Jumat, 25 September 2009

Satu lagi BUKU LAGU yang menarik, dari sebuah BUMN di Jawa Timur


Bagi yang suka nyanyi bareng-bareng, buku lagu adalah hal yang penting bahkan terkadang banyak yang mengumpulkan foto copy an text lagu dan di bendel sedikit sedikit, lalu lama kelamaan jadi keriting dan jelek. Beberapa instansi pemerintah yang saya tahu sudah sengaja membuat kumpulan lagu nostalgia baik Barat, lagu daerah, dangdut dan tentunya lagu pop yang paling banyak. Seperti Depsos RI, Pemda Kab.Kuningan Jawa Barat, juga beberapa paguyuban orang daerah di Jakarta, adaya yang menggeluarkan kumpulan lagu keroncong juga lengkap dengan logo paguyuban tersebut.

Yang ini termasuk baru terbit , ia adalah buku kumpulan lagu Tembang kita yang di terbitkan oleh PTPN 10 Jawa Timur (persero) perusahaan pemerintah yang mengelola beberapa pabrik gula di Jawa timur.
Buku ini bagus sejak dari perwajahan hingga ke bagian dalam, tiap halaman adalah hasil cetakan dengan dekorasi yang menarik, singkatnya beda dengan yang sudah ada, karena lebih fresh dan tampil 'nge pop' lihat saja sampulnya. Penjilidannya juga bagus dengan ring kawat agar memudahkan melipat halaman buku. Isinya sekitar 500 an lagu, tidak terlalu tebal, enak untuk dipegang dan dibawa-bawa.
Cuma . . . . . he he he ada cumanya ( boleh dong sebagai orang luar menilai), Untuk anda yang sudah lebih sepuh, sudah lanjut usia, tulisan buku ini bisa jadi kekecilan, karena di setiap halaman memuat 2 lagu, nah kalau di buku yang saya sebutkan sebelumnya, satu halaman 1 lagu jadi tulisannya lebih besar, tapi secara keseluruhan buku lagu ini bagus.
Mungkin ide bagus juga mencampur lagu lama dengan baru, seperti di buku lagu ini, jadi di dalamnya bisa saja anda temui lagu Peterpan bersanding dengan lagu 70an, tapi jangan khawatir, daftar isi buku ini memandu dengan mudah.

Jadi ? anda butuh buku lagu yang sebagus ini, coba dong contact sodara yang kerja di PTPN 10, minta copy nya untuk di kirim ke Jakarta atau kemana anda berada, dan anda punya buku lagu yang cukup lengkap.

Kamis, 24 September 2009

Holiday /Lebaran Trip - Candi Sigosari( Singhasari) Kab.Malang


Lupain dulu maen Orgen laa. . .Sekalian lebaran kita sekalian kunjung-kunjung sama candi-candi , biar anak anak tahu sedikit tentang tempat bersejarah. Saya sendiri memilihkan candi yang mudah dicapai dan terlewat saat perjalanan lebaran ini. Seperti Candi Singosari ini, betul betul di tengah kota ! ditengah pemukiman mapan.
Ohya di Karawang, tepatnya di Sekitar Batu Jaya, sebelah sana Rengas dengklok ada candi tua ( tahun 700- 800 M ?) yang sedang dipugar, saya perbah ke sana, baru ada satu yang sudah selasai pugar , ada yang besar lagi yg sedang dipugar, gayanya beda, seperti angkor vhat kayaknya ( sok tau ya he eh eh)

Cerita yang saya ingat :
Candi ini katanya dibuat untuk berdharma terhadap Kertanegara, (1268-1292) raja Singosari terakhir. Kertanegara sangat terkenal dengan'ekspedisi Pamalayu' yaitu menjadikan pulau Sumatra sebagai benteng dari serangan Mongol, ia raja pertama yang memalingkan kekuasaaanya ke luar jawa. Kertanegara adalah trah dari Tunggul Ametung dan Ken Dedes, ayahnya adalah Ranggawuni, katanya sejak putranya ini menduduki kekuasaan inilah nama Kerajaan Tumapel menjadi Singhasari. Seperti umum diketahui, Tunggul Ametung (akuwu Tumapel) tewas terbunuh oleh Ken Arok, dan saat iru Ken Dedes Istri tunggul ametung sedang hamil 8 bulan (mengandung Anusapati- kakek dari Kartanegara) dan kemudian Ken Dedes dinikahi oleh Ken Arok . . seru . . saya suka cerita Singosari ini. Lho? kok 8 bulan ?, Iya, Ken Arok baru ngeh dan mempunya rencana besarnya ketika dia melihat tersingkapnya kain Kendedes di suatu sore ketika turun dari kereta kuda, dan ketika itu ken arok melihat kilauan sinar dari singkapan kainnya Ken dedes, Ken arok sendiri saat iru sedang bekerja di keraton Tunggunl Ametung di Tumapel, cuma dia lapor ke resi gurunya, dan dijawab oleh gurunya " bahwa wanita yang kau lihat bercahaya ketika tersingkap kainnya ,m ia akan melahirkan raja raja" lalu singkat cerita Ken Arok memesan keris ke mpu Gandring dan ia minta keris pesanan itu selesai dalam waktu 5 bulan ( ketika itu Kendedes hamil 3 bulan), mpu Gandring mrnyatakan tidak sanggup, ia menyanggupi kalau 7 bulan, singkat cerita, bulan ke 5 ken Arok mengambil keris dari mpu Ganding yng saat itu belum sempurna selesai ( kemudian membunuh mpu Gandring?) lalu ia menitipkan keris itu pada temannya ( yg suka pamer), dan ketika Tunggul Ametung terbunuh, jusrtu yang ditangkap adalah temannya yang ia titipi keris itu bukan Ken Arok ( bergelar Sri Rajasa sang Amurwa bhumi). udah . . udah . . . ntar ketagihan . . .he he he soalnya seru ceritanya, dan kalau diambil cerita dari arah sisi pandang lain yaitu dari wilayah barat (Kerajaan Tarumanagara/Pajajaran) agak lain , tetapi sangat nyambung dengan semua cerita ini . .he he he . . .

Arca Dwarapala:
Di Jawa banyak sekali arca yang memegang Gendir atau pentungan, biasa disebut reco pentung, cuma yang ini lain, Acra dengan pentungan di Singosari, pentungannya mengarah ke bawah, tidak disandarkan di dada ke pundak, katanya melambangkan kedamaian. Di pinggir jalan raya ini ada 2 arca besar yang pada tahun 1980an didudukan dalam pedestal seperti sekarang( dulunya ambles- dan banyak cerita aneh lainnya). Sayang sekali , menurut saya , arca ini kurang terurus dan kuran 'safe' cuma dipagar biasa , jadi sekilas seperti arca buatan baru yang dijual umum, padalah ini arca ada sejak di tempat ini katanya menjadi "alun- alun Singhasari" !

Letaknya:
Di Singosari, Jadi jika kita dari Surabaya, gang nya akan terlewati bis, Surabaya - Malang atau Jember -Malang di gangnya tertulis "Wisata Situs Purbakala" Singosari. Dari situ sangat dekat , paling 1 km, anda akan disambut loeh Candi Singosari ( tinggi 15 meter-an) di sebelah kanan anda, pas di pinggir jalan dan jika perjalanan diteruskan maka anda akan bertemu Arca Drawapala tadi di kiri kanan jalan, Lanjut terus anda akan bertemu per-4-an (foto kanan atas) dimana jika belok kiri kita akan menuju kearah kota tua Tumapel itu !, sekarang ya pemukiman biasa. Terus jika lurus anda akan menuju ke "pemandian Ken Dedes" yang katanya bukan yang asli, karena yang asli ada di sebrang jalan menuju candi ini. Kalau dari Malang?, lebih mudah, karean sudah ada petunjuk yang jekas di kiri jalan, kalau dari arah Surabaya saya lihat tidak ada petunjuk yang jelas ( sayang sekali)

Yang lain dari Candi ini:
Ketika saya masuk ( foto bawah tengah) , masih sangat terasa aroma wangi ( anak saya yang kecil bilang bau) bekas persembahyangan, jadi masih sering orang datang untuk berdoa di sini, katanya juga ada yang datang dari Bali, di Candi lain saya tidak lihat suasana hidup seperti ini.

Di Candi tidak terlalu banyak ornamen hias seperti di Candi lain, jadi lebih banyak untur tumpukan garis, ada juga sih ornamen kepala raksasa. Patung patung yang ada di halaman candi kayaknya sudah tidak asli, karena yang asli ada di museum Jakarta atau bahkan di Belanda (?) . Candi ini selesai di restorasi tahun 1937 ( foto kanan bawah).

Saran buat Pemkab Malang:
Mungkin ada baiknya memberi lantai batu di pelataran candi agar lebih bersih seperti di Candi Penataran atau bahkan Borobudur), Karena saat kan lantai masih tanah, dan ketika pengunjung naik ke candi, pasir ikut nempel di sepatu sehingga banyak bagian candi yang agak kotor.

Ayo ! sambil lewat mau ke Malang kunjungi Candi ini !

Selasa, 22 September 2009

STOP NGORGEN ! - Makan dulu . . .Bakso Solo Kidul Pasar - Blimbing Malang. .ingat si Srongeb dulu . . .

Anda kebablasan di kota Malang?, gak kerasa jalan sudah sampai di Blimbing?, coba mampir dulu di sini. Memang sih gak seperti baso kota Cak Man, bakso solo Kidul Pasar ini lebih sederhana, basonya sudah dicemplungin seperti yang tradisional lah. Si penjual sudah menyiapkan mangkuk dengan bihun, kita tinggal minta saja , kasar berapa halus berapa. Kasar adalah istilah untuk baso urat (memang kelihatannya kasar) , halus adalah istilah untuk bola baso yang halus kita tahu la, tapi itu dia, Baso Solo Kidul Pasar ini gaya tradisional saja, masih menyiapkan lontong kalo kita mau ganjel perut mantep lagi.

Murah, rata rata 1,5 ribu saja per butir, minumannya biasa . . teh panas manis, es jeruk dan itu itu . .
Saya jadi inget dulu 1984 saat kos di Mt Haryono pas depan kampus, tiap sore ada baso Malang yang lewat, dan selalu masuk ke halaman belakang rumah di depan kamar-kamar kos, di pikulannya tertera merek "Srongeb" (maksudnya Brengos) pedagangnya anak muda banget, mikul baso sepanjang Katawang Gede lalu Dinoyo paling jauh ke Betek, ya ini rasanya seperti bakso Kidul pasar ini

Jadi letaknya adalah, kalau dari arah kota, sehabis perapatan bilimbing teruss dikit, sebelah kiri, warungnya putih dengan tulisan orange. Parkir ? oke laa.

Dikit cerita waktu ke Candi Penataran kemarin, saya di Wates, jalan raya Wates masih menemukan Bakso seporsi 3,0 ribu dan enak, es jeruk 2,0 ribu dan enak . . he he he gimana ngitungnya ya?.

Saran saya:
Makan baso tipe begini anda jangan tambahkan apapun ke mangkuk anda, karena kalau anda tambah kecap kental manis saja, bisa jadi kemanisen, kalau tambah saos, bisa agak gak karuan rasanya dan jadi "CEPET WAREG" naaah agar gak cepet wareg, ya jangan tambahkan apapun ke mangkuk anda, cuma . . .
Siapkan lepek/ pisin atau piring kecil mirip tatakan gelas (selalu tersedia), isi dia dengan saos merah, lalu saos cabe dan kecap , jangan dicampur . . . lalu, tusuk baso pake garpu . . dan col . . col . .col . .cocolin ke saos saos tadi . . .gigit dan lllep makan . . lalu kuah nya sruput di sendokin. . . .mantepp . . .
he he he . . . maklum pernah jadi kera Ngalam , Ongis Nade . . dulu . . . taun 83an

)ongis nade( singo edan- > kera Ngalam<>

Holiday /Lebaran Trip : Candi Penataran - Kediri dan Makam Bung Karno, - Blitar

Ini kali kedua bagi saya ke Candi Penataran dan makam Bung karno, dulu tahun 1985 waktu masih bujangan, naik motor ke sini ,sekarang sudahbersama anak istri, cuma yang sekarang jalurnya lain, bukan dari Blitar tapi saya ambil dari Kediri.

Candi Penataran dalam sejarah disebut juga candi Palah, berada di sekitar Nglegok-Penataran.kalau ditarik garis lurus dari Trowulan (Pusat Majapahit) sih dekat, cuma jalannya sekarang kan memutar. Candi ini didirikan sekitar 1194 pada masa raja Sri Sarweqwara Triwikrama Wataranindita Grengga lancana Digwijaya Tunggadewa.

Tingginya sekitar 3 tingkat dengan gerbang yang khas seperti di trowulan, pahatannya banyak bermotif ular dan binatang lain, area situs ini cukup luas, di bagian depan masih ada galian yang tampaknya (lebih) baru digali. Dibagian belakang candi hampir mirip dengan Borobudur, jadi kalau kita duduk menghadap lembahnya, terlihat luas hamparan sawah, ladang dan pepohonan (foto kiri bawah ke2). Jalan (umum) menuju candi sekarang sudah ada gerbangnya dan ditarik retribusi 2000 rupiah (foto pojok kiri atas), kemudian kita masuk ke area parkir dan berjalan sekitar 50 meter ke area Candi. Tidak ada pemandu seperti di Borobudur dan Prambanan yang tersedia dalam berbagai macam bahasa. Kita di pintu depan diminta untuk daftar tamu seperti di makam Bung Karno. Juga tidak ada larangan apapun ketika masuk candi seperti ke Borobudur.

Jalan menuju daerah penataran dari Pare - belok kiri pas di polsek Plosoklaten ( Kediri), kalau dari kota kediri ya lurus saja. Jalanan mulus, kita akan melewati daerah Wates Kediri ( waduh . . jadi inget jaman semono . . . wates . .wates . .sik ono nggak yo arek-e?) kemudian akan melewati area Sabo Dam- (foto kanan bawah 3 dan kiri bawah 3) , orang sana menyebut dengan daerah laharan, dam yang dibuat berlapis untuk menahan lahar dingin dari letusan Gunung Kelud agar tidak liar hingga ke kota Kediri.
Saya tidak menyangka bahwa anak anak saya sepertinya suka lihat candi, mereka berfoto sana sini dan naik turun berkeliling candi.
Saya kira sebagai alternatif rekreasi anak juga cukup baik, karena mungkin bosen keTime Zone lagi ke Bombom car lagi. Candi Penataran jangan anda lewatkan kalau ke Blitar atau ke Kediri, kalau saya sih memang suka yang seperti ini dari dulu maklum . . . orang kota . .he he he

Makam Bung Karno Presiden ke-1 Indonesia dan Proklamator
Waktu muda , waktu kuliah dulu saya naik motor ke sini boncengan sore sore, dari kota Blitar ke arah utara. Sekarang bersama keluarga dari arah Kediri ke selatan. Jika candi Penataran ada di Wilayah Kediri maka makam pak Karno, yang 10 km dari Penataran, berada di wilayah kabupaten Blitar.
Dari sekitar 100 sebelum makam, pemuda setempat sudah menawarkan parkiran di pinggir jalan, sama dengan Borobudur , berkarcis 5000 rupiah. retribusi 2000 rupiah per orang, sama dengan di candi Penataran, Kemudian kita jalan kaki ke arah makam di kiri jalan, dan seperti biasa mengisi buku tamu sambil ditawarkan untuk mengunjungi museum Bung karno di sebelah kanan dari kantor pengelola.Kebanyakan pengunjung langsung ke arah kiri, ke makam ( foto bawah tengah), pedangan bunga untuk tabur bungan juga tersedia, kebetulan hari itu makam sedang dibuka, jadi banyak juga orang berdoa di depan makam beliau, biasanya dilindungi kaca sehingga pengunjung tidak dapat memegang makam.
Pintu keluar makam diatur seperti di Borobudur, jadi pengunjung diarahkan melewati pasar sentra kerajinan dan oleh oleh khas disitu, pertama pasti kaos, t-shirt bergambar proklamator tersebut dan sepertibiasanya , batik dan kerajinan tangan lainnya. Harga ? sangat wajar termasu tidak mahal. anak saya nanya kenapa dimakamkan di sini? he he he . . .

Ohya , foto yang lagi nyanyi adalah lagi karaoke di rumah saudara saya di Jengkol, di tengah malam yang dingin, diantara kopi panas dan kueh-kueh kita nyanyi terusss . . . he he he . .

Surabaya - Kediri via Ngoro - Pare ( 100 km)

Mumpung libur, nyoba route baru ke Kediri. Rute umum adalah Surabaya - Krian - Mojokerto - Jombang -kertosono- Kediri ( sekitar 130 Km), saya coba lewat jalur tikus, katanya yaitu lewat Ngoro kemudian ke Pare-Lalu Plosoklaten dengan tujuan beristirahat di sebuah desa kaki gunung Kelud yang sejuk.
Start dari Surabaya Sore, jam 4 an, ke aarah Krian, terasa sekali lebaran nya , sangat ramai namun lancar, melewati daerah urban bahkan daerah industri, terasa sekali geliat kota dengan banyaknya perumahan baru.
Selepas Mojokerto, di Mojo agung saya belok kiri arah Wonosalam, Sooko dan ngoro. jalan tidak terlalu besar, jalan kecamatan lah, cuma bagus meskipun tak terlalu bagus. Pemandangan sore adalah pemandangan ladang dengan kawanan burung kuntul (blekok) yang berkerumun di ladang lalu terbang, kebanyakan kebun Jagung yang baru dipanen atau tebu. Sampai di Pare yang cukup ramai sudah sekitar jam 7, bagi yang pertama lewat kesitu ya pelan pelanlah, karena rambu agak menjebak dan kurang runut, jadi anada bisa kesasar kalau cuma berbekal rambu petunjuk jalan.
Menginap di Loji di Penataran Djengkol, di kaki Gunung Kelud dan Gunung Klotok, angin lembah betul betul sejuk, temperatur sangat ideal 24 C, air yang berlimpah, anak anak saya jadi betah main air, saya juga he he he mandi sepuasnya sehabis jalan jauh dari Jember-Surabaya dan Djengkol he he he, besok ke Candi Penataran dan ke makam Bung Karno.

Holiday /Lebaran Trip : Bekasi - Jember 1113 Km, lewat jalur utara lalu selatan Jawa (2)

Jogyakarta - Solo-Kartosuro- Sragen-Ngawi-Nganjuk-Jombang-Mojokerto-Pasuruan-Probolinggo- Jember ( +500km)

Jogya ke Ngawi saya jalani siang hari, 17 September 2009, Jalanan sangat mulus, lancar, rambu-rambu sangat jelas, untuk anda yang belum pernah lewat dengan berkendara sendiri, no paroblem, silakan coba , siang atau malam, jalur ini sangat layak dan baik. Saya lewat Mojosongo di Solo, daerah yang pagi itu di grebeg oleh densus, dari dekat terlihat mobil2 stasiun Tv yang meliput di kawasan yang kering itu, sepanjang daerah itu coklat kehijauan karena kemarau, dan hampir tak terlihat ada kampung dari jalan raya, makanya cocok untuk ngumpet he he he . .kaliii . .
Tancap terus ke Ngawi kabupaten perbatasan jawatengah dan Timur, setelah pesantren Gontor putri (?) saya belok kanan ke arah Paron lewat Ngrambe, si teteh yang kerja di rumah saya bilang salah jalan, harusnya lewat Ngawi saja, dia belum tau yang bawa mobil mantan Trainer Lorena he he he . . .
Rasanya jauh, lewat Walikukun, Midodaren terusss naik ke kaki gunung Lawu (30 km) , pantes kata si teteh kalau naik ojek 100 ribu ! , di pertigaan Ngrambe saya belok kiri arah Paron kemudian ke kanan ke Jogorogo lalu Kendal rumahnya pembantu rumah tangga kami. Jalan Ngrambe - Jogorogo turun naik cukup ekstrim tpi jalannya tetap mulus . .

Kesimpulan saya, pembangunan prasarana jalan kayaknya sudah baik dan layak juga merata bahkan hingga ke pelosok seperti itu.
Aneh juga makan kupat tahu ala Ngawi, kok nggak pake bumbu kacang ? cuma kecap doang . . katanya yang pake bumbu kacang namanya kupat pecel . . .laen lagi . . coba kalau ada ketoprak ini lebih cocok dengan lidah kami.

Ngawi - Jember via Gempol ( tidak lewat Surabaya)- 350 km
Start agak sore dari Ngawi, Jalanan mulusss rata, rambu sangat jelas, diperjalanan paling paling ketemu dengan Bis malam solo -Denpasar (Bali) yang memang melintas ke di Gempol juga sekitar jam 8-9 malam lah.
Tidak ada hambatan dari sarana jalan dan rambu lalulintas membuat perjalanan keluarga saya semakin lancar dan menyenangkan, jam 1.30 pagi sampailah saya di rumah tujuan di kota Jember, setelah 1113 Km odometer kami muter terus.

Holiday /Lebaran Trip : Bekasi - Jember 1113 Km, lewat jalur utara lalu selatan Jawa

Jakarta- Cirebon - Tegal-Pekalongan -Weleri ( 374 Km)- 16 Sep 2009
Masuk Toll Jakarta Cikampek masih lancar tak terasa suasana mudik karena memang rata rata kantor libur 18 September. Keluar Gerbang Cikampek ( jam 17.30) langsung macet total, disekitar sini mungkin ratusan polisi siaga, saya lihat pasukan polisi motor trail menyebar seperti akan mengurai macet, butuh sekitar 45 menit untuk sampai dipertigaan Jomin (belokan keluar kota Cikampek) padahal paling cuma 3 km, ternyata lalulintas tidak di belokkan ke kanan tetapi malah di luruskan ke kota Cikampek ? what ?, wadddu . . . saya sudah tidak bisa mengerti rencana pak polisi ini, karena di ujung perempatan kota Cikampek adalah Pasar, pertokoan dan rel Kereta api, benar saja, kami mutuh waktu 1 jam lagi untuk bergemas ria dengan peratutan ini, aneh memang?, eeeh di Cikampek, dipusan stuck nya lalulintas hanya ada bebera polisi yang tampaknya seperti hari hari biasa saja, tidak seperti di pertigan Cikopo keluar toll Cikampek yang siap tempur. sabarrrr . . . . . sabar . . . gak bisa juga, ratusan polisi tak bisa juga mengurai dengan cept kemacetan yang 'langganan' ini, yaa sabar ya pak polisi, tahun depan lebih baik deh . . .terimakasih sudah dijagain, diatur juga tengkyu pak polisi. Ketika antrian bergerak di sekitar jalan Cikopo - Cikampek , muncul para 'joki' penunjuk jalan tikus, persis seperti di Ciawi arah puncak, cuma kalau di sini mereka berteriak' Cirebon ! cirebon ! " heh ? Cirebon ? . . cirebon bapak lu?!, saya jadi kesel juga, kesel sama polisi yang aneh mengatur arah kok jadi ke Cikampek, dan kesel sama efek yang ditimbulkan, karena banyak juga mobil yang menuruti mereka masuk ke gang-gang kecil, jalan tikus menuju simpang Jomin Fly over . . cape dee . . . . .

Selepas Cikampek, lancar abiss, para penumpang yang saya bawa ( he he he) sudah buka puasa sambil kami tetap melaju, bak bis malam saja he he he. memang sengaja saya jalan sekitar jam 7 malam agar tak terlalu banyak bersaing dengan bis malam jurusan Jawa timur, meskipun sekitar jam itu bis malam jurusan jawa tengan bersamaan melaju di jalur pantai utara jawa barat.

Jalan raya pantura (pantai utara) benar benar mulus . . lus dengan marka jalan yang jelas dan sangat recomended untuk dilalui jam berapapun !
" Tips : menyalip di pantura sudah lazim dari kiri, jangan mengharap dari kanan seperti biasanya karena truk truk dan kendaraan yang lebih pelan lainnya akan tetap berada di lajur paling kanan"

Toll Cirebon : Palimanan -Kanci - Pejagan ( Palikanci)
Karena lancarnya perjalanan maka kami sampai di tol Palikanci seperti perjalanan bukan di libur lebaran. Jalan toll baru ( Bakri Toll) yang membelah wilayah Cirebon ke arah Ketanggungan ini belum selesai, tapi karena lebaran, dibuka juga agak darurat, petunjuk arah menunjukkan "ke Purwokerto- Jogya", ternyata betul, di Pejagan, semua mobil diarahkan ke kanan, ke arah ketanggungan ( 3 km dari keluar toll), padahal pantura adanya di sebelah kiri ( harusnya belok kiri), makanya saya langsung putar arah, diantara kebun bawang merah kiri kanan jalan, daripada ke Purwokerto mendingan ke Tegal (tujuan semula).
Sampai di perbatasan kota Tegal setelah 6 jam saya nyetir lelah juga, langsung saja istirahat di sebuah pom bensin besar yang biasa saya singgahi, di sana memang tersedia tempat istirahat dan jangan lupa" tukang pijit" untuk mengendorkan otot yang tegang dan capek. Ngopi, makan dan pijet he he he . . . .
Tancap lagi dengan tujuan simpang Weleri (Kabupaten Kendal) ke arah Temanggung.

Weleri - Parakan - Kedu - Magelang - Jogya ( 130 km)

Ternyata jalan ini tak se'heboh' seperti yang dimuat dalam situs resmi Pemda kabupaten Kendal, dimana disebutkan 'jalur Weleri - Sukorejo- Parakan-Temanggung sebagai " Jalanan naik turun, kiri kanan Jurang, jalan bergelombang, tanah tidak stabil " waduuu??, ternyata biasa aja . . bahkan Bis malam Handoyo dari Jakarta Ngebut di sana . . .
Saya lewat jalan ini sekitar Jam 3 pagi, biasa saja , sangat layak untuk dilalui meskioun malam hari, jalan memang naik turun, jurang? ya biasa laaa, seperti di Mrawan - Banyuwangi Jatim dan banyak daerah di Jawa barat.
Justru yang seharusnya di sebut oleh pemkab Kendal adalah, sepanjang jalur ini hampir tidak ada fasilitas bengkel atau tambal ban, tidak ada restoran 24 Jam ( malam hari) karena bukan daerah Wisata kayaknya , cuma lewatan ke arah Temanggung dari Weleri. Kesimpulannya , good, jalan bagus layak sekali, rambu cukup.

Candi Borobudur -Candi Mendut
Jam 6.30 pagi, kami sudah di parkiran Borobudur (Magelang-Jateng)sebelah kanan, mendekat ke toilet laa he he he, toiletnya lumayan bersih cuma kecil, jadi kurang enak kalau buat mandi.
Borobudur sendiri sudah bukan sejak jam 6 pagi, banyak bule yg sudah masuk. Ticket masuk 22.500,- whorted sekali, camera masuk bayar 10 ribu, tidak boleh bawa makanan kecuali air minum kemasan, semua makanan harus titip di locker dekat loket.
Sehabis loket masuk maka pengunjung akan melewati detector seperti biasa kita masuk sarana umum mall atau kantor. Secara umum lingkungan Borobudur bersih dan terawat, harus dong . . .

Souvenir dan makanan di Borobudur
Murah, itu kesan saya, bagaimana tidak, di kawasan wisata se terkenal itu harga harga masih umum, bahkan bukan harga wisata. Souvenir yang 3000 rupiah bisa jadi 750 rp saja, yang 30 ribu bisa jadi 10 ribu saja akhirnya.
Santay saja, bahkan kalo santay , beli souvenirnya pas pulangnya saja, mungkin jadi dapet seperti harga saya itu. Cuma kalau beli kaos, t-shirt lihat dulu, ukuran dewasa atau anak2, karena harga boleh murah tapi bukan untuk kita tapi untuk anak anak ukurannya. Replika patung ukuran kecil dari batu ditawarkan 25 ribu, sabar saja anda bisa dapet 10 ribu- 12 ribu.

Makanan ?
Murah dan wajar lah, standar, nasi goreng 10 ribu, nasi campur 10 ribu kan biasa . . minuman juga begitu, wajar sekali dan rasanya ok laa . . . ., bule bule juga banyak yang ngopi dan makan di warung warung di sekitar pintu keluar Borobudur.

Candi Mendut?
Ini sih tepat di pinggir jalan raya, kelihatan sambil lewat atau parkir di sebelahnya, jadi kalau dari borobudur mau ke Jogya hampir pasti kita lewat candi Mendut. Cuma jika kita habis keliling borobudur, lihat mendut jadi kecil sekali dan sepi.

Candi Plaosan,Kalasan dan Prambanan?
Terus saja dari Jogya ke arah solo, kita akan lewati kawasan candi-candi itu di kiri kanan jalan,rambu rambu petunjuk jelas untuk kita bisa singgah melihat, yang terbesar setelah borobudur ya Prambanan, adanya di kiri jalan, karena tinggi dari jalan kelihatan juga puncaknya yang masih ditopang oleh skyfold sehabis gempa Jogya dulu itu,

Kesimpulannya ?, Jalan dari Bekasi ke Borobudur baguusss, mulusss rata, harga harga wajar menyenangkan untuk perjalanan santai sekeluarga
Oleh-oleh
Muntilan : Tape ketan Muntilan
Magelang : Wajit Week

Minggu, 13 September 2009

Menggaruk Orgen seperti gitar why not ?, cobain trik saya . .


asayagiri.blogspot.com

Ini khusus di Roland E 50 ke atas ya.
Anda bosen main orgen? coba ini trik dari saya ( he he he) main gitar segitar gitarnya tapi di orgen !, yes sungguh di orgen. Bukan hanya karena memang di sediakan, tetapi ini juga menggunakan "kesalahan" cara pakai orgen . . . tapi mengasyikan, bagaimana tidak, orgen kita "garuk" (strum) seperti gitar bukan di pencet dengan jari seperti biasa, tapi orgen kita jadikan benar benar gitar !.

Lihat foto yang dibawah, saya peragakan jari kanan saya 'menguncup" seperti memegang 'guitar picker' (plastik pemetik gitar), seperti main gitar saja lalu kita gerakkan seperti menggaruk gitar atau memetik satu satu senar gitar , seperti posisi itu, hasilnya . . .???? bagi anda yang tidak biasa mendengar suara ini pasti, ini pasti akan menganggap si pemain memainkan gitar, realy !

Suara gitar di Roland ini ada dua, yaitu acoustik dan electrik, dua duanya paten, bisa menipu telinga yang tak familiar dengan orgen Roland, cuma . . . . .ini cuma . . kalau fungsi ini kita mainkan seperti kita main orgen, dimana jari mengembang seperti main piano gitu, tuts nya kita tekan satu satu . . maka akan kelihatan rada aneh memang bagi yang belum biasa kenapa?, karena tidak kelihatan real gitarnya . . kalau di garuk macam saya itu waaaw . . . cobain deh . .

Pernah - ada rasa cinta . . . .
antara kita - kini tinggal kenangan . .

cobain itu lagu Geby (mpek mpek kali . . .gaby?) atau Caramel yang sempat rame . . .pakai fungsi garuk ini . .

Memang ini adalah cara memakai atau cara "memainkan orgen yang salah" . .lho kok salah?, iya ini adalah cara yang salah yang "tak lazim" karena saya "menggaruk" tuts . .apa ya namanya " scrathing" kali he he he he . . jadi benar benar kita anggap si orgen itu gitar dengan posisi seperti dalam foto, kita anggap tuts itu senar dari mulai senar gitar no.6 (paling besar) hingga senar nomer 1 (senar gitar paling kecil), coba bebas saja kita mainkan lagu lagu santai yang cocok dengan genjrengan (struming) gitar . .

Tapi meskipun salah . . enak, mungkin ini sangat tidak recomended , tidak disarankan oleh para guru orgen, karena menyalahi kaidah , cuma ya . . ini bisa kita buat demo kalau kita sedang di panggung . . .

Caranya ? Guampang . . .
Tekan fungsi gitar ( lihat gambar) maka screen akan berubah seperti gambar diatas, kemudian pilih jenis gitar , electric atau akustik, nah disana sudah dipisahkan seperti pada gambar, ada bagian yang berbunyi seperti senar gitar satu satu, ada yang berbunyi , jika ditekan satu tuts bunyinya seperti kita 'menggenjreng 6 senar gitar dengan chord yang sudah benar" dan sudah disediakan beberapa variasi struming ( menggenjreng) . .

pokokmya cobain . . garuk itu orgen . . .

pernah kucoba mencari pengantimu . . . .
namun tak lagi kau seperti dirimu oh kasihku . . .

Selasa, 01 September 2009

Puasa ? tetep nyanyi . . . . "Bukan hanya" dari Crist Kayhatu - 80an

asayagiri.blogspot.com
Sapa takut? . . puasa nyanyi jalan terus . . . ( revised 040909)

Kapan? ,habis sahur main orgen nya, cuma nggak pake ampli, terlalu brisik, jadi langsung saja di orgennya, sampe istri saya bilang, tidur lagi ntar ngantuk, allaaa . . santay aja, ini mau nyanyi dulu, lagu khusus request dari boss saya . . .ini lagu favorit beliau, jadi . . .jreng aja nyanyi.

Pertama saya ucapkan terimakasih buat Kang Adjie si kasep si bageur, owner dari Blog "Dari Bandung dengan Cinta" dimana saya dapat em pe tiga -lagu ini dan banyak lagu lain, nuhun pisan kang . . .karena lagu ini termasuk agak jarang, ada juga di blog tebengan yang cari duit doang. SKedua saya mau salam sama boss saya , silakan boss . . . .sekarang juga saya paste lagu ini di kanan agak ke atas halaman ini, silakan ambil kalo mau.

Sebenarnya lagunya sederhana namun lagu ini termasuk lagu yang 'rame' maksudnya cenderung agak sibuk main dan nyanyi nya, dan cepat temponya, cuma memang enak sih, selain lagu lainnya dari Crist Kayhatu (alm).
Saya main tetap di Roland E 50 dengan setelan seperti ini.

Grup Style : Latin
Style . . . . .: Cuba Calsa, ada di page 2 ( di Yamaha atau merek lain mungkin sejenis Salsa)
Tempo . . . : 107 ( atur aja kalo kecepetan)
Variation . .: 3 dan 4
Cover . . . . : Original or Pop atau Live Band ( baca music cover di blog ini)
Main di . . : C aja biar gampang ( kata boss saya he he he . . .)

Kayaknya nggak usah di cover juga sdh enak deh, mau di cover juga boleh dengan pop atau live band. nggak dicover juga terutama di variasi 3 dan 4 sudah mendekati lah, justru kalau di cover jadi banyak cow bwll nya (suara kalung sapi).
Nah, bagi anda yang sedang belajar dan punya roland , silakan bedakan antara cover "Pop" dengan "Live Band" enak mana ?, live band? , silakan deh. ( sory kalau salah chord, maklum belajar- nanti saya betulkan lagi deh . .)

FM7- E7 - FM7 - E7
FM7-E7 - Dm7 - G - C
Ab7-Gsus

C . . . .E7 . . . . . . . Am - G-
Kau yang mencuri hatiku
Gm-.F#M7- FM7 .D7 . . . . . G
sedari pertama . . . .kita bertemu
F#M-FM7. . . . Em . .A7
Sunyi di hidup i . . . .ni
. . .Dm7 . . . . . . . .G . . . . . . . .C
serasa berganti seindah pelangi

chord sama
Dan Kau - kau satukan hatimu

ketika hatiku dimabuk rindu

Namun mengapa kini

kau biarkan hati dimabuk cemburu

G
Bukan hanya cumbu rayu di malam bisu
G
bukan hanya kata masa masa bahagia
G . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .C
Bukan hanya mimpi indah janji setia
. . . . . . .F . . . . . . .Cdim . . . . . . . .G
Dalam pinta dalam damba hidupku
E7 . . . .Am. . . . . . . . . . . . .Em
Walau matahari terbit dari bumi utara
FM7 . . . . . . . .Dm7 . . .G . . . .C
Akupun tetap sayang padamu
E7 . . Am . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Em
Mengapa tak kau mencoba mengerti hidup ini
F . . . . . . . . . . . Cdim . . . . . . . . . .G
Begitu jauh jalan harus ku tempuh

( Ulang . . Dan kau . .)

Gimana ?, sok atuh coba . . . gampang pisan . . lah.

Crist Kayhatu - Bukan Hanya