 'STUN ! STUN ! anj*** !' he he he. ( anj*** teh, ku aing anj*** ! )
Jadi kalo di panggung itu lagunya Jaeger 'enjeh . . .aiiiinjeh . . . .' grup kita yang betiga lagunya lagu dari Kalikausar grup, inilah petikan syairnya:
Sejuta kabut turun semalam . . .
mengetuk ngetuk jendela kamarku . . .
meratap melolong lalu menjauh . .
menggoreskan kesan suram padaku . . .
Reff:
Lalu kusibak tirai hatiku . .
ku buka lebar lebar pintu jiwaku

Kuterjuni kabut yang dikaki ku
berbekal matahari yang menyala
yang membara . . . . .aaaaaa . .

(sekarang kalau saya banyangkan, gila, SMP kelas 2 gue nyanyi gituan . . dalem banget . . .) betul deh kang Iwan (abdurahman), saya waktu itu sangat menyukai lagu2 ciptaan anda seperti . .
Ini kisah tentang sekuntum bunga . . .
Terputih dari yang putih . . .
Yang daunnya hijau di musim kering . . adduuuuuu ini lagu muantp banget, dalem

OK ,Baiklah saya kenalin satu persatu.
Pacar pertama (P1) sejak tahun 1978 - 1982
Merek : Arista. Buatan : Bandung , dibeli di : Toko Terang, sebelahnya BNI Cicadas Bandung, Harga : RP.8.500 ( delapan ribu limaratus rupiah) , Dijual : Rp.15.000,- (lima belas ribu rupiah).
Sifat : Suara nya keras, kayu handle lunak jadi di antara fret sampai 'dekok'

Pacar kedua (P2) sejak tahun 1982 - Sekarang
Merek : Toyo. Buatan : Taiwan , dibeli di : Toko Empire Music Jl. Asia Afrika -prapatan Lima, dekat Biro Iklan Pikiran Rakyat Bandung, Harga : RP.45.000 (empat puluh lima ribu rupiah) , Dijual : ?
Sifat : Suara nya Bagus, kayu body dan bagus, paling banyak menemani saya muterin pulau Jawa.

Pacar ke tiga (P3) sejak tahun 1999 - Sekarang
Merek : Yamaha. Buatan : Ds.Pasir Angin Cileungsi, Bogor (PT Rekans) , dibeli di : Cileungsi, Bogor, Harga : RP.135.000 ( seratus tigalima ribu) Dijual : ?
Sifat : Suara nya standar, waktu barunya enak , sekarang agak nggak enak.

Pacar ke empat (P4) sejak tahun 2000 - Sekarang
Merek : Ariana /Samick Semi Electric dengan monitor. Buatan : Ds.Kalapa Nunggal, Cileungsi Bogor (PT Samick) , dibeli di : Cileungsi Bogor, Harga : RP.700.000 ( Tujuh ratus ribu rupiah)
Sifat : Suara nya cukup baik, electricnya OK, kayu handle dan body standar, Tas Gitar : Samick, sngat standard malah agak sesak.

Pacar ke 5 (P5) sejak tahun 2008 - sekarang ( paling aduhai bodi nya . .)
Merek : Juan Salvador- Modelo 2. Buatan : Spanyol , dibeli di : Belanda ,Sifat : Suara lembut dan reverb nya bagus dibanding gitar saya yang lain, Kayu handle dan body sangat ringan Tas Gitar : Merek Gewa, bagus sekali, tebal lembut enak di jinjing dan di bawa di punggung, ada rubber pad di bawah jadi bisa berdiri.

Anak-anak Pacar saya 2001 - Sekarang ( Cak dan Cuk)
Merek : R+. Buatan : Solo , dibeli di : Solo Jawatengah, harga : RP. 85.000 ( delapan puluh lima ribu per pcs) ,
Sifat : Suara nya yang Cak : Pasti Kencang, yang 'Cuk' (ukulele) senarnya harus di modifikasi agar bisa main di keroncong, tapi juga nggak terpakai sama player2 keroncong di 'Jaya Permai karena ada Cuk yang semi electric dan lebih 'Crung !'

Itulah sekilas mengenai pacar2 saya , yang sekarang masih tidur sekamar dengan saya dan suka dibuat mainan oleh anak-anak saya . . .

Senin, 14 Juli 2008

Voice ? Campurin bahkan buat voice baru !

:::UNTUK YANG BARU BELAJAR:::
Punya Orgen sekian tahun tapi tak pernah di 'explore' tak pernah di kutak-katik sayang sekali. Maka dari itu saya ajak bapa dan ibu berani untuk terus menggali mesin yang kita punya itu. Contohnya suara, saya sering lihat bapa bapa main orgen sepi . . sekali karena suaranya ya yang ada itu, boro boro membuat suara baru mencampur saja tak berani.
Coba biasakan memakai 2 jenis suara
Seperti terlihat bahwa tangan kanan itu difasilitasi dua tumpuk konci (tuts) yang satu disebut UPPER 1 yang satu lagi disebut UPPER 2, tetapi yang kiri hanya diberi satu lapis deretan konci yaitu LOWER 1, Kenapa begitu ?, Bayangannya . . orgen itu masih seperti dulu . .ingat iklan LOWREY di TV atau anda masih punya orgen yang tingkat tuts nya, ya seperti itu jadi tangan kanan (melodi) dapat seperti memegan gsekaligus DUA tingkat itu ( tangan kanan kita jadi 2) atas dan bawah tapi ini sudah difasilitasi mesin.
Jadi, coba pilih suara apa saja , misal di UP1 adalah Piano, UP2 adalah Gitar Acoustic , coba saja, biasakan mencoba sampai kita senang mendengar suara baru hasil campuran 2 suara itu.
Coba tangan kiri diberi bunyi juga
Iyya sih, perlu latihan , karena jika tangan kiri sudah diisi suara yaitu L1 atau Lower1 atau Left 1, maka jika kita salah chord akan kelihatan sekali salahnya, tapi kan ini latihan , ayo coba nyalakan L1 pilih sura untuk tangan kiri ini , misalnya 'Piano EP' ( ada di Yamaha dan Roland).
Cuma biasanya para player, misalnya dangdut jarang sekali bahkan tak pernah mengisi tanga kiri dengan suara ini, kenapa mungkin tak perlu atau tak biasa, atau memang karena jika 'main' telah dibantu lengkap dengan 'suling' 'gitar melodi' dan kendang (sunda) .
Tapi coba lihat permainan Orgen yang lain, saya pernah lihat Idang Rasyidi ( Tau dong . . biang Jazz itu) main dengan Yamaha 'Wuh' rame dan festive !, tangan kanan dan kiri diisi suara 'Piano EP' ini dan di hentak bergantian seperti musik 'Regae' muannntep mak nyus !.
Jangan lupa selain tangan kanan bisa memainkan 2 jenis suara , tangan kanan ini masih bisa bi'poles lagi dengan 'HARMONY' atau kasarnya di 'lipat' di 'kalikan', dan kita bisa set sendiri mau dibuat seperti apa.
Harmony ini adalah kasarnya, membuat tangan kanan menjadi paduan, jadi ada suara satu ada suara dua seperti kita nyanyi 'duet'. Meskipun kita bisa set menjadi suara 'Oktaf' ( C1 dan C2), suara 'duet Country (unik sekali) dan sebagainya lihat sendiri di orgen.
Bahkan ada juga Profesional kita yang tidak puas dengan suara yang disediakan oleh mesin, jadi semua suara yang dimainkan adalah suara baru, buatan atau modifikasian dia sendiri, coba deh kita sih kecil kecil an aja edit suara seperti yang kita mau dan save, jreng ! bagusss gitu dong . . .

Jumat, 11 Juli 2008

Setting Split Point agak ke kanan, biar main nya enak


:: Untuk para bapak dan ibu pemula :::
Split point adalah batas demarkasi antara wilayah tangan kiri dan tangan kanan, biasanya sebelum kita set, saat beli, adanya di sekitar F2 itu. Perlu diketahui ya bapak dan ibu, umumnya orgen yang dipasaran itu tuts nya 5 oktaf, atau ada 5 C nya, itu itu, C1 adalah yang paling pinggir kiri, lalu berurut ke kanan, di tuts yang putih saja C,D,E,F,G,A,B lalu C lagi dan inilah yang dinamakan C2 itu dst.
Inga inga ! tangan kiri untuk chord pengiring tangan kanan untuk melodi yaa

Kenapa split point harus di set lagi ?
Coba perhatikan para player orgen tunggal, ada di area mana tangan kirinya, apakan di bagian kiri teruuss atau sering agak ke tengah.
Nah yang teruus tangannya ada di area kiri karena 'split point nya' terlalu ke kiri ( tapi yaaa suka suka kita lah) cuma kalau saya suka yang agak tengah ( he he ), kenapa ?, kalau split point terl;alu kiri dan kita sedang memainkan melodi yang bernada tinggi (area kanan) maka posisi tangan kita di orgen seperti mau main kendang (gendang) he he he jauuh banget, tangan kiri ada si bagian orgen paling kiri, tangan kanan ada di bagian orgen paling kanan kayak mau nari jaipong ( tapi kembali suka suka kita lagiii..)
Jadi ? singkatnya
1. Seting split point agak ke kanan misalnya di AB3 ( tuts hitam, hitung dari hitam kiri nomer 10 ) atau mau di C3 ( hitung dari putih paling kiri nomer 14) silakan coba.
2. Ketika kita main gunakan pengatur Oktaf, tombolnya tersedia di deretan tombol, terutama di PSR 3000 dan di PSR s900, kalau di Roland E50 ada di layar, tinggal tekan oktaf turun atau naik ( +1, -1 ,+2 dsb)
eeh kok jadi panjang lagi ya?
Pengatur oktaf gunanya adalah (seperti kita) memindahkan posisi 'tombol orgen' geser kiri atau kanan, jadi tombol yang paling kanan kita 'tarik ke arah tengah orgen, atau kita '+' plus kan. Tetapi jika kita membutuhkan nada rendah ' tung !' ketika kita dalam transpose (baca postingan sebelumnya) tinggi maka kita tarik tombol ke rendah '-' minus kan, alhasil 'ting ! pada tombol yang sama jadi "tung'. ya puas ?, ya sudah dulu kalau capek bapa ibu.

Kamis, 10 Juli 2008

Kalo sayang orgen bersihkan dong . .pelihara gitu . .

Weudeu . . . .pernah saya main keyboarnya sangat 'tebal' dengan debu sampai tangan saya kotor. Please dong sayangi mainan kita biar betah pake nya . .
1. Siapkan Kuas, bersihkan . .
2. Lap pake kanebo yang 'buerrsih'
3.Siapkan Selotip untuk menghapue 'bekas jari yang membekas di layar sentuh, tempel selotip lalu buka lagi sret .sret . .
4. Kalo mau lindungi sudut orgen dengan selotip bening. sebab pojok pojoknya ini sering kesenggol meja atau korsi.
5. Jangan memakai tissue bisa gores
6. tutup dengan cover orgen bila tidak dimainkan.
7.Tutuplah lubang MC card yang berisi MC atau slot PCMCIA dengan selotip biat tidak kotor.
8.Pasti dong cuci tangan sebersih mungkin sebelum main orgen . .waduh ribet ya ? yaa namanya juga barang dibeli sayang dong kalo tidak di pelihara, kan nanti kakau mau di jual kembali jadi prima harganya.

Yamaha PSR 350 masih ada ?- Oh she still alive, PSR 350 !

Summary : Yesterday 3 friends called me that I invited to play keyboard in some meeting for our' Keroncong Group' at Bekasi near Jakarta Indonesia. Arrived to his home I saw the keyboard 'oh 740, ok' but it shocked me that is PRSR 350 wow , the first close encounter . . . .this is the grandgrandgrand mother of PSR S900
My friends ask me to play directly, don't think just play, don't do setting, just play !. They don't understand that play the keyboard is quiet different with pianos, we should know the knobs, the buttons, the function, terminology etc. Therefore for keyboard player is need time to 'know' to observe to obtain the 'required performance, i.o.w can not play directly if you dont need the ' take it for granted playing'. what you should set before you play the' new' organ ?

- Fingering system ( fingered on bas?, multi ? invers?)
- Split point, I love to use C3
- The required voice bank, as your voice style
- The required styles taht you will perfom in that occasion
- The volume of Left hand and right hand voice
- The multi pad (if any, to make your play 'completted' etc etc, i.ow WE NEED TO KNOW FIRST.

Masih ada juga PSR 350
Kemarin itu sampai 3 teman saya ( bapak-bapak) telefon, pertama orang Madura katanya jangan lupa nanti malam harus datang rapat keroncong, tapi kita tidak akan main cuma rapat, kita ingin nyanyi pop. orgen sudah disediakan, saya tanya orgen apa?, Yamaha saya gak tahu model apa ' sekelangkong ngkih. . .' (thank you madura) . Dihati saya terbayang PSR 1500 lah minimal , ok. Sampai saya pulang kerja , di jalan toll di telefon lagi, sekarang orang Jawa, pak sudah tahu kan nanti harus datang oke? 'suwun' ( thank you Surabaya he he) , eh saya ditelfon lagi , sekarang orang Sunda ' Pa diantos kasumpinganana' katanya pak ditunggu kedatangannya he he . .
Saya mampir sebentar ke rumah, tanpa mandi saya langsung ke tempat meeting. Oooh bener ada orgennya, 740 nih kata hati saya, ok lah. Tetapi pas didekati PSR 350 , WOW ! waduuuuuuu yang mana lagi niiiii . . tulung . .Orgen ini adalah mbah buyut dari PSR s 900 . .pake lama dan cuma ada 2 Variasi . .pake nunggu . dan pahe nggak keliatan yang lain jadi harus hafal bener . . ..
'Ayo langsung main . .nggak usah pake lama' kata bapak bapak lagi, saya bilang harus nyetel dulu saya baru megang PSR 350 ini.' nggak usah di setel sekarang langsung main aja..." wadaww, , meskipun akhirnya saya main, saya rame-ramein aja dan memang jadi rame juga . .jam 12 baru selesai . saya belum mandi . .

Ganti Orgen tidak seperti ganti mobil
Jika biasa bawa Innova kemudian diminta bawa 'Hijet 1000' itu mah gampang, cuma penyesuain dikit karena sangat sederhana cuma beda kenyamanan dan kecepatan lah. Tapi jika main orgen itu berhubungan dengan sekitar 100 tombol fungsi ! yang semua bisa di' explor' agar 'enak'.
Jika anda biasa dengan PSR 3000 dan diminta main memakai PSR 3000 di tempat lain biasanya kita ingin 'ngeset dulu' agar semua menjadi 'enak' dan maksimal, tidak langsung jreng. Jadi apa yang biasanya saya 'setel di Yamaha?'
1-Fingering ( Pake Multi atau AI atau On Bass ?)
2-Split point atau batas tangan kiri dan kanan, mana yang paling enak
3-Mengisi Voice bank (Memory suara sesuai genre atau irama, misalnya untuk lagu2 Sunda saya susun suara untuk melody nya apa, untuk lagu lama apa, untuk lagu dangdut apa suaranya dll, dll)
4-Menghafal Style (Jika Orgen seperti PSR 350 kan tidak dengan USB, jadi kita mengandalkan preset atau bawaan pabrik, jika disket ada belum tentu cocok sesuai selera) misal lagu slow cocoknya memakai style nomer berapa, latin yang enak nomer berapa dsb)
5.Mengatur volume suara tangan kiri (Left) , Tangan kanan layer1 (R1) dan layer2 (R2)
6.Mengatur fungsi foot pedal ( kalau pake ya) mau dipakai untuk fungsi apa pedalnya.
Jadi menurut saya perlu sekali diadakan peyesuaian sesuai dengan kebiasaaan kita dan usaha untuk membuat permainan kita maksimal.
Contoh, jika kita biasa memakai PSR 1000 ( duluu) maka kalau 'disuguhi' Yamaha ' Clavinova' maka ini bisa agak cepet karena mesin si Clavinova mirip banget dengan PSR 1000. Jadi masalahnya adalah banyaknya tombol yang harus dihafal dan difungsikan agar permainan kita enak dan mengenakan.

Selasa, 08 Juli 2008

Kenapa saya pasang lagu 'semalam di Bogor'?




Itu dia, 17 tahun lalu waktu bunjangan dan saat pindah-pindah kerja saya sempat kost di jalan Pakuan arah Ciheuleut satu tahun, kemudian pindah ke Taman Cimanggu ooooh bayak kenangan lah di Bogor.
Jalan Bondongan . . . Jalan Empang . .Internusa Shopping Centre . . . .Kedai Asih Internusa (masih ada nggak ya ?). . .Hero Internusa . . .Ngesti baranang Siang (senang sekali saat itu saat saya ngobrol sebentar ketika bertemu dengan Muchsin Alatas di Ngesti) . Wartel sebelah Ngesti . .Asinan Yeny . . .Warteg sebelah Matahari depan Taman Topi . . .Bioskop Pasar Anyar . . .Indomie dekat cucian mobil belokan Villa Duta . . . .Bale Pakuan . .Bale Binarum . . Bioskop Sukasari (President?) . .Ranca Maya (tempat nyari Duren) . .Cimanggu Taman. . .
Saya tiap pagi nunggu Bis Jemputan di depan Masjid Agung Pajajaran, kalau pulang malam dari kantor selalu pasang Walkman saat itu jamannya saya suka Metallica waduuuhh endah banget . . .
Daku semalam menginap di Bogor
Mula kisah ku di sana

Kini ku tak kan lagi mengembara sendiri

Kota bogor menahan daku pergi . . . (maksudnya pergi dari Bekasi He he he he)

Style converter berpotensi menggangu ?- Style converter potent to trouble?

Summary : As we know, every keyboard/ organ are posses own style format, Yamaha is STY. Roland is STL etc. but we sometime need to play another keyboard'brand' style in our keyboard. i.e we have Yamaha PSR but we want to try Korg style (from friend or form free markets) therefore we should convert these style to match our keyboard system.
My friend in Jakarta (player and owner of keyboard store) tell me that he have tried since 2004 with 'outstanding name' style converter but 'beware!' its could make your keyboard hang ( KN 7000, EXR5 and PSR 3000) and his keyboard should be treated in ICU of keyboard hospital or' workshop' ha ha , oh ?. He offer me to try the' converted' style that made his keyboard hang, oh thank you . . sorry . .
Also he have tried the converted style that free offered by 'someone' in 'central Java- Indonesia' that just make the 'style converting service'business and he review that the converted style have many abnormal bar or lost of some bar , in the other word that potent to problem. He gave me some tips to convert the style. ' Record every Variation of your Yamaha style in Yamaha then the product is a MIDI, therefore play this midi in your Roland E 50 then convert this midi to style in your Roland E50 ! great ! (Asep sayagiri- Jakarta Indonesia)

Iya, maksudnya adalah perubah style, agar kita bisa memainkan style orgen merek lain di orgen apa saja yang kita miliki, jadi kita tidak perlu membuat style lagi.
Tetapi ternyata menurut seorang teman pakar orgen di Jakarta, dia sudah meng'otak-atik' program ini sejak 2003-2004 dan ternyata hasil dari convert-an itu membuat KN 7000 dia hang ! bahkan pernah membuat hang juga EXR5 dan PSR 3000 dia sampai dengan masuk ICU segala wah !, jadi katanya kita musti ati ati.
Jadi bagaimana dong jika kita ingin bisa memakai style merek lain?, dia memberi saran bagi pemilik roland E50 begini, rekam style Yamaha per variasi di Yamaha dan hasilnya adalah MIDI kemudian putar midi tersebut di E50 dan ubah menjadi style di sana , wow benar juga ya . .ayo coba .

Senin, 07 Juli 2008

Lagu BUBUY BULAN cipt. Beny Korda - Klik play di kanan >>

Lagu ini dalam bahasa sunda harian, bagi yang belum tahu artinya , di bawah saya artikan, jangan khawatir penterjemah bersertifikat, nilai 9,5 he he . . . .Cuma dalam lagu ini 'logat' Diah Iskandar agak 'barat' atau tidak terlalu 'kental' Sundanya, agak 'cadel' gitu
Istilah :
Bubuy adalah membahar sesuatu(makanan) dengan memasukannya ke dalam bara api, jadi jaman dulu kita masak dengan kayu bakar (Hawu) biasanya sambil masak dimasukanlah singkong ke dalam bara apinya , itu disebut bubuy sampeu (singkong)
Sangray adalah menggoreng tanpa minyak goreng jadi seperti kacang, kopi, nasi atau sebagainya digoreng tanpa minyak agar gosong atau matang.
Situ (danau) Ciburuy adalah danau di pinngir jalan antara Cianjur/Rajamandala dan Padalarang ( 20 km barat Bandung), duluuu sangat terkenal untuk wisata orang Bandung, sekarang ? lupaaaaa , apalagi semua lewat toll Purbaleunyi, Jakarta Bandung 2 Jam only !

Jadi syair lagu ini sangat klasik, seperti pantun ada sampiran ada isi. Kesimpulannya tentang seseorang yang penasaran , sering memandang seseorang yang sering lewat (depan rumahnya-mungkin) lalu . .yaa gitu deh.
::Foto+MP3 : Mazef Holland ::


Bubuy Bulan
Ciptaan : Beny Korda

Bubuy bulan bubuy bulan sangray bentang
Bubuy Bulan sangray bintang
Panon poe panon poe disasate
Matahari matahari dibikin sate
Unggal bulan unggal bulan abdi teang
tiap bulan tiap bulan temuilah aku
unggal poe unggal poe oge hade
Tiap hari tiap hari juga baik

situ Ciburuy lauk na hese di pancing
danau Ciburuy ikan nya susah di pancing
Nyeredet hate ningali ngeplak cai na
Tergetar hati melihat bening dan luas airnya
Aduh eta saha nu ngalangkung unggal enjing
Duh itu siapa yang lewat tiap pagi
Nyeredet hate ngingali sorot soca na
Tergetar hati memandang sorot matanya                                      HOME/ topic terbaru

Minggu, 06 Juli 2008

Dian Harahap, Broery nya DEPDAGRI Jakarta

Kalau untuk orang Ditjen BANGDA pasti tidak asing lagi dengan Broery 'bekasi' ini Gimana ? Orang DEPDAGRI ? hafal nggak sama pa Harahap.

Good . . .good . . .Mantaf sekali suara Pa Dian Harahap ini yang kalau menurut saya perpaduan antara Broery dengan Helmy Pesolima.
Kebasahan, ketebalan suara dan warna suara memang muantep, sayang saya belum bisa tampilkan demo suaranya., tentu lagu Nostalgia laa.

Minggu siang di acara kawinan tetangganya, pa Harahap ini 'sound check' dengan iringan PSR S900 Yesi HW musik ' Aluuuuuuu siau . . ' prok prok prok . . . tepuk tangan otomatis dari yang hadir dan diakhiri tepuk tangan lagi pada akhir lagu.

Ini asli, saya sering nonton 'non profesional' singer nyanyi, pa Dian ini Top banget, Helmy banget menuru saya.
Coba ingat lagu Helmy Pesolima pada album sekitar 1984an di lomba cipta lagu Indonesia yang bersamaan dengan 'kalo gak salah' degan lagu' symfony (Bob Tutupoly) yang indah, lagunya Helmy itu gini Harum nian wangi tubuhmu . . . .sesejuk melati . . .dst mirip banget dengan pa Harahap ini uuhhh . .

Acara Orgen : Yesi HW music cocok dengan PSR s 900

Yesi, permainan piano nya hidup, bosass nya enak terkadang lincah, pantas dia cocok dengan PSR s900, memang karakternya lebih pop menurut saya. Terkadang suara piano seperti 'David Foster' keluar juga berdenting dan yang paling manis di S 900 ini adalah suara 'guitar concert' jernih suara gitar nylon yang bagus.

Sory ni yes, gambarnya terlalu hitam he he he . . padahal yesi tak sehitam seperti gambar ini, yaa kayak glen lah he he he . .

Lagu lagu pop Indonesia baru pasti tak pernah meleset, cuma kalau dangdut tanya dulu . . soalnya rada roaming mungkin kalau ngiringi dangdut tertentu atau lagu lagu daerah ( Jawa dan sunda). Saat ini Yesi masih aktif sebagai player tetap di sebuah cafe di Jakarta Timur.

Acara Orgen : HW Music mengandalkan PSR S900



Sebelumnya HW music memakai PSR 3000 sekarang memakai PSR S900 dengan playernya Yesi. Minggu ini saya lihat di sebuah acara pernikahan di perumahan sekitar bekasi.

Saya denger suaranya Pop banget atau agak jazzy bahkan. seperti gambar di samping ini , menurut saya cukup sekali untuk hajatan di rumah, suaranya kalem, mic nya enteng, tapi kalau kencang suaranya 'neken ke dada' nggak feed back meskipun 'di geber' 3 mic .
Karena ini di sekitaran perumahan dimana HW bermarkas, maka yaa agak gotong royong lah panitianya he he he . . yang penting sukses enak gembira . . .dan evaluasi performance, tul gak ?

Iwang , setia pada KN 1400 sejak 1998



Sayang disayang, Panasonic sebagai ibu dari orgen Technics menghentikan pembuatan orgen top ini. Seandainya sekarang masih produksi dan inovasi ,dikawinkan dengan Yamaha untuk fiturnya pasti Technicslah orgen favorit. Pemakainya sekarang sudah jadi 'mbah KN' yaitu orang yang tahu sampai dalem-dalemnya orgen bahkan pernah 'nyolder perutnya segala' segala

Jangan ditanya lagi, kalau pemakai KN 1400 dan adik adiknya yauitu KN 2400, 2600 hampir pasti orang dangdut atau popnya sedikit. Tampang Technics KN 1400 ini serem, besar dan bagus menurut saya, bahkan lebih bagus dari adik adiknya itu.

Iwang Suwandhi , mantan air Crew Trans Wisata (Charter Pesawat Terbang-grup Arta Graha), dari 1998 sampai sekarang masih pake KN 1400, saya tahu, bukan tidak bisa ganti, tapi 'kadung centah'. 'Kok gak terbang lagi?', ' tawarannya jauh-jauh di kupang . .jadi sekarang mantepin ini aja dulu'.kata dia. Kalau Iwang pake baju seragam yang 'mirip pilot ' itu tampang nya tidak begini, kayak pilot beneran he he . . .

Membuat style 'dangdut' jadi makanan sehari-hari bagi Iwang bahkan saya lihat dia membuat style sudah dengan 'step recording' jadi bukan seperti mukul gendang lalu 'ter rekam' tapi dia buka papan 'bar' kemudian isi dengan suara gendang seperti :
Tak . .spasi . . dut . .spasi . . .du . .spasi . .tak . ..spasi . .tak . .spasi . dung . .spasi . . dan ketika di putar jadi tak dut du tak tak dung dung ! kelihatannya gampang banget ! lalu ditambah bas gitar dan sebagainya.

Seharusnya dari dulu para endorser itu 'ngajarin' bikin style kayak gini jadi dari dulu sudah pada bisa, kata Iwang. Iya juga sih, para endorser itu kan orang2 jago, untuk technics Purwa Tjaraka, tapi tentu saja tugasnya bukan 'ngajarin' membuat style.
Style Lagu dangdut iwang setiap hari bertambah, jadi disketnya tambah banyak. Kata dia KN 2400 dan 2600 sering banyak gangguan, kalo ini (KN 1400) paling bandel.

Coba anda dengar sekali kali, apalagi yang jarang denger orgen, suara yang dihasilkan dari KN 1400 ini mirip sekali orkes dangdut. Iwang dalam panggungnya 'Dian Nada' selalu menambahkan lead gitar (melodi) suling dan gendang rampak ( Kendang Sunda).

Jumat, 04 Juli 2008

Roland E 50 vs PSR s900 - Midi to style

Coba refresh lagi,
Style adalah musik pengiring yang bunyi di orgen tapi chord/ gripnya tidak pindah kecuali jika kita menekan grip atau chord lain sesuai dengan keinginan kita. Style sudah dibuat didekatkan dengan variasi pengiring, style di awal lagu lebih sepi style di reff. lebih rame dsb.
Midi atau song adalah musik pengiring yang telah jadi musik untuk satu lagu penuh, jadi judul midi seperti judul lagu, misalnya midi ' I love you bibeh (The changcuters)' ya musik pegiring yang dibuat semirip mungkin untuk lagu itu, tinggal play lalu kita karaoke deh. Cuma nyanyi dengan song sama dengan kereta jalan di rel, gak boleh salah gak boleh 'ngeduluin' gak boleh' ketinggalan' pasti ribet . .
Style song adalah style yang telah diperlengkap pada bagian tertentu. Hal ini dibuat karena lagu tersebut agak' ribet' complicated musik pengiringnya atau ribet chordnya (over tune dsb), jadi di variasi tertentu style ini diisi dengan musik 'seperti lagu (main sendiri seperti midi).
contoh style song yang paling terkenal tahun2 kemarin adalah style song untuk lagu' KUcing Garong', pengiring lengkap dipasang di 'Intro' dan di 'Interlude' itu tu . . . yang ' tong teng teng torere rire rireng . . .
Juga song style banyak dibuat oleh para 'jago style' adalah untuk lagu bang haji (Rhoma Irama) , kalau yang ini memang selalu unik jadi lagu Rhoma pasti di 'treat khusus' di orgen tunggal, susah sih. he he . . . Coba nanti kalau ada orgen tunggal minta lagu bang haji yang ribet, banyak player akan exuse ' sory ni bang . . .disketnya kelupaan gak kebawa . . .(meskipun anda sudah selipkan 20 ribuan . . he he'.)

Midi to syle ini dia kelebihan Roland E50
Jelas nyata PSR s900 tidak bisa melakukan ini, tapi si Roland bisa. Jadi ambil atau pilih midi yang kita akan ubah atau copy menjadi style lalu lakukan langkah2 pembuatan atau peng-convert-an midi menjadi style ini, termasuk canggih juga . . cuma harus latihan dulu. bagi yang jago bikin style mungkin mendingan bikin deh, lebih mudah , itu menurut yang jago he he . .banyak juga ahli dalam hal ini, hebat !
Lho kenapa fitur ini diadakan ?
Penting sekali, karena Midi lebih mudah didapat daripada style !, silakan buka di harodilia.com, midi ribuan ! tapi style cuma ratusan , sangat sedikit , jadi sangat penting bagi orang yang ingin membuat atau memiliki style macam macam lagu tapi tidak bisa menemukannya, ya convert ini salah satu caranya, cuma ini juga tidak mudah, tapi simple . . . (maksudnya? . .)

Buat bapak-bapak dan ibu ibu mah yang penting 'ngGak pake ribet' gak pusing convert ini lah itulah, cari style san lah situ lah, sing penting ayo di ayo nyanyi . . yuk nyanyi lagi.

Rabu, 02 Juli 2008

Roland E 50 vs PSR s900 - File system





Perbandingan tentang filing system yang sangat perlu ini adalah perbandingan langsung tanpa alat bantu seperti PC laptop dan sebagainya ya. Kesimpulan saya, dalam file mem-file enakan PSR S900.

Roland E 50
File buatan kita dalam orgen disebut : Internal file
Keadaan asli sebelum difungsingsikan : Dikunci , bahkan dengan baut tombolnya
Bisa buat file sesuka kita : Tidak, jadi file kita 'ditabur' dalam Internal file ini
File dari luar mis. media lain disebut : External File
Colokan tersedia untuk external : PCMCIA, slot besar untuk MC Card
Pemanggilan file : Tekan tombol media dan upload
Format file external : Harus di format di Orgen kita biar kebaca

PSR S900
File buatan kita dalam orgen disebut : User File
Keadaan asli sebelum difungsingsikan : Bebas siap kita isi
Bisa buat file sesuka kita : Bisa, sesuka kita
File dari luar mis. media lain disebut : USB dan indikator tertera langsung di screen
Colokan tersedia untuk external : USB gepeng/ Flash biasa, umum
Pemanggilan file : Langsung dikenali oleh orgen, tinggal tekan kursor ke tulisan USB
Format file external : Bebas, orgen bisa baca apa saja dari USB termasuk baca'nama' file excel kita.

Jadi jika di PSR S900 kita bisa buat file atau kelompok file dalam 'Jeroan' orgen kita, misalnya file 'Dangdut classic" isinya adalah style dangdut yang kalem2, file "indo Oldies" isinya style lagu2 lama dan sebagainya, di Roland tidak bisa.
Cuma di Roland kita bisa menyatukan file tambahan kita di 'dalam orgen' satu grup dengan file 'preset' atau file yang tersedia dari pabrikan. Jadi misalnya di Rolan kan ada grup file' Traditional', nah disini kita bisa tambahkan file 'baru-tambahan' dari kita untuk 'kepanggil' jika kita menekan tombol dimaksud, seperti kalau kita tekan traditional maka Roland E50 menawarkan kita untuk bisa menaggil file tambahan kita,dengan catatan ' kunci file Internal sudah kita buka permanen dulu' karena memang dari pabtiknya di baut !, secure sih. Di Yamaha tidak, file kita ya file kita sendiri dan namanya semau kita.

Selasa, 01 Juli 2008

Saya cuma terlalu suka main Orgen

Kayaknya seperti itu, meskipun kualitas permainan saya segitu-gitu juga, saya terlalu seneng main orgen ini, makanya saya pernah mau beli Korg i30 tapi karena pertimbangan ia tidak dipasangi 'built in' speaker maka terbayang , wah kalau nanti saya bawa-bawa kan harus bawa 'cube' juga ( speaker aktiv yang pakai equalizer) kenapa?
Saya kemana mana bisa bawa orgen, kalau sabtu ke rumah mertua sih pasti bawa, di sana saya otak atik itu orgen sampai mertua menawari makan siang nggak kedengeran he he . . .
Ke kantor juga bawa kalau hari jumat, dulu waktu kantor saya dekat parkiran, sekarang jauh dari parkiran, kayaknya gimanaaa gitu jika tiap jumat bawa orgen, ya jumat, setelah jum'atan kan masih ada waktu, biasanya nyanyi di kantor, sekarang tidak.
Anak-anak saya jadi otomatis kalau mau pergi ada yang ngingetin, adaptor sudah bawa?, mik sudah bawa?, " ambilin tas orgen di atas" yaa pokoknya seru, meskipun belum satupun anak saya yang suka dan bisa orgen, nanti mungkin he he . .
Ke seminar di luar kota juga saya bawa, saya lihat dulu, kamar saya dekat parkirang nggak?, kalau ya saya bawa orgen, kan enak orang lain malem jalan saya maen orgen di kamar, paginya setelah subuh saya main lagi sebelum sarapan, jadi latihan terrussss . . . he he, terserah orang bilang apa lah, saya cuma seneng main doang.
Ke Jawa ?, juga saya bawa, kalau saya giliran lebaran di Jember, Jawa timur, saya selalu bawa orgen dan di sana main lagi, gak lupa bawa buku-buku lagu ya sekitar 4 buku lah. Anda punya kan buku lagu yang dari Departemen Sosial RI. wuh tebel banget 1000an lagu ada di situ, belum lagi saya juga punya buku lagu dari Pemda Kuningan, Jawa Barat sama juga tebelnya 1000an lagu juga, rajin-rajin mereka itu dan membuat bukunya serapih itu.
Kalau buku lagu kompilasi saya , lebih banyak lagi sih dan sudah saya bagi bagi, misalnya era 80'an dibagi lagi yang pop cengeng (dulu), pop alternatif; Lagu 60 dan 70'an dll ya dapet nabung dikit dikit, lama-lama banyak juga.
Ohya, jangan lupa bagi yang juga hoby bawa2 orgen ni terutama PSR S900, kalau merek yag lain sih tas nya umum saja :
1. Body PSR S900 paling lebar, meskipun sama dg yang lain 61 keys
2. PSR S900 tidak muat di tas orgen yang lama yang beredar
3. Tas orgen PSR S900 ada khusus di toko, 100ribuan

Selamat berlibur, mumpung anak lagi libur sekolah, bawa orgen ke tempat piknik, ke rumah orang tua, atau ke mertua . .jangan lupa bawa istri he he . . . .