Jumat, 20 November 2009

Bosen denger Orgen 'basahan' melulu, liat yang 'garingan' dong, Si Cakar Maut - Jordan Rudess

asayagiri.blogspot.com

Iya.
Makan garingan yaitu seperti makan nasi panas sama telur ceplok pake kecap ditemani peyek kacang, makannya jam 10 pagi, brunch lah. Kalo Ludruk garingan itu adalah cak Markeso dari surabaya, dia meludruk dengan iringan mulut, sabil agak terseok dan bekas batuk, tapi ya itu dia jadi unik juga. Nah kalau Keyboard garingan (isitilah sayaaja) adalah main keyboard tanpa pengiring, tanpa acompaniment, tanpa appregiator atau tanpa style. Jadi bak makan tanpa kuah tapi tetep enak bahkan bisa nambah.

Coba ingat ingat-ingat, Richard Clayderman, classic banget, kita sudah tau gayanya, atau David Foster yang agak ngepop atau . . . David benoit yang agak ngejazz dengan manis sekali. Sudah ya terbayang, gimana permainan canggih mereka.
Atau mari bayangkan para player orgen tunggal teman kita yang juga canggih berkreasi dengan gaya masing masing. Bosan ?, Nah . . . lihat yang ini dong, Jordan Rudess. (lihat Videonya di kanan atas blog saya ini)
atau ini link nya, Rudess main Korg Oasys yang sangat mahal untuk ukuran rata-rata pehoby bahkan pemain, ada yang bilang diatas 100 jt di Jakarta, waaaah . .

http://www.youtube.com/watch?v=aAp6iilofDc

Jordan rudess, saya namakan dia "si Cakar Maut", dulu dia gondrong, dengan suara pengajar yang jelas dan tertata, lihat di setiap permainannya, baik yang demo, show atau apapun, tangannya selalu bergerak sangat dinamis, progresive dan menghasilkan suara yang masiv, meskipun 'garingan', tanpa appregiator, wow !
Permainannya?, ya paling cocok untuk jingle berita di Tv yang mantap music nya, juga cocok untuk theme song filem yang dinamis itu permainan dia.
Saya pasang demo Jordan dengan memakai Korg Oasys, barang mahhhaal, wow mantep sekali, mungkin juga tak terpikir oleh kita sebelumnya dia memadukan percussion dengan bass , flute berbarengan dan menghasilkan bunyi yang centil lincah 'nggak bosenin', pengin denger lagi, pengen niru ( he he he . . coba ?!).

Niru ?, ha ha ha, kalo saya nggak bisa, apalagi ide original pak Jordan Rudess (53) ini waduh, tapi jadi terpantik juga untuk mencoba terus, permainan garingan yang 'bebas' seperti permainan si cakar maut ini. Yaah sambil melancarkan tangan, sambil mencari bunyi lain untuk mengisi kejenuhan suara dalam benak kita atau dalam kelelahan fikiran mencari style yang mantap untuk kita mainkan. Ayo kita belajar imajiner ke master Jordan Rudess, belajar kebebasan, belajar memainkan aliran yang berbaur tanpa batas batas aturan yang baku.

Anda bisa dapatkan dengan mudah permainan beliau di YouTube atau juga bisa membeli CD tutorial dari si cakar maut ini.
Dan selamat menikmati suatu yang lain, silakan ini 'Freedom at Midnight,' lagu lama Favorit saya dari David Benoit .


Selasa, 17 November 2009

Jadikan Orgen atau Keyboard sebagai salah satu target dalam rencana tahun 2010 anda . . .

Hallo,
Ini untuk yang belum punya orgen atau yang mau ganti, seperti saya, kayaknya 1 tahun bersama Roland agak kurang happy, anda tahu sendiri dari tulisan di halapam depan saya. Dulu sekitar 7 tahun dengan Yamaha, selalu saya meningkat ingin punya yamaha yang lebih tinggi grade nya, tapi dengan Roland? kayaknya saya tak tergerak ingin memiliki Roland yang lebih advance., saya punya Roland E50 tapi nggak terlalu pengen punya E80, what's wrong? kalo menurut saya begini

1. Roland kurang gencar promo di Indonesia ( di dunia?) atau mungkin karena Roland tidak diageni oleh mother company seperti Yamaha, Korg juga begitu kayaknya, sehingga jika anda tanya ke para pedagang, mereka apa yang paling banyak di jual belikan? , jawabnya Yamaha !. Ya, meskipun menurut para player di Indonesia sendiri Yamaha hanya orgen 'rumahan' not for the stage show, tapi buktinya?, sangat banyak Yamaha yang dibawa manggung, di cafe atau di panggung lain.

2. Roland agak tersembunyi, jarang terlihat, itu dia, mau service agak susah nyarinya, mungkin, Korg juga begitu. Ini khusus di Jabodetabek saja( Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi), kalau Yamaha kebetulan kantor distributor nya ada di pusat kota. Kantor pusat Yamaha ada di depan Komdak (Polda Metro) Jakarta, Showroom Yamaha ada di Pacific Place, SCBD (Sudirman Central Business district) . . .

3.Check please, Youtube, official Yamaha tampaknya paling serius menangani demonstration dari produknya di youtube. Lihat 'cewek-cewek' misalnya Mina Nakagawa (dia pasti guru musik) yang memainkan Tyros seperti di bawah ini, bahkan ada ibu-ibu yang juga ditampilkan, menurut saya jadi lebih menantang, cewek saja bisa main segitu bagusnya, dan lain . . lihat dia mendemokan 'terompet Irlandia' Irish Pipe ini . . .dengarkan penjelasannya dengan bahasa Inggris, cuma pakai logat Japan . . .sangat menarik ha ha ha ha (orang nya?), saya tidak menemukan di merek lain para guru wanita ini ditugaskan mendemokan produk orgen atau keyboard ini. nah dengan video ini juga saya jadi pengin punya Tyros 3 ! , check this ! Mina Nakagawa . . .





4. Kelemahan yang sudah diketahui para pemain/ trader orgen second. Coba tanya para pelaku jual beli alat musik second, kalo ditanya penyakit Roland dia akan jawab "flopy disc drive", suka erorr. Bahkan ada yang bilang enam dari sepuluh bermasalah ( entah E50- 60 ??), dan jika ini sudah habis masa garansi maka harganya total 800 ribu untuk penggantian dan jasa nya. Coba tanya Yamaha, untuk yang sudah lama main maka kemungkinan ia akan jawab LCD, itu juga sampe PSR 3000 saja yang LCD nya suka masalah katanya, yang sekarang enggak. Meskipun kalau LCD benar benar rusak kita harus ganti sekitar 1,8 - 2 jt lebih buat itu layar Yamaha. Saya sendiri, dulu punya masalah dengan 'karet pad' pembalik pada tuts, itu lho yang menjadi media kontak antara tuts dengan elemen sensor not. Saat itu saya langsung bawa Yamaha PSR 3000 saya ke service Yamaha di Tebet (Gedung Gajah), lalu 15 menit selesai, diganti dengan karet baru dan nyala lagi.

5. Kemudahan, sekali lagi kemudahan . . ., fitur Yamaha di harga yang sekelas bisa membuat pesaingya seketika jadi KUNO, kok bisa ?
Check orgen seharga 10 - 11 juta rupiah, bagi para peminat mungkin jadi menarik si Yamaha ini, karena sudah USB, sudah color, bisa main MP3, bisa Rekam suara kita, ada Multi pad, jadi kelihatannya lebih canggih lah.
Meskipun di Roland, harga seperti itu sudah touch screen, di Korg juga, Yamaha tidak. Juga tidak ada Giutar Mode di Yamaha, cuma yang seperti ini kapan dipake nya sma pemula? atau para bapak atau ibu yang punya uang dan ingin belajar?

6. Check OS, operating system nya, di Roland E 50, kalau mau cari style dan style kita sudah ribuan, itu bisa lamaaaa . . . . ., mau copy style lamaaa . . . .mau nambah style ke card lamaaa . . . dan tidak bisa 'nge-sort', tidak bisa per file. di Yamaha itu bisa lebih cepat dan bisa seperti di MS Windows biasa, lha . . kita kan ingin yang mudah dan cepat.

Saya sendiri agak ngeri, sebetulnya, ketika main pakai Roland si umum yang lagunya bervariasi, takut cari style nya lama, iya kalau ada MC bisa ngerem dulu dengan cuap cuap nya dia, kalau boss? yang ingin serba langsung?waduu. atau kalau main dengan orang seperti BENY GILA (lihat tulisan saya mengenai Beny ini), entertainer yang bolak balok ganti lagu, tempo cepat lambat, langsung dari lagu cina ke lagu india wadduuu, gassswat !, tapi dengan Yamaha bisa saya sikat itu si Beny, lu mau main lagu apa? gua jabanin ben !

Roland? Korg ?, Suaranya Top !, istri saya yang awam juga bilang, 'beda yah' suara Roland lebih ' kerasa', dan ini akan dianggap kasar bagi pendengar pemula, tapi suara mereka lebih Real ! tak bisa dipungkiri. cuma . . . saya butuh kemudahan . . . butuh fasilitas . .
Edit style di Roland ? wow ! sangat enak dan mudah !, Yamaha gak punya yang kayak gini.

Ok, kembalilah ke tujuan anda dan target anda untuk tahun 2010, mimpi besar anda . .
boleh tuh, masukkan agenda . .
1. saya mau bisa main orgen di 2010
2. saya mau beli orgen buat latihan di rumah, 2010
3. saya mau sering nyanyi jadul ah . . he he he . . .

ayo dong, selain target dan mimpi anada yang besar itu, selipkan sejumput mimpi kecil tentang orgen ini, dan ayo cerita sama saya, siapa tau klop.

oke, pak, bu?, permisi yah.

Minggu, 01 November 2009

Udahlah . . kita nyanyi lagi, lagu tahun 70an, 'Mengenangkan' dari Teti Kadi

asayagiri.blogspot.com

Again, Oldies 70's
Sudahlah, jangan terlalu dipusingkan oleh semua keinginan, semua hal bisa jadi resist dan mungkin jadi tak guna.
Nyanyi aja dulu . . .iya lagu yang sudah usang, bahkan tak pernah kau dengar, karena terkadang sebuah lagu bisa menggetarkan kalbu mu, bahkan mungkin membangkitkan gairah untuk semakin hidup, dalam hidup yang mungkin sering kau lewatkan keindahannya.
Lagu yang sederhana, cuma enak menurut saya, apalagi dengan suara Teti Kadi.
Ini saya akan nyanyikan sebentar lagi.

Kalau lupa lagu ini, ingat saja lagu Oo Inani keke . . . karena melodinya searah dengan lagu ini, sehingga chordnya juga sama, cuma di reff, lagu ini manis sekali.
Ya, ini salah satu lagu favorit saya, sering saya dengar dari radio salah anak kost di rumah saya dulu di Bandung . . . (ceu Maryani, mas Ngabdul anak ATPU- Akademi Teknik Pekerjaan Umum . . . sekarang mungkin sudah punya cucu banyak . . he he he waduuh jadul banget).

Teti Kadi nyanyi di sekitar B, ambil C aja lah biar gampang, mau sama di B? boleh, tau sendirikan cara termudah ? he he he. Teti dalam lagu ini tak kentara sekali suara khasnya meskipun itu tetap dia sih,.
Beberapa penyanyi dari Bandung seperti Teti ini agaknya sedikit terpengaruh 'logat sunda' silakan perhatikan setiap kata dg vokal akhir 'au' lebih terdegar'ou' , seperti ' dikau' disuarakan dikou' . . (ah yang gini aja di ceritain, hehehe, kurang Indonesia. . he he he),.
Yang lain di lagu ini adalah reff nya yang lari ke Em- B, coba lagu Oldies manalagi yang kayak gini ? apalagi saat reff baris ke dua, itu klimax lagu ini ( puncak tapi menurun he he he) , meskioun tidak seperti klimax nya lagu jaman sekarang.

MENGENANGKAN
Intro : (sax)
C - Em - F - Em - F - C - Am - Dm - G - C

C . . . . . . . . . . . . . . . .Em
Bila ku duduk sendiri
. . . .F . . . . . . C . . . A7
di waktu senja hari
Dm . .. . .. .G . . .C . . .Am . . .Dm . . . G 7.
ku terkenang akan dikau, yang tlah tiada

C . . . . . . . . . . . .Em
hati merasa rindu
. . ..F . . . . . C . .A7
dalam saat begini
Dm . . . . . .. . .G . . . C . . . . . . . .Am . . . . Dm . .G . .C
senja mendatang malam menjelang, sunyi terasakan

Em . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .B7
hati terasa pilu mengenangmu
Em . . . . . . . . . . . . . . . . .Dm. . . . .G
sejenak ku terlena, di senja itu

setelah sadar diri
mengalir air air mata
Dm . . . . . .G . . C . . . . Am . Dm .. . . .G . .F ( di akhir lgu)
ku terkenang akan dikau , yang tlah tiada

Interlude : Clean Guitar ( sangat mirip dengan lagu Oo Inani keke . . .)

Oh iya, di Orgen ( Roland E 50 ? ya)
Tangan kiri : Isi 'Blues' Orgen
Tangan Kanan : Isi dengan Clean Guitar dan berganti dengan Clean'muted'guitar.
Style : Sesuai selera , karena tidak ada style yang mirip atau pas untuk lagu ini. atau coba ini
pilih style di Roland E 50 :
TRADIT WORLD - page 2 -
Oldies - pakai tempo 90 - main di C atau Transpose ke B
, Ok ? !

silakan lagunya ada di sini.
Teti Kadi - Mengenangkan