Sabtu, 23 Januari 2010

Ketuaan untuk belajar Orgen, Gitar ? no, no, no . . . . . .

Nooo,
Kata para master, musik itu tak kenal usia,tak berbatas jaman (ageless), begitu pula pemusik.
Yang diperlukan untuk bisa bermain orgen, keyboard atau gitar adalah 'ketangkasan jari' ( dexterity) dalam derajat tertentu pastinya sesuai level. Jelas dong jangan bandingan anda yang baru belajar setahun dengan mereka yang juga belajar setahun tetapi rutin tiap hari . . .  ( eeee  . . maksudnya?)

Kenapa kursus yang diadakan di umum waktunya kok setengah jam tiap sesion?.
Ternyata memang umumnya begitu, para guru di negra maju pun menyarankan, coba belajar setengah jam saja per hari, 5 hari dalam seminggu dengan metoda yang cocok, katanya akan berprospek baik bagi kemajuan kemahiran bergitar atau mengorgen.

Pendekatan pada para pemula yang lebih  tua
Belajar apapun yang baru bagi yang berumur lebih tua, akan tampak lebih sulit, dirasa lebih susah dan tiada harapan. Tetapi, siapapun, yang tua taupun yang muda, dalam dirinya harus tumbuh keinginan yang tinggi untuk  mendekati atau menggali potensi bermusiknya.
Inga, inga !, tak ada istilah sudah terlalu tua untuk belajar main musik, seperti banyak dikatakan, tak ada istilah ketuaan untuk belajar. Lakukan mulai hal dasar  (rudimentary) yang penting seperti pengenalan keyboard , bukan hanya main only.


Belajar keyboard, itu lintasan menikmati kesukaan, bukan kesusahan.
Iya, itu dasarnya, enjoy, bukan susah dan sulit, santai aja pak bu.
Cuma . . . . ., mana ada yang tanpa kesulitan, meskipun tingkatnya sesuai. Masuki itu jangan lompati, seperti misalnya nanti harus belajar memfungsikan mulai 3 jari, lalu 4 jari kanan  lalu semua jari tangan kanan, gradual, bertahap senangi.
OK?
ayo pelan pelan aja . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan jika ingin comment,bebas aja, terimakasih