Senin, 30 Juni 2008

Latihan Band ?, nggak ah, mending nyanyi pake Orgen sama istri di rumah

Sampai minggu kemarin masih ada dua orang teman (bapak-bapak) ngajak latihan band, ada yang minggu siang, ada yang malam, beda beda grup ada yang Kusplusan ada yang Dlloyd. Ya, dulu saya main Band, gitu gitu aja, di SMP saya punya grup bertiga, dua gitar satu biola nyanyiin khusus lagu-lagu Bimbo,Nan teman segrup saya di SMP ini sekarang kerja dan menjadi pemain Orgen di Telkom Divre II Jakarta, namanya juga sama dengan saya cuma belakang nama dia Sobara, cuma, dia sekolah musik di Elfa di Bandung duluu . .saya mah tidak, dia juga pernah ngiringi Rossa kecil waktu penyani ini masih kanak2 di Sumedang, Jawa Barat, saya lihat foto nya ketika Rossa naik panggung di Sumedang diiringi orgen teman saya ini. SMA pindah macem lagi saya main musik Country kadang pegang Conrta Bass ( bas betot) kadang Mandolin hingga saya jadi Team music Country di SMAN 9 Bandung, nah kalau grup SMA yang ini pemain drumnya sekarang jadi pemain drum Kahitna, Budi, mungkin dia sudah lupa, di Kuliahan beda lagi saya main lagu Crisye-an Yocky, Dian PP, yaa gitu lah yang penting seneng-seneng jago mah tidak.

Nah, dengan Orgen ini kita gak usah latihan band lagi, jauh jauh ninggalin rumah ninggalin istri dan anak -anak, cukup colokan Orgen , colokan Mic , Jreng hadirlah latihan band di rumah he he, Kita senang, Istri senang, teman datang, anak ? gak bisa main PS he he he he . . . . ( bapak sih main oegen muluuu . .)

Orgen apa bagi yang baru akan beli pertama kali ?, Yamaha for first buyer

English-Summary :
IMHO. for Roland E 50 new user in Indonesia could be dificult to find some 'nice' style genre : Dangdut ( some Indonesian Pop) but it will become so easy for Yamaha user, find it in harodilia.com. you can see by your self that the style dominated by Yamaha, sure for free, eventhough Roland soundis more natural in this Dangdut.
Therefore again in my opinion, Yamaha is very recomended for first buyer or ' very origin beginer' or for some one who start to learn organ to kill the time, to relax by singing together with relatives at home. The Yamaha function buttons more 'excact' than Roland which more suitable for 'medium' beginer. Asep Sayagiri- Jakarta

Langsung saja, menurut saya Yamaha, ,isal PSR S900 atau , PSR 3000 ( bekas).
Kenapa? , bagi yang baru pertama akan beli harus mendapat yang mudah dan yang pasti -pasti, atau begini, kenapa menurut saya Yamaha Recomended :
1. Mudah pengoperasiannya
2. Tombol-tombol yang pasti-pasti
3.Support khusus untuk jenis musik Indonesia, misalnya Dangdut, Jawa, Sunda dll mudah dang lengkap dan Gratiss, yang penting mudah sekali dicari di pasaran

Roland, Korg, Technics buagus ! tapi bagi bapak dan ibu yang sudah tidak mau pusing pusing lagi cari san cari sini sepertinya ini tidak cocok. sekarang saya punya Roland E 50, termasuk baru di Indonesia, tapi ketika mencari style, misalnya di yang gratis 'harodilia.com' cuma dapet yang kurang bagus menurut saya, tapi kalau style yamaha buktikan saja, buannnyoak dan bagus2, sory ya bukan untuk pemain orgen tunggal dangdut yang pastinya menjagokan Technics.

Di Yamaha tombol start (mulai) , Variantion ( Irama pengiring) dan Ending (akhir lagu) benar benar pasti !, jadi tombol itu di deretkan dari kiri ke kanan, mudah sekali, jadi misalnya jika kita mau mulai nyanyi dengan awalan sederhana saja, misalnya suara drum' dug cek cek . .' ya tekan ' Intro-1', jika akan main dengan awalan musik yang agak panjang ' jreng-gunjreng3 . .' tekan tombol 'Intro 3, mudah sekali. Tapi di Roland tombol Intro nya cuma 1, tombol Endingnya cuma 1 juga, jadi jika kita mau mengakhiri lagu dengan musik yang sederhana ketika kita sedang main di akhir reff maka kita harus menekan 2 tombol ( di Yamaha 1 tombol), tekan tombol 'Ending' lalu ' tombol 1', iya kalau bener mencetnya kalau terburu buru bisa bisa gak kepencet dan lagu terus berjalan.

Kupasan ini jadi seperti tendensius sih jadinya, tapi menurut saya, sekali lagi, bagi bapak ibu yang belum biasa pegang Orgen ya cari yang mudah, tapi untuk kepuasan suara yang lebih Real ! mungkin dapat mempertimbangkan yang lain.

Harga :
Yamaha PSR S900, Rp. 9,3 -10 jt , USB, Ada colokan Mic untuk nyanyi, multi Pad, bisa rekam suara kita langsung USB.
Roland E50, Rp, 9.05 - 9,3 jt, tidak USB, MC Card harus beli lagi 300-500 rb kosong, tidak bisa rekam, tidak ada colokam mic.
Merek lain hampir sama dengan Roland.

Yang dipanggung Orgen : ( Biasanya)
Technics KN 1400, KN 2400, KN2600 : Paling bagus untuk Dangdut, pulen, masih pake Disket, barang tidak diproduksi lagi
Yamaha PSR 2000, 2100, 3000, S900 : Banyak juga untuk Dangdut, tergantung setelan Sound System, Pop bagus
Korg PA 50, PA 80 (jarang) : Cukup banyak juga, dangdut bagus, pop bagus, masih pake disket
Roland : Paling Jarang di panggung Orgen tunggal, banyak di Band seperti Korg.

Jumat, 27 Juni 2008

Lagu ciptaan saya, Bintang hati , dengan Yamaha PSR 3000


Bintang hati
The Star of heart ( to my little daughter)
Genre : Dangdut (some Indonesian Pop)
Singer : Irma Sagita
Written andmusic by : A. Sayagiri- Yamaha PSR 3000
Recorded at : My friend's home Edi'kuncir'Suherman

Kau si bintang hati
Senyum mu nan seri
terangi kegelapan ini
senyum mu berderai
anggun mu tebarkan pesona

Kau pengambil hati
lembut mu obati
Luka perih kehidupan ini
tawa mu cairkan kebekuan
rasa yang menghimpit diri

chorus :
Kemarilah kaulah bintang hati
Kau peluklah damaikan kalbu ini
ku terpejam bintang hatiku di dadaku
ingin kunikmati suka ini selama lamanya

(coda)
Oh tuhan biarkan dia selalu

dalam jagamu dalam lindungan mu
ku tak rela berpisah saat ini
ku bersyukur telah kau dengar pinta suciku

Rabu, 25 Juni 2008

Satu lagi lagu karya saya, ini yang pop


Lagu ini adalah salah satu lagu buatan akhir tahun 2005 yang direkam awal 2006 di rumah Edi'kuncir' Suherman di Bekasi timur, Jawa Barat. Alat rekam nya sama dengan yang dipakai untuk dangdut dengan Irma. saya memakai Yamaha PSR 3000 dengan saya buat dulu midi sederhanyanya, sekali jalan, lalu ketika rekam track 1 saya sisipkan suara PSR 3000 lagi, baru track ke 2 nya si Yessi ini. Penyanyi lagu ini adalah Yessi Magda, orang Perum 3 Bekasi, dia adalah gagalan Indonesia Idol, ketika saya tanya kenapa gak ikut lagi dia bilang 'udah cukup ah, mending nyanyi di Bekasi aja sama 'saya' he he . . '. Saya suka ketebalan suara Yessi ini yang sangat menguasai lagu-lagu barat dan Indonesia lama dan baru, cuma tidak lagu dangdut, ya sudah ada ahlinya masing masing.
Nanti saya juga akan pasang Classic Dangdut yang penyanyi pria, yang juga sangat potensial untuk muncul di blantika dangdut laki-laki di Indonesia, nanti saya pasang.
selamat menikmati, semoga suka ya.

Selasa, 24 Juni 2008

Roland E 50 vs PSR s900 - Sound and style

Sound and Voice
Roland tampaknya tidak mau memusingkan kita dalam soal sound, jadi yang di muat di preset sound adalah sound pilihan Roland. Jika kita buka (ada di menu) maka keluarlah ratusan sound roland yang disembunyikan itu, termasuk suara akessorinya yang tidak ada di PSR S900 seperti suara orang bilang' Bap!, ' One! dst' suara mobil lewat, langkah kaki, kucing, anjing gonggong, anjing gerem, applaus, "Hai !' ,' 'phau!' berbagai suara bel, gamelan dan ANGKLUNG ! realy suara angklung ! (sory ya soalnya saya pernah jadi team angklung saat di SMP 14 Bandung dulu . .1979 tua ya he he . .) dan banyak lagi yang tak diduga, itu adalah suara kumpulan dari Roland jaman dulu. Kita bisa meng'off'kan suara itu lagi jika tak suka dang bingung milih nya. Jadi sound Roland E 50 lebih banyak dari Yamaha PSR S900 menurut saya.
Oh ya, suara drumnya ditambah Indomix 1 s/d 3 , kalau di PSR seperti arabic lah, tapi di Roland ada yang agak 'duut' yaitu Indomix2.
Style (musik pengiring)
Sangat berbeda, Roland adalah hampir segaya dengan Korg dan Technics, Yamaha beda sendiri. di PSR, aturan style dibuat lebih sederhana dan mudah, jadi tombol dideretkan dari mulai ' Intro 1. 2,3 lalu Variation A,B,C,D dan ending 1,2 dst. sekedar gambaran bagi yang belum biasa, 'Variation atau Main' adalah pendekatan irama, Var I untuk awal lagu, Var 2untuk bait ke 2 (verse), Var 3 untuk penyambung (bridge') dan Var 4 untuk irama Ref. (chorus). Fill in atau 'kocokan' di PSR adalah sama, jika dari bait mau ke ref. maka otomatis drum atau musik akan me'rofel' dan naik ke Ref. begiru juga jika turun, misla dari Ref, mau kembali ke bait pertama maka 'pukulan drum dan musik' akan menggunakan fill-in yang sama jika kita mau naik dari bait 1 langsung ke ref. Jadi jumlah Variasi total = 4, Fill-in 4
Di roland sangat berbeda !,
Roland sepertinya menganggap kita adalah tidak akan puas dengan permainan yang sama setiap Chord, jadi di Roland 'BISA' dibuat berbeda setiap grup chord. Begini,
Chord dibagi 3 grup, yang 'MAJOR', MINOR dan '7th, jadi jenis pengiring bisa kita buat berbeda ketika kita menekan formasi chord berbeda, misal : lagu' Sakit Gigi - Megi Z/ Obbie Mesakh

Alt -1 Dm . . . . . . . . G. . . . . . .C . . . . . . . . . . . .Dm . . . .G . . . . .C
Alt-2 Dm7 . . . . . . . G7 . . . . . . C . . .A7 . . . . . . Dm7 . . . G7 . . . .C
. . . . . Rela rela rela aku relakan . . . . . . . rela re- la rela aku rela

Dengan lagu yang sama chord beda maka irama akan beda, di Roland, jadi musik semakin kaya, memurut saya, apalagi di dangdut, akan sangat terasa perbedaan menekan C dengan C7, di Yamaha musik akan tetap sama meskipun kita memencet chord D,D7, Dmt, DM7 dll sama, di Roland tidak. Jadi di roland ada berapa variasi 'Main' (Va1x 3) + (Var2x3)+ (Var3x3) + (Var4x3) = 12 variasi belum fill -in nya.

Di Yamaha, jika kita mau naik dari Variasi 1 ke Variasi2 maka 'ropelan'atau 'kocokan'nya sama dengan jika kita mau turun dari Var2 ke Var1, di Roland malah bukan disebut Fill-in tapi disebut fill-up dan fill-down, ini dia jadi kita lebih bisa ber kreasi banyak.
Jadi jika kita mau naik dari bait 1 ke ref maka yang bunyi adalah fill-up dan jika sebaliknya maka akan bunyi suara fill-down nya, beda. Jadi jumlah fill in di Yamaha PSR s900 adalah = 4, di Roland adalah :
(fill-up1x3) +(fill-dwn1 x3) . . . . . . . . . . . = 18 fill in ! gile . . . di Yamah hanya ada 4 saja, cukup sih, banyak-banyak mumet juga pake nya, dan bikinnya. Ok ,nanti saya ceritain lagi deh, ya, mudah2 an manfaat ya.

Silakan dengar - Salah satu Lagu cipt. saya

Saya mencoba membuat lagu sejak 1982 untuk 17 agustusan di RW saya di Bandung, lagu2 nya ya lagu perjuangan, soalnya saya bosen lagu perjuangan yang itu melulu. Saat itu teman saya se bangku di SMA ,Rahmat AS telah menciptakan lagu untuk album pertama Johan Untung dengan musik A.Riyanto ( Side A.5) seterusnya lagu laguya dinyanyikan oleh Dina Mariana, Betharia Sonatha, Dian Mayasari dan lain lain. Lha saya ?, saya saat itu jadi suporter si Rahmat itu bersama teman saya Fauzi sambil belajar sama Rahmat ini bagaimana cara membuat lagu yang baik, saat itu lagu yang ngetop di jalur pop adalah lagu Rinto Harahap dan Cecep AS, kata dia 'denger deh lagu Rinto, pelajari nafasnya, kayak gitu lagunya, gampang enak dan laku' kata dia.
Pada tahun itu pula saya mulai coba bolos sekolah hari sabtu untuk pergi ke Jakarta, saya pertama main ke Musica Studio di daerah Perdatam, Pancoran dan ketemu Jonas Pareira itu, pencipta 'Bukit Berbunga' (Uci Bing Slamet), saat itu Jonas tampaknya appreciate dengan lagu yang saya bawa, judulnya 'Pantai Kenangan' saya ingin sekali lagu itu dinyanyikan Iis Sugianto, tapi sepulang dari Jakarta saya diadili nenek saya, pokoknya tidak boleh lagi gitu-gituan (main ke Jakarta kali) sampai bolos sekolah segala dan saya menurut kata-kata nenek saya tercinta, saya berhenti gitu-gituan itu he he . . .
Tahun 1986, tingkat 3, lagu saya masuk 100 besar Lomba Cipta lagu Remaja Prambors, saat itu saya ngerekam di radio KDS 8 Malang, tempat kerjanya Wiwie GV. Lagu wiwie jadi juara Pertama dan dinyanyikan Trie Utami yang kemudian nikah dengan pencipta lagunya itu, Wiwie. Lagu saya sih gak masuk. Tahun 2006 2 lagu saya masuk 200 besar 'Indonesia song Festival-INSOF' juga tidak lanjut, kalah he he . . .
Lagu 'Bintang hati' ini direkam di rumah teman saya Edi'kuncir' Suherman di Bekasi Timur. Di rekam di ruang tengah dekat dapur, bahkan saat rekaman itu istri Edi sedang menggoreng tahu, untung suara' Cessss . . ' dari tahu yang nyemplung ke wajan tidak terrekam he he he .
Penyanyi 'Bintang hati 'adalah Irma Sagita (19), orang Cileungsi Bogor, Pernah satu grup dengan Yessi Vibrator dengan Trio Geloks (Girloks), beberapa kali mentas di 'Dag Dig Dut' Trans TV dulu. Irma ini termasuk sangat cepat menghafal lagu. Sebelum rekaman dia cuma butuh 2 jam untuk 4 lagu saya dan lumayaaan . . . rekaman lancar dengan salah-salah dikit lah biasa . . Sampai saat ini Irma masih nyanyi dari pangung ke panggung di sekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor,Depok,Tangerang Bekasi- Indonesia).
Saya pake PSR 3000 tanpa arransemen , jadi langsung jreng, musik di track -1 dan kemudian voice di track-2, jadi deh . . saya sendiri tidak ingin detail, meskipun edi menawarkan untuk di' ambil per alat musik saja, di rekam agak bener' ah gak usah yang penting expressi saya sudah dituang ke CD dan saya nikmati bersama keluarga dan teman, kini anda juga boleh dengar. Ini bukan lagu 'kojo' saya sih masih banyak, juga yang pop.
Perhatikan string PSR 3000, srinnnngg, saya belum menemulkan di Roland saya.
Selamat mendengarkan ya.

Senin, 23 Juni 2008

Roland E50 vs S900 - Suara

Kesimpulannya begini, Roland E50 lebih alami Yamaha Lebih Digital, suaranya.
Suara string > Yamaha : Srinnnnng . . . . . x Roland = Sremmf . .
Suara Piano > Yamaha : Tinnnng . . . x Roland = Ting !
Suara Drum > Yamaha : Stak ! . . .. . x Roland = Jtak!
Jadi bagi yang belum biasa dengar orgen, suara Yamaha (only) akan lebih menarik, maksudnya tanpa sound system ya, saya pake Yamaha sudah sekitar 7 tahunan lah, ganti ganti type.
Jika kita main PSR s900 di ruangan tanpa bantuan alat lain, misalnya ruang ukuran 6 x 6m lah, Menurut saya Yamaha akan kedengaran lebih enak lebih mantaff . . dan si Roland lebih tidak enak, tetapi jika sudah dibantu alat lain misalnya cuk sebut saja merek Blazer lah (cube, speaker aktif dg equalizer) maka keadaan terbalik, suara piano yang enak si Yamaha akan jadi jelek di cube tadi, suara pengiring, style, jadi tipis (cemplang (jw), cawerang (sd)), Nah si Roland jika di bantu cube malah semakin menjadi, suara piano tetap bening dan style jadi menghentak kencang, dengan volume yang sama, jauh.
Nah, jika anda tahu intro lagu 'Tul Jaenak- Koesplus", suara Natural pianonya sama dengan suara si Roland itu, jernih. jika di Yamaha, kayaknya dekat dengan sura ' Octav Piano2'
Coba simak drum Red Hot chili pepper atau drumnya Netral, di Roland akan cepat kita dapatkan hentakannya. atau suara bass nya, juga bisa cepat kita dapat di Roland.
Suara Yamaha jika dipencet agak lama jadi 'mengayun' over vibra gitu, coba deh, di Roland lebih stabil. Silakan baca ulasan pak Tjandra di milis, kayaknya saya jadi sefaham dengan dia tentang suara ini.
Jadi, jika anda lebih sering memakai orgen di rumah tanpa cube, enak Yamaha jelas, tapi untuk l;ebih kenceng lagi pasti enak Roland. Saya sekarang main si Roland ini selalu pake cube, ya merek blazer itu, cuma yang kb 400, harganya sekitar 700ribuan. Waktu main Yamaha, cube ini nganggur, hanya dipakai jika ada pengajian istri saya di rumah. tapi sekarang jadi hidup si cube ini tiap hari saya forsir untuk mengeluarkan suara tendangan drum dan cabikan gitar, seperti asli, seperti ada teman yang main gitar dan main orgen di dekat kita. Dulu Sering juga sih jika nyanyi bareng bapak-bapak di rumah saya pake 'behringer KB 3000' tetep kurang maksimal juga dengan Yamaha ( harus pake cube merek Peavey soalnya he he . )
Bagaimana dengan yang lain ?, wow jangan tanya, Technics (panasonic) tanpa cube jelek, pakai cube jadi paling buagusss, dia jagonya dangdut, paling real suara dangdutnya menurut saya. Korg ? menurut saya terlalu nge- dhug ! suara kendangnya, tapi Korg ini paling kencang tendangannya meskipun tanpa cube, suara pianonya real.
Cuma e cuma . . . . mereka semua kalah fitur tambahan oleh Yamaha . . .gitu. Tapi . . . menurut saya di lihat dari buku panduan 'user manual', Roland lebih menganggap kita dewasa dan lebih menjelaskan dengan detail tentang keanggihan2 tersembunyi dari si Roland ini, silakan down load user manual (ebook-nya) di situs mereka.
Dan ternyata benar, edit style di roland lebih mudah dari pada di Yamaha, saya akan uraikan nanti.

Jumat, 20 Juni 2008

Roland memainkan style Yamaha ? bisa . . .

Seperti dalam bidang fotografi, jika kamera kita misalnya merek Nikon atau Canon tetapi kita suka lensa merek Tamron ( banyak sekali terjadi) maka itu sangat mungkin kenapa? , karena Tamron menyediakan lensa yang cocok untuk merek tersebut, maka untuk keadaan seperti itu, untuk Nikon pakailah 'Tamron for Nikon' untuk Canon memakai 'Tamron for Canon'.
Nah, Jika keyboard kita Roland, jangan khawatir, jika masih ingin juga memainkan style dari orgen merek lain, banyak style dari merek lain yang sudah di 'convert' agar sesuai. Ada 'Technic for Yamaha' ada juga 'Tyros (Yamaha) for Roland'., Great !. jadi di Roland E 50 kita mainkan Style si Tyros ! (kelasnya si Tyros diatas PSR).
Cuma saja perlu diingat, style tersebut adalah style hasil konversi ya, jadi jika di Yamaha file nya bernama 'XX. sty, maka untuk Roland sudah Jadi 'XX.stl. Banyak player yang melakukan konversi ini, tapi atas kebaikan mereka juga maka style -style tersebut di share secara gratis untuk khalayak ramai.
Salah satu cara :
1.Masuk ke jososoft.dk
2.Pilih situs orgennya ( jika kita masuk ke halaman utama, pilih yang kiri atas)
3.Pilih yang 'other keyboard brand'
4.Sampailah di macam macam merek orgen , sudah , pilih lah, down load.

Coba test, jika punya, style Technics KN 7000 for Yamaha, mainkan di Yamaha PSR 3000 atau S900, wuh, tendangannya 'gede' banget, 'kenceng' !, Tapi jika style Yamaha for Roland dimainkan di Roland, biasa aja tapi enak juga rame, lengkap warna bunyinya. coba dulu deh.

Kamis, 19 Juni 2008

Kenalan dengan Roland E50 - Tampilan luar




Yaaaaa, ketemu disket lagi deh . .
Bagi orang seperti saya yang dari dulu terus pakai Yamaha mulai dari PSR 640 hingga S900, mendalami Roland jadi agak asing terutama suaranya, maklum saya bukan profesional, hanya suka saja. Yang paling lucu jadi ketemu disket lagi ni, cari cari disket bekas jaman dulu, karena di S 900 sudah lupa disket hanya USB /Flash disk saja.
Yang juga nambah yaitu, bahwa dengan Roland ini mau tidak mau saya harus pake Pedal, footswitch untuk menambah fungsi dan mempermudah gerak. Coba lihat dulu tampilan Roland E50 ini.

Design E50
Menurut saya paling cantik di kelasnya, built in speakernya dibuat lengkung seperti sayap mau terbang ditarik melengkung juga warna hitam dari colokan input dan berkesan sangat kokoh, ini juga maklum karena designernya Italiano, lihat karya mereka seperti Fininfarina (Pegeot 206), Giugiaro (Suzuki Xover) dll, jadi maklum orgen dibuat seperti itu, cantik.
E 50 berwarna coklat dipadu hitam dinamis, tapi yang paling lucu adalah warna warna tombolnya yang jika menyala akan berwarna merah dan hijau seperti jelly atau ager yang suka dimakan anak-anak, seperti tombol mesin-mesin di pabrik, aneh juga. Sementara di PSR 900 rombol menyala pada bagian tengah saja satu titkk LED merah dan hijau seperti umumnya alat elektroik la. Body S900 silver kotak lebar dan tebal sehingga tas yang biasa masuk untuk semua orgen kelas ini jadi sesak untuk si S900 ini, maka sekarang tas keyboardnya ada khusus dengan tulisan S900, harganya 100 ribuan (bikin mah susah atuh !),. Lihat PA50 menurut saya paling jelek karena speakernya berwarna hitam tapi body nya biru muda silver, bahkan Korg terbaru di sini PA 500 tambah buruk design nya menurut saya, warna biru dengan speaker lonjong seperti orgen Casio yang murahan dulu tapi isinya pasti berjubel dengan program baru (?) maklum harganya sekitar 22 jt katanya (?) , Melihat sedikit Casio weuu . . lihat Casio yang baru-baru sepertinya berkiblat ke Yamaha deh, silver dan cukup elegant, cuma marketing Casio belum merubah image bahwa Casio juga bisa Orgen tunggal lho gitu dan pakailah endroser yang terkenal, orang lihat Casio di Indonesia yaa lewat doang. Di VW musik, tokonya PA Tjandra Casio dipasang paling depan dan nyala dengan active speaker ! ( mungkin di discount besar ya pak Tjandra ?)

Tombol-tombol fungsi
Di PSR 900 tombl berwarna hitam dan putih, tetapi tombol putihnya seperti karet yang murah dengan LED di tengahnya yang jika menyala berwarna hijau atau merah.
Tombol, transpose di E50 sudah di kanan ! ini dia yang paling tepat, silakan anda bandingkan posisi tombol ini jika dipasang di kiri seperti di S900.
Seperti teman-temannnya E 50 memasang tombol putar model klasik di kiri , ada dua yaitu tombol volume dan tombol balance, di PA 50 tombol balande ini berbentuk geser, geser kanan geser kiri . . .PA 50 ini juga mirip dengan Korg i30 ada volume equalizer di bagian kiri atas.
Sebenarnya saya paling tidak suka tombol balance ini karena dengan adanya ini balance suara antara pengiring , melody dan tangan kiri diatur oleh mesin. di PSR masalah balance ini mutlak diatur oleh pemain !. Jadi artinya mau sebesar apa volume melody ya suara pengiringnya bisa diatur sesuka kita. Tapi di E50 dan PA 50 jika kita membesarkan melody maka pengiring akan mengecil suaranya dan sebaliknya. Mungkin memang harus begitu sih lazimnya biar tidak tabrakan suaranya, tidak sama-sama besar.
Tombol Bass Invers ada di luar di E50 thankyou to Roland !. di S900 jika kita mau main dengan gaya bass campuran maka kita harus 'ngeset' fingering ke ' Fingered on Bass' atau AI Fingered' di E 50 tinggal mencet tombol ini maka kita dapat langsung mempermanis permainan kita.
Begini, Fingered on Bass ini pernah saya singgung di tulisan lain, yaitu kita bisa memainkan Chord tertentu misalnya C dengan bass B atau sering ditulis C/B. atau Am/G ,seperti contoh lagu Nidji - Biarlah
C . . . . .C/B . Am . .Am/G . .F
Biarlah ku re la . .melepas mu . . .
Di S900 jika kita mau ganti fingering maka harus' ngobok' ke dalam dulu tapi di E50 tinggal on dan off saja.

Colokan input-output
Sudah pasti, banyak di s900, karena ada colokan MIC untuk karaoke atau rekam suara kita, ada colokan USB gepeng jadi tinggal 'lep' main deh, tapi di E 50 USB hanya sekedart sarana interaksi keyboard to PC, data bank memakai MMC/ PCMCIA seperti di PSR 3000 di bagian depan, karena di PSR 3000 di colokan belakang sudah ada USB juga, ini dia kelebihan Yamaha.
Disket yang sudah entah kemana jadi saya cari lagi, jadi perlu lagi kayaknya dengan E50 ini yang disket friendly . . . .oohhh.
Ohya, Untuk lebih memudahkan maka jadi butuh pedal deh dengan Roland ini, gak pa pa, kaki jadi nginjek juga nih. Juga layarnya sudah 'touch screen' ini kelebihan E50
nanti saya terusin deh kupasan berikutnya, he he . .

Senin, 16 Juni 2008

Silakan coba style Yamaha editan saya

Kalau mau coba style editan saya, dengan PSR s900, silakan ambil sendiri/ download di situs nya pa Harkuswo ' harodilia.com', caranya :
1. Masuk ke harodilia.com
2. pilih panel style
3. Cari nama saya di style nomer 180 dan 181
4. Down load dan mainkan di PSR anda
Style itu saya modified dari presetnya Yamaha PSR s900, ada 2 lagu yaitu lagu ' Biarlah dari Nidji' dan 'OK dari T2'
Silakan ya, selamat memainkan dan menikmati.
Note : Tidak menerima koreksi . .he he . . .

Minggu, 15 Juni 2008

Style lagu Pop Indonesia lama bikin sendiri, tidak ada di Orgen

Seperti untuk menyanyikan lagu 'Kasih pertama' atau 'Semalam di Kuala Lumpur' seperti yang dapat kita dengar di sebelah kanan halaman ini memang tidak tersedia di Orgen umumnya apalagi suara gitarnya. maka saya edit atau buat sendiri style untuk lagu lagu tersebut. Di Yamaha suara gitar nya ada yang mirip, stylenya bisa dengan mudah di edit dan siap dimainkan bersma teman atau keluarga.
Kalau kita lihat di Orgen tunggal yang tidak fokus ke pop apalagi Oldies lagu lagu Indonesia lawas ini sering dimainkan memakai style'beguine' (terutama di Yamaha) jadi, yaa kurang tua warna bunyinya iramanya menurut saya.
Yang paling jarang adalah style atau irama untuk lagu-lagu Koesplus, maka ini juga saya buat, ya saya buat saya 'deket- deketin' lah. menurut saya sih enak editan saya itu.
ni liat,
http://asayagiri.blogspot.com/2011/12/semalam-di-bogor-alfian.html



Yamaha PSR S900, dipemdem kali . . . .

Sampai hari Sabtu di beberapa tempat belum tersedia, ketika ditanyakan ke Yamaha Pusat di gatot subroto Jakarta, ternyata show room telah pindah ke Pacific Place di CBD (central business distric ) Sudirman. Saya tanya harganya di sana 9,95 jt wow, 'kalau bapa mau kami akan ambil barangnya di Gatot Subroto' katanya di seberang telefon, he he . . .di Pa Tjandra 9,3 jt garansi juga, di Gita 9,45 jt garansi juga, di sincere 9,65jt di Chick 9,6 jt tapi barang tidak tersedia. Dimana yang tersedia dan ada, di Gramedia Metropolitan Mall Bekasi, sebagai display seharga 10,5 jt. Satu lagi saya coba ke Miracle ada 10,5 jt barang akan diambil dulu 2 jam lagi he he . . . ya itulah sekedar info saat ini di sekitaran Bekasi, Jawa barat.
Roland ada E50 9,3 di chick, 11 jt di label harga Simfony dan di pa Tjandra si jago keyboard 9,2 plus kaki ! wow cuma E60 tidak di stock.

Memang secara kelengkapan fitur, si Yamaha ini paling lengkap dibanding yang lain sekelasnya, saya tidak bicara suara ya. Di Roland E50 USB hanya sebagai carana komunikasi computer, data memakai PCMCIA yang harganya juga bervariasi ada yang memasang 700 rb pr buah ada yang memasang harha 500 rb plus style puls pelajaran bikin style , ya itu di pa Tjandra VW music Jakarta.
Di PSR 900, USB sebagai standar, bisa merekam suara dan lagu kita, ada multi pad PAD, layar color, ada colokan mic pokoknya membuat mudah. Tapi kalau soal model body, saya cenderung suka modelnya Roland E series terbaru, warnanya cream, speaker nya stylish bentuknya seperti lebih kokoh dan dibagian belakang, di bagian fungsi input dan out put berwarna hitam , terkesan kokoh.

Ya, itulah situasi yang saya temui kemarin di sekitaran bekasi, semoga ada manfaatnya.

Jumat, 13 Juni 2008

Yamaha PSR s900 lagi jarang, barang kosong ( Tahun 2008)

Rabu, 2008 Juni 11


Benar benar surprise 2 minggu ini, beberapa teman mencari Yamaha PSR s900 di tempat yang biasa ternyata kosong ! termasuk di VW musik tokonya pa Tjandra di Harco mangga dua Jakarta. Saya tanya di toko lain harganya masih 9,65 juta bahkan salah satu toko di Giant Bekasi ketika saya tawar 9,4 menjawab " dari Yamahanya segitu pak" seperti menjawab ke anak SD saja, saya tertawa dan langsung pergi, padahal saya benar benar nyari itu barang untuk teman saya, dan saya bawa cash nya. Di Pa Tjandra saya dapat harga 9,3 jt , oke banget tapi barang tidak ada !, baru nanti tanggal 10 Juni katanya.
Akhirnya hari sabtu sore kemarin saya dapat satu unit dengan agak susah juga dari Gita Musik di bekasi dengan harga 9,45 Jt, yaa ini rezeki teman saya lah. Tadi siang VW musik SMS saya 'pak ada barang nih tinggal 1 unit ' saya jawab nanti sebentar saya lagi mikir beli s900 lagi atau roland E50 yang harganya lebih murah 200 ribu. Saya email pa Tjandra agar dia menjelaskan kembali kelebihan E50 kemudian saya jawab dengan pertanyaan tambahan dan info bahwa barang akan saya ambil sabtu pagi. Sore barusan ini pa Tjandra VW musik email lagi 'sory pak barangnya sudah diambil toko sebelah, 10 unit yang saya terima tidak sempat terjual ke konsumen tapi ke toko lagi, minggu depan baru ada '.
He he he . . . sudah . . sudah ndak pa pa . . . .coba saya kontak yang lain . . memang katanya harga Yamaha mau naik 10 persenan karena dampak minyak ini. Coba deh pembaca bandingkan harganya , jika mau beli Orgen, boleh juga kontak ke toko yang saya sebut tadi, harganya lebih murah dan penjelasannya memadai.

Senin, 2008 Juni 02


Menyanyi langsung direkam di orgen bisa ?

Bisa !
Hanya saat ini yang saya tahu hanya bisa dengan orgen Yamaga PSR s900. Jadi caranya sangat sederhana yaitu, siapkan USB atau Flash disk untuk menyimpan hasil rekam, siapkan 'mic' yang cukup baik, tes sudah, siap !.
Jika di total harganya adalah, Flas disk yang 1 Giga Bite sekitar 70 ribu, mic yang cukup baik sekitar 500 ribu dan orgen PSR s900 sekitar 9,3 juta ! he he he . . . . . itu yang mahal orgennya ya.
Memang sangat mudah dan hasilnya cukuplah bagi kita untuk iseng coba saja langkah seperti ini.
1. Colokkan mic, kemudian USB pada lubangnya di orgen
2. Nyalakan Orgen, pencet tobol 'audition' lalu start main orgen dan nyanyi
3. Ketika selesai pencet stop, otomatis lagu dan permainan kita langsung terrekam
4. Test, setel di orgen, wuiyy ok juga.
5. Kemudian copy file tadi ke komputer (PC) atau laptop, rubah file 'wav'nya menjadi ' MP3
6. Masukkan atau copy file hasil rekam ke Hand Phone , kaset atau CD dan
kapanpun kita mau dengar suara kita, istri atau anak tinggal setel, di HP, mobil atau di CD player pasti asyik .