Rabu, 28 Januari 2009

Carilah style sampai ke negeri Denmark . . .sebab di negeri China nggak ada . .

He he he . . . itu bukan hadis bukan kiasan . .tapi memang harus begitu.
Lho nyari style atau nyari song ? (midi), saya sendiri hampir dikatakan tak pernah memutar song ataui midi itu di orgen saya, jadi kalau saya test orgen saat akan dipakai nyanyi bersama misalnya, (check sound) saya pakai 'demo' nya saja . . .habis itu coba nyanyi, itu saja.

Agak disayangkan memang bagi pemilik orgen selain Yamaha, hampir bisa disebut bahwa tidak ada situs yang mengklaim dirinya sebagai situs tidak resmi dari merek tertentu selain situs pak Jorgen Sorensen (Denmark) ini, dia menyebutnya sebagai situs tidak resmi dari Yamaha, memang pantas, dan dia sendiri mengelola situs ini sudah belasan tahun. Meskipun ada di situsnya Others Brand , yaitu link ke situs Orgen merek lain selain Yamaha , tapi yaa, tak selengkap Yamaha lah.
Silakan coba bagi yang belum :

jososoft.dk ,

Naah, untuk pemilik Yamaha, dari yang jadul sampai sekarang ada di sini, tapi merek lain seperti Rolad , Korg, Technics, Ketron, Solton, Wersi juga ada.
Cuma . . . . Jangan harap ada dangdut, campur sari, sunda . . . ndak ada mas . . . adanya pop doang, ya terimakasih dong, gratiss, meskipun juga dia link kan ke yang berbayar.
Jadi ?, ya coba dong, style Turki, Arab ,Brazil, Mexico dll
1. Down load dari situs yang dimaksud
2. Unzip kalau dia di Zip
3. Seleksi, yaitu setel di orgen kita, buang yang diperlukan, sebab banyak style yang jauuh sekali dari selera kita bahkan aneh ketukannya, aneh iramanya, terlalu cepat dll.
4. Rename, kita beri nama yang cocok untuk lagu apa ?, meskipun banyak style yang sudah dinamai sesuai lagunya, terutama lagu pop barat ( style song barat) banyak sekali.
5. Nambah deh koleksi style kita . .
Tapi yaa, jangan keasyikan mengkoleksi, bisa bisa pusing sendiri karena kebanyakan tapi yang bisa dipakai langsung paling cuma berapa yang cocok untuk lagu pop indonesia, karena kayaknya banyak yang hampir sama,
Akhirnya, kalau senggang 'edit' lah itu style style hasil 'mulung' kita itu . .
selamat mencoba jadi pemulung style,
kalau di Hand phone ada istilah fakir miskol , orang yng terima misscall doang (bukan fakir miskin),
di orgen ada fakir mistail (miss style), yaitu seperti saya mulung style dari mana mana . . xe xe xe xe . .

Selasa, 20 Januari 2009

Fungsi lain dari INTRO dan ENDING

Apa kabar ? bapa ibu . . .
masih terus praktek ? iya mencet-mencet Orgen ?
Harus dong . . kalau mau cepet bisa harus terus di tekan tekan itu tuts orgennya.
Saya mau cerita lagi tentang fungsi sampingan dari intro dan ending dari sebuah style (musik pengiring), begini . . .
Dalam orgen kita terdapat ratusan suara atau tiruan suara dari berbagai macam alat musik, dan karena hal ini untuk dimainkan dengan tangan kanan maka adanya di sebelah kanan dari layar orgen kita. Cuma . . berapa puluh yang biasa kita pakai ?, berapa macam perpaduan kita gunakan ? iya perpaduan antara suara kanan 1 (Right 1) dan layer kedua yaitu sura kanan ke 2 ( Right 2) . . nah ini dia . .
Ngulang dulu,
Intro adalah . . itu tu yang musik yang biasa ada di awal lagu dan Ending adalah musik yang juga biasanya sebagai penutup lagu.
Ini ada di tiap orgen, merek apapun, cuma bedanya dalam jumlah variasi intro atau ending ini. Ada yang cuma 2 Intro dan 2 Ending tapi ada juga yang 4 Intro dan 4 Ending.
Maksudnya, intro no.1 adalah yang paling pendek, bisa berbentuk 'aba-aba' saja memakai suara bagian drum " cek- cek- cek" 3 kali, atau berbentuk suara roll drum " tak tak, dung dung dung " jreng . . gitu, atau Intro yang panjang adalah seperti musik biasa saja cuma lebih panjang.

Saya sendiri sudah tak pernah lagi memakai Intro dan ending ini selain Intro ke 1 dan ending ke 1, lho ? kenapa ?. Karena intro dan Ending lagu kan bebas atau sama dengan asli lagunya, jadi kalau kita memakai bawaan orgen itu adalah reka-rekaan si pembuat style pabrik saja, atau bahkan sesuai denga salah satu lagu tertentu, misal style Sunshine Jazz di Rolland E 50 adalah dari lagu You are the sunshine of my life-Stevie Wonder.



Jadi apa fungsi lain dari Intro dan Ending itu ?
Fungsinya adalah " Menambah pengetahuan Penggunaan Sound"
1. Bunyi alat musik apa yang cocok untuk lagu tertentu ?
2.Bagaimana melody si alat musik tertentu dimainkan, bagaimana ayunannya, bagaimana panjang pendek ujung nya.

Bagaimana cara belajarnya ?
1. Pilih style apa saja di orgen anda
2. Tekan Intro atau ending 3 atau 4
3. Dengarkan melody nya - STOP
4. Buka style make up ( Roland E 50) - ON > tekan SOLO
5. Geser -cari suara yang dikehendaki, ingin diketahui
6. Lihat ke sebelah kanan orgen, tombol mana yang nyala
maksudnya gruo suara (string ?, guitar ?, orgen dll)
7. Tekan tombol yg nyala itu . . . Naah ketahuan lah ternyata
bunyi tadi itu adalah si Soprano Sax, atau Octave string . . atau Guitar Akt2 dsb dsb . . . .
Coba kita ikuti permainannya, seperti yang ada di Intro atau ending, tirukan . . . ternyata gak gampang ya . iya lah yang main di dalam style pabrik tadi kan jago orgen pastinya, tapi terus tiru saja coba.
Nah, kita jadi semakin tau sekarang, untuk apa ratusan bunyi itu disediakan, pake dong . . jangan cuma itu ke itu aja, string lagi, gitar akustik lagi, Piano lagi . . . coba dong yang lain . . buannyaak yang enak enak.

Jadi, ternyata banyak kemungkinan untuk membuat sebuah musik pengiring menjadi lebih menarik dan lebih enak di dengar, ya dengan sound-sound tadi itu . . dan kita jadi tahu, bahwa meskipun kita sudah mengetahui alat musik apa untuk lagu seperti apa ternyata perlu teknik juga untuk mengeluarkan suaranya - Seberapa kuat atau lembut tekanan jari kita
- Seberapa dalam Pitch Bend (tekuk nada) di tarik
- Kemana si pitch bend itu di tarik naik atau turun ?, ke kanan atau kiri ?
( Roland ), maju atau mundur, ke atas atau Bawah ? (Yamaha) . . .

OK? . . coba deh . . .

Senin, 19 Januari 2009

Nyanyikan saja lagu lama itu . . .

Ketika kita diminta bantuan untuk mengisi acara dan kita sudah baca audiens kita, misalnya para ibu , seperti saya kemarin, dan saya benar benar sendiri, tanpa penyanyi ( ada sih teman yang bantu2) kita sikat saja dengan lagu yang agak menyentak memory audiens dan dan memang jarang dibuat sebagai lagu pembuka.

Banyak sekali penyanyi atau pemohon lagu membuka acara dengan lagu "Pertemuan"pa Mus K Wirya dengan irama bosas:

Pertemuan malam ini tak kulupakan
Pertemuan kali ini membawa kesan
Walau sejenak bertemu - hanya sekilas memandang
Cukup Memberi kenangan _ indah dan kudus

ya, lagu ini adalah yang termasuk paling sering dijadikan lagu pembuka, cuma menurut saya agak tanggung, karena suara penyanyinya terlalu nyantai dan musiknya memang sangat santai.Kemarin , di Taman Mini itu, ketika audiens sedang makan siang maka , mik saya ambil alih dan saya lantunkan lagu, dengan nada cukup tinggi, dari Pance . . .

Mungkin lebih baik begini
Menyendiri di sudut kota ini
Ku tutup pintu hati untuk semua cinta
Walau batin ini menangis . . . .

Saya ambil nada maksimal suara saya, sambil saya nikmati lagunya. Benar saja banyak sekali ibu-ibu yang mulai turut menyanyi sambil malu malu . . kemudian beberapa mulai mendekat ke arah panggung orgen dan bersama saya menyanyi, beberapa ibu lagi mulai rebutan buku lagu yang saya sediakan di sekitar situ, dan memang , isi buku lagu itu Oldies atau Lansia semua . . . mulai lah acara nostalgia di mulai . . . kenapa?

1. Karena jarang sekali lagu lagu seperti itu keluar di panggung orgen, karena biasanya ibu2 atau kita melihat lagu pertama di panggung adalah 'Sahara' , 'Ketahuan' atau' Jangan Pura-pura' di panggung dangdut, atau Pertemuan. Sepanjang Lorong gelap (Dlloyd) di panggung yang berbasic pop, jarang Pance keluar, apalagi lagu2 itu . . .

2.Lagu itu meskipun lagu Lansia (lanjut Usia) tetapi sangat melodius bagi kuping siapa saja, terserah nanti kesannya, cuma saja penyajiannya harus prima, jangan suara asal asalan.

3. Style yang dipilih lain, khusus lah. Karena bagi yang sering denger orgen lama kelamaan akan kenal suara orgen, o ini Yamaha . . . oh ini Roland . ., benar benar bisa hafal,bahkan hafal keanehannya, apa misalnya ?
Perhatikan Fill In Yamaha, banyak yang saya anggap aneh, seperti kesandung sandung dan murah. Maka untuk lagu2 yang kita nyanyikan memenag harus disiapkan style yang khusus dan "kepegang" sama kita.

4.Buku lagu yang se-arah dengan musik utama kita harus sudah lengkap tersedia, sehingga lagu senada , se genre, "pasti" akan di request !, Kemarin ada beberapa yang nyeletuk, "jangan lagu lansia melulu dong" tetapi lebih banyak peserta atau undangan yang terus bernyanyi lagu2 lama itu, akhirnya yang nyeletuk itu jadi turut nyanyi juga, bahkan terus gak berhenti . .

Jadi ?
Nyanyikan saja, lagu lagu lansia itu

Minggu, 18 Januari 2009

Di Museum Indonesia TMII ( Taman Mini Indonesia Indah) ibu-ibu itu jadi anak anak lagi . . .

Halo lagi ni . . .
Ini acara minggu kemarin di Taman Mini Indonesia Jakarta, acaranya bertepatan dengan Ojek Race Global tv, acara itu di parkiran, acara saya di sebelahnya di Museum Indonesia. Acara kita adalah acara kelurahan, acara ibu-ibu kader PKK . . waduuh biasa kalo ibu -ibu ngumpul anda harus mengkalikannya jadi 2 kalinya, jadi kalau ada ibu-ibu 600 orang, itu sama dengan 1200 orang bapa bapa he he he he . . . ( ngerti kan ? he he he he)

Ada 22 RW, semua memberi sambutan dalam acara itu, ini baru sambutan . . 22 RW !, saya sebagai tukang orgen bete he he he . . .
MC mengumumkan " ibu-ibu . . sambutannya tak perlu pake yang terhormat ini yang terhormat itu, langsung saja !, kita sudah tahu kita menghormati semuanya " ( wik !), bener saja semua sambuta jadi secepat kilat, ada yang langsung puisi, ada yang langsung nyanyi . . .
Naaah ini dia . . . sebelum nyanyi, si ketua kelompok noleh ke saya . . ." tolong ,lagu Jamrud, 2 bait tapi dilanjutkan dengan lagu munajat cinta reff nya . . naaah . . . .ini baru . .( saya jawab OK mam . . .), ini harus, harus sukses . . pelangi di matamu langsung munajat cinta . . .sukses . .

Semakin siang, setelah acara utama selesai, semua di diberi acara bebas, keliling taman mini, nonton panggung band di sebelah ( saat iru tampil Matta, Kangen band, Stephen and Coconut dll . .pas di sebelah tempat acara kami), setelah makan siang, sebagian keluar aula . . tapi sebagian lagi nyanyi bersama saya . . .

Biasaa . . . yang tak biasa nytanyi jadi semangat, lagu yang puluhan tahun tak terdengar jadi dilantunkan, ibi-ibu bilang " oh iya. . lagu ini . . oh iya lagu ini" semua jadi nyanyi bersama, saya terus tancap di medley saja dari lagu pop, dangdut, minang, jawa, batak, sunda, maluku terusss . . . .
Buku lagu yang tebal tebal itu dilahap ibu-ibu yang keranjingan orgen . ., untung saya sudah makan barusan ( cuma kopi yang belum he he he).
Ngemedley adalah salah satu cara yang paling jitu untuk menghidupkan roh nyanyi para peserta acara, jangan terputus, karena kalau putus maka reangkaian yang tadiunya sudah panas bisa jadi dingin lagi bisa basi . . . jadi saya cuma siap-siap mengautr tinggi rendah nada dasar saja, karena kebanyakan peserta tidak bisa memperkirakan Reff nya setinggi apa, biasanya yang penting depannya enak refnya mau ketinggian atau kerendaha, gampang bisa koreksi belakangan.
Ini memang bagian pemain yang harus mengira- ngira dimana pasnya lagu lagu yang dirangkai dalam acara medley seperti ini.
Jadi pemain orgen
1. Menentukan tinggi rendahnya lagu
2. memantau permintaan mendadak untuk belok ke lagu lain
3. kalau peserta blank, maka pemain orgen yang nyanyi, maka dari itu perlu ada mic yang khusus untuk pemain orgen, sebagai pemandu dan sebagai penyanyi tentunya.

Intinya acara ini sukses, ibu-ibu happy bahkan banyak ibu yang sudah lebih lanjut usia bernyanyi dan berjoget seperti remaja bahkan seperti anak2 SMP saja . . . ada juga yang bisik bisik ke saya . . " saya ini baru pertama nyanyi diiringi orgen lho . . ." dan ternyata ibu itu bisa .
melantunkan lagu favoritnya Mustika . . .lagu tahun 70an

Kala ku bernyanyi
dengan nada murni
itulah suara hati
suatu tanda seni . . .

dan . . .nyawer saya tentunya . . . he he he he, iya soalnya saya sendiri . . . nggak bawa penyanyi . . . ayo sawer lagi bu . . he he he

Rabu, 14 Januari 2009

Musim hujan begini, hajatan di rumah nanggap orgen, siap ?

Kalau acaranya di gedung sih gak usah dibahas . . . he he
Musim hujan begini ? banjir lagi. . . .
Kawinan ?, Sunatan ?, Slametan ? outdoor, di panggung depan rumah ?
WHY NOT ? kenapa nggak ? kalau sudah direncanakan oleh keluarga.
Cuma memang ada beberapa catatan yang inin saya kemukakan sehubungan dengan orgen mengorgen di musim begini.

Tenda/ Terop/ Panggung/balandongan (tenda2 juga)

Pastinya harus di check dengan saksama, sebab banyak tenda yang rapi dan bagus dilihat dari bawah tetapi 'terpal atasnya bocor ! atau tidak penuh menutup kerangka tenda sehigga berpotensi bocor, tempias atau bahkan jebol !
lhoo . . . . . saya sudah lebih dari 2 kali mengalami . . . .satu di acara umum satu lagi di acara keluarga sendiri . . waduu . . . .kempot . (repot . . .)
Ketika itu acara diadakan di halaman sekolah SD (SSD ? he he he), tiba tiba hujan turun . . orgen masih terus jalan dan penyanyi baru saja 2 lagu . . penonton yang semuanya warga mulai hangat dan mendekat ke panggung, hujan semakin deras . . . brol ! tenda jebol tepat di depan orgen !, si pemain bak elang menyambar kelinci . . . langsung memeluk orgen . . seperti menggendong bayi kesayangan ( penyanyi yang . . itu dibiarkan pontang panting turun sendiri).
Kejadian kedua adalah acara sunatan anak saudara saya, hampir sama, tenda dipasang di jalan depan rumah, malah kursi tamu di jajarkan di area tenda, jadi acara bukan di panggung tapi di jalan, tanpa panggung. Hujan dengan segera memberi sawerannya ke atas kami semua . . naaa . . ini lebih heboh lagi, kenapa ? karena air menerjang wilayah pemain orgen, membasahi kaki-kaki soud system, tempias di mana mana, kursi tamu juga sibuk diangkat dan dipindah, orgen apa lagi, sound system langsung dimatikan wah pokoknya ini adalah pemandangan yang euh . . .nyebelin.
Maka dari itu ada beberapa yang perlu diperhatikan mengenai tenda saat musim hujan begini
  1. Pastikan terpal bagian atas benar benar tidak bocor, mungkin EO (panitia keluarga) turut mengecheck ketika tukang tenda memasang itu di rumah kita.
  2. Perhatikan ujung tenda dan berikan sambungan tenda atau pastikan kalau hujan air tidak mengguyur area tamu.
  3. Untuk Orgen dan sound system, kalau bisa cari yang paling aman dari air, misal di salah satu teras rumah
  4. Pastikan aliran air tidak menerjang area prasmanan atau tamu dan Orgen
Orgen Tunggal yang disewa
Ya seperti tadi itu, sedang main orgennya lalu tenda jebol, acara berhenti, ini sih biasa . . tetapi bisa saja terjadi dispute, berselisih faham antara kita penyewa dengan si grup orgen, lho ?, Iya karena si orgen tidak mau main dahulu sebelum dipastikan area bebas air bebas tempias dll . . gimana ini . . . tamu tetap berdatangan saat gerimis tapi kok sepi . . . mana orgennyaaaa ???
Kalau yang main atau si grup itu teman akrab kita atau bahkan keluarga kita itu sih lain soal paling paling ketawa-tawa saat hujan dan ngunsi itu dan dengan fleksibel bisa main kapan saja dimana saja, tetapi kalau benar benar hal terjadi antara kita dengan grup yang cuma di rekomendasikan oleh kenalan, dan memang grup ini ambil resiko tidak mau main jika belum pasti aman ? , memang ini terlalu buruk tetapi hal ini saya dengar dari anggota milis orgen yang melihat kejadian ini, maka terjadilah ketidak nyamanan itu. Mungkin ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan
  1. Jika bisa, dimusim hujan ini, tempatkan FOH di tempat aman dari air misal teras beratap (itu tu ampli, equalizer dll yang bertumpuk di rak yang pake roda itu, yang untuk mengatur suara . . .front of house).
  2. Orgen juga kalau bisa di teras ber atap mungkin di rumah tetangga ?, kalau box speaker sih pasti ada cover anti hujannya, meskipun ini juga tidak menjamin.
  3. Jika harus di panggung juga, coba bicarakan kemungkinan acara terhenti karena hujan deras ini, apakah " waktu jeda karena akan diganti ?. Maksudnya jika 1 jam berhenti maka akan ditambah 1 jam juga dia main. Ada lho, janji dari jam 11 sampai jam 5 sore, karena dia profesional (?) pas jam 5 berhenti padahal masih ada yang antri nyumbang lagu dan di beberapa tempat justru jam 5 samapai jam 7 adalah paling banyak tamu datang, dia berhenti dan langsung merapihkan peralatan, tamu berdatangan . . . alat musik mulai digotong diturunkan dari panggung . . . lho? kata saya, kok udahan ? teman saya senyum saja, "janjinya memang jam 5" orgen dari mana? tanya saya " ini . . tetangga juga . ." eu ? surprise juga saya pas tahu yang main dia . . emh . . okey . . .kenapa pake dia ? " justru bukan saya yang ngorder, tapi besan saya . ." ooh . . .saya agak lesu juga . . . kasian juga teman saya ini, gak baik juga kalo saya ganti naik main orgen xi xi xi . . .
Meskipun begitu, saya juga pernah diminta mendadak untuk mengganti grup yang "pulang" ini, jam 5 grup " di pulangkan oleh panitia, jam 4 saya di kontek untuk "bawa badan", mana gerimis lagi . ., lho? kan orgennya ada? tanya saya di telefon " Iyya sekarang acara kamu . . . kita sdh siapkan penyanyi khusus di acara terusan ini" kata teman saya dari jauh. Penyanyinya adalah dia sendiri dia adalah BENY OK , yang kata saya saingan Dorce itu ( silakan baca artikel Benny Ok), yaa hujan hujan juga saya berangkat . . sehabis magrib acara saya sama dia dimulai . . .. namanya Benny . . . dalam acara terusan di sebuah kawinan itu kantong nya penuh dengan uang berwarna biru dari saweran bapak2 bos . . . surprise juga saya mengiringi Edy Lestaluhu tamu di hajatan itu ( tau kan ? pencipta lagu dangdut terkenal) melantunkan lagu Ani nya bang haji . . .
Ani . . .. Aaani . . .aku juga rindu . .

Senin, 12 Januari 2009

Satu Orgen di tangan dua orang : Bapa dan anak

Mungkin di rumah bapa dan ibu ?
Bapa nya suka main orgen, anaknya dipaksa belajar orgen dan kemudian menjadi suka atau juga jalan belajar orgen tapi kepaksa . . . .
Banyak anak yang kalau saya tanya "jika jadi pemain Band" tidak ingin jadi pemain orgen tapi ingin jadi pemain drum ! sampai sampai dia minta dibelikan "Dram Tam Tam" yaitu drum yang dijual di toko buku, yang suka di bawa-bawa pengamen di bis kota atau keliling perumahan kita . . . ., itu lho yang pake snare-snare ran (sner sneran, yang kayak tampah) dan Cymbal (ces-ces) , yang harganya ada yang 100 ribu atau 150 ribu, kedua adalah yang ingin jadi pemain 'melodi', lead guitar, intinya lebih keren ! kata mereka. Sedangkan si bapa ingin bisa orgen (tunggal) biar kalau ada acara bisa rame di rumah, gak usah manggil tukang orgen lagi.
Si bapa bekerja, dan pengang orgen jika libur atau saat senggang saja sedangkan si anak (SMP-SMA) main (mungkin) lebih sering karena waktu lebih banyak, tetapi si anak main orgen sehubungan dengan 'grup Band nya' sehingga orgen hanya digunakan sebagai 'synthesizer' sebagai sound generator, jadi fungsi 'pengiring' nya, accompaniment nya jarang digunakan. Ketika si anak di test sama sibapa maka nilainya jelek, karena tidak bisa mengiringi lagu2 si bapa
"ayo dong main lagu2 baru" pinta si bapa
"nggak bisa, bapa aja yang main" jawab si anak dengan malas
"lho . . . gimana, masa dari dulu nggak bisa, kamu kan sering main orgen ini" kesal si bapa.
Padahal kenyataanya, si anak sebetulnya sudah melebihi keinginan bapaknya, cuma dia jarang pamer kebisaan depan keluarganya, karena si bapak kubu nya beda, yaitu lagu oldies . . . yang tidak disukai anaknya. Bahkan si anak bahkan sudah mencoba membuat style dengan bimbingan buku, cuma lagi lagi style lagu anak muda sekarang dan tidak di pamerkan ke bapaknya.

Good !, bapa ibu, jika itu yang ada, itu modal yang sangat berharga, si anak sudah mulai suka, bahkan sudah mencoba otak atik orgen, dari pada ada orgen tapi 'di lewat doang', orgen dianggurin di rumah. Kita juga tidak bisa memaksakan apa yang kita harapkan tentang orgen ini kepada mereka, cuma justru kita nya yang harus giat berlatih, untuk kita sendiri, karena si anak bisa beda jalurnya, dia jalur Band, bukan jalur Ortung (orgen tunggal).
Saya pernah melihat di satu panggung, anak-anak (putri) dan bapaknya "bergantian" mengisi acara dengan genre lagu "yang sama !" ini hebat juga, jadi si anak bisa mengiringi lagu2 oldies (dengan gaya baru tentunya) , jadi bapa nya main orgen anak-anaknya menyanyi, kemudian anak-anaknya bergantian main orgen bapaknya nyanyi .. . he he he ini baru . . irit he he he , ya anak . . ya penyanyi juga . . jadi setoran seusai manggung muter di situ aja he he he . . . . .

bapa ibu, Jika anak anda tidak mau main orgen di depan kita, belum tentu dia tidak bisa, tapi mungkin takut dicela atau di test lagu oldies, jika dia tak mau bertanya pada kita, mungkin dia tidak mau dikenalkan dengan teman ayah nya yang nota bene 'tua juga" dan "tidak se genre" dengan anak kita, istilah mereka nggak asyik, nggak rock and roll !.
kalau bapaknya mungkin membayangkan penyanyi 'gedung tua" lagi lenggak lengok di panggung
siapa yang mau
menghuni gedung tua . . .
siapa yang sudi, singgah di hati ini . . . ( gedung tua) . . he he he he . . .

Sedangkan anaknya membayangkan 'seventeen' main di depan dia . .
Apa yang harus aku lakukan
Untuk membuat kau mencintaiku
Sgala upaya tlah kulakukan untuk mu . . . . ( syair lagu seventeen band)

Nah, saran saya buat bapa ibu yang anaknya 'diam-diam' sudah pandai main orgen, bahkan sudah mencoba membuat style (saya sendiri belum bisa membuat style), kapan-kapan minta dia untuk belajar meniru style buatan orang lain, yang bagus bagus, minta anak kita melihat lihat daleman style tersebut, dan tiru. Karena terkadang sebuah style jadi bagus dengan sentuhan2 instrumen atau pola permainan yang tidak kita duga. Style boleh sama tetapi beda bunyinya . . . sama sama style The Mercys tapi beda . . . . ( nah yang beginian tanya sama Antoni Pasaribu di blog nya . . he he he he).
Minta juga anak kita sering mendekat beberapa jenak jika nonton orgen tunggal, lihat gaya tangan pemain orgen itu, bapak nya lihat yang lain saja he he he he he . . .( lihat tangan pemain melodi itu . . he he he).

Jadi pa, bu
yang di mata kita susah, belum tentu di mata anak kita, mungkin di mata mereka sangat mudah
yang di mata kita enak banget, menurut mereka bisa kebalikanya, nggak rock and roll !
kita sih giat berlatih saja, usahakan juga lihat tangan pemain ortung saat dia perform, syut pake video atau HP juga bisa.
Saya juga lagi terus belajar . . .sama sama lah . . .

Jumat, 02 Januari 2009

Bersihkan Orgen lagi . . .

Tahun 2009 bukan sekedar tahu baru
tapi harapan-haparan baru.
Ingat bahwa Tuhan tidak punya jadwal untuk pembagian rejeki . . .
Ia akan selalu memberikan nya pada kita setiap detik.
maka mintalah orgen yang lebih bagus di tahun 2009 ini . .
mintalah sound system yang bagus . . .
minta dan berlatihlah orgen terus
agar kita lebih canggih main orgennya . . he he he . .

Setelah acara tahun baruan kemaren, jangan lupa bersihkan orgen nya lagi, karena mungkin malam kemarin dipake di luar, banyak orang nyoba megang, kecipratan saos sambel saat kita makan bakar ikan atau ayam . . he he he, mungkin malamnya cuma si lap pake tisu.
Liburan ini bersihkan orgen nya lagi yah
Orgen nya
1. Orgen di kuas dengan kuas kering khusus , yang itu tu . .
2. Bersihkan tuts dan body nya, pake spirtus is recomended by me, coba deh pake spirtus, akalao ada yang bening spirtusnya, pasti orgennya bebas minyak dan segar kembali.
3. Stand Orgen di lap pake lap basah, kanebo lebih baik
4. Tas Orgen di sikat lagi dengan sikat basah dan jemur sampai kering
5. Cover orgen, penutup atas itu lho, juga di lap pake kanebo dan dijemur

Buku lagu ;
6. Cek lagi jumlah buku lagu, kemaren dipake , ngelipet semua, kotor mungkin
7. Rapihkan halaman2 yang ngelipet

Kabel-kabel dan saklar dan mic (sederhana)
8. Lap semua kabel dengan lap basah, mengandung sabun dikit, atau pake spirtus . . lihat wuih hitam sekali bekasnya, soalnya yang satu ini paling k\jarang dilakukan
9. Bersihkan lap, colokan, kabel rol dll.
10. Lap lagi mic nya . . . segarkan

Okey . . ? siap latihan lagi, siap ngorgen lagi siap belajar lagi , saya sih dikit dikit . . terus . . aja, siapa tahu tambah bisa main orgennya, AYO !