Senin, 01 September 2008

Makan dulu . . . .: munggah puasa di Mang Barna, sambel oncom lalab saladah . .

Selamat Berpuasa . .semoga bulan ini adalah sebagai lanjutan dari kesuksesan keberhasilan, kesehatan,kemakmuran dan kesejahteraan yang berkah . . aamiin ..

Ndak pa pa ... kan kemarin belum puasa, main orgen terus bosen . .. he he ...
Kita munggah dulu, mengawali puasa he he biasa. .kata anak saya"puas puasin besok nggak boleh makan lagi lho.."
Bagi yang suka jalan ke Bandung,pasti sudah maklum lah, banyak tempat makan dan toko baju, ini saya ceritain warung yang rame juga,warung bancakan ( tau? ) Mang barna dan bi Oom (baca: o-om). Dalam bahasa sunda Mang atau emang adalah paman dan bi atau bibi adalah Tante. Letaknya di sekitar gedung sate juga yaitu di jalan Trunojoyo, jadi jika dari gedung sate ,depan Gasibu, nah jika Gasibu di sebelah kanan anda, terus saja sampai di pertigaan ,belok kiri, nah lihat ada rumah dengan banner "Warung bancakan" ada orang pake baju hitam nongkrong, lalu akan menyalami para pengunjung di pintu " mangga..den .. mangga ..kalebet ( bukan menawarkan mangga, tapi mempersilahkan masuk).
Ke warung ini serasa ke rumah nenek saya (suwargi, snd :alm), bagaimana tidak, ini dia . .
- Sambel oncom nya . . . pas sekali taste nya
- Urab nya . . . . .(salad) . .pas juga rasanya
- Angeun Kacang . .(sayur kacang merah)..passbanget
- Ayam goreng . .( biasa).
- BeuleumPeda ( ikan asin peda bakar) . .iyyyy . .manteffffff
- Es Goyobod . . . pas banget seperti jaman saya kecil, seingat saya terakhir ada di sekitar daerah saya tahun 1977 an, sekarang sudah tidak ada lagi yang berkeliling jual es goyobod.
- Cingcau ( hijau) . . .waduuu mantef banget, kalo ini masih banyak yang jual, tapi biasanya di tukang keliling kurang enak, santennya sudah encer, gulanya terlalu sakarin, tidak seperti dulu, waktu kecil saya suka minta 'nangka'nya yang ada pada gula untuk cingcau ini.
- Ci enteh ( teh panas), gratiss . .di cangkir seng waddu serasa makan di rumah saudara saya di 'Cicayur, Caringin tilu, Bandung atas". .
Semua pake piring seng dan cangkir seng yang sudah pada 'songhek' (gompel), bagi yang dulunya belumbiasa memakai alat makan seng, sekilas semua cangkir seperti sudah bocor,padahal belum. .

Jadi, di Warung bancakan mang Barna da Bi Oom ini, kita bisa mendekat ke Hawu (tungku) di dapur, melihat pembakaran atau menggoreng ikan asin, membuat tumis Kangkung dsb.
Juga kita bisa melihat meja penuh dengan bumbu dapur yang biasa dipakai untuk masak sehari hari di dapur orang sunda (terutama), bisa konsultasi lah sama koki yang jaga dapur, enaknya "Jambal Roti" ini diapain . .tumis atau goreng saja ? ( glk . .glek . .)

Harga ? Good, terjangkau !
Dibanding restoran cepat saji "ayam goreng", harganya bisa setengahnya. Silakan di coba. Cuma . . kebetulan kemarin kan munggahan jadi sangat ramai dan padat, parkir penuh sehingga kenyamanan agak kurang, agak desek-desekan, antrian prasmanan cukup panjang ( kalo penuh dimanapun sama sih).

Es Goyang . .ada . . .
itu lho es yang dibuat sendiri dengan cetakan panjang pipih dan memakai tusuk sate (bambu), kalau bikin kan digoyang goyang gerobaknya. Di Mang Barna seharga Rp.2000,- per pcs. OK juga untuk nostalgia

Kueh Balok, pernah coba ?
Kueh ini adalah prototype dari kue Pukis kayaknya. Cuma kueh balok lebih besar (dulu).
Begini . ..
Di Cicadas (Bandung) jaman dulu, sekitar 1972 - 1975 lah, masih terdapat sekitar 4 tukang kopi, atau warung kopi, 2 diantaranya bikin kueh balok ini, satu di ujung jalan Kiara Condong dekat toko Belitung satu lagi di depan pasar Cicadas lama, sejajar dengan toko pengkolan, he he maklum dulu kakek saya pedagang beras di pasar itu ..dan menghadap ke tukang kopi atau teh tadi..
Nah tukang kopi ini khas alatnya, tungkunya dan 'kran' airnya ( yang jual kueh balok). Seingat saya kopi susu di tahun 1976 sudah berharga Rp.20,- , roti bakar Rp.20,- Kueh Balok Rp.10,-dan teh tawar Gratiss . . . teh manis beli. Kueh balok di Mang Barna sekitar Rp.600,- (atau 1000 deh).
Saat ini kayaknya hanya tinggal beberapa dan tidak ada lagi yang jual kueh balok ini, tukang kopi ada tapi jual roti bakar dan roti "kadet" khas Bandung,kayaknya masih ada di "gang Wiranta" sekitar Jembar -Cibeunying, sekitar Simpang 4 (parapatan) Binong, arah Pindad.
Tapi Kueh balok di Mang Barna "Terlalu empuk"meskipun masih menyisakan "sedikit rasa Kunomya".
Ok ? sekian dulu, puasssaa niih . ..
.

2 komentar:

  1. Kang Asep, kueh balok teh asana mah aya oge anu nyebat kueh ROBUR, pedah harita aya beus ROBUR (beus kota di Bandung) anu bentukna sapertos kueh balok.

    BalasHapus
  2. betulll, itu beus jemputan pemerentah dep PU
    beus itu ada tangganya di belakang, suka lewat dari arah
    Supratman belok kanan ke Kiaracondong sekitar jam 3 an sore
    kalo pagi sebaliknya dari Kiara condong belok kiri ke arah
    supratman (via Cicadas)

    BalasHapus

Silakan jika ingin comment,bebas aja, terimakasih