Kamis, 30 Oktober 2008

Yamaha PSR S900 jadi PSR S910 ? tahun depan (2009) ?

Iya, itu katanya. . . . isyu . . . .
Tahun depan katanya Yamaha akan merilis PSR S910 sebagai penggganti S900 dan S710 sebagai pengganti S700, katanya buatan china,bukan buatan Indonesia lagi, ya atau nggak bukan jadi soal yang penting adalah bagi para bapak dan ibu yang sedang akan beli atau berangan-angan beli orgen, beli sekarang atau tunggu? ( dolar naik !).
Kedua adalah mudah mudahan angka itu berarti, 910 artinya . . harga PSR s900 turun 100 ribu . . . he he nggak mungkin . . .

Oh ya saya ingatkan lagi, Yamaha adalah termasuk orgen yang paling user friendly lah . . maksud saya banyak fungsi yang cocok dengan harapan kita terutama "bapak dan Ibu ' . . .
Yamaha, oleh para player umumnya, pada kelas yang saya bicarakan ini (PSR) di Indonesia masih di'cap' sebagai "orgen rumahan" bukan " orgen Panggung" meskipun sudah saya singgung sebelumnya, banyak kawan saya main di panggung'orgen tunggal' dengan Yamaha hasilnya tetep bagus . . . enak . . cuma yaaa tergantung yang main (player) dan Sound system . Karena dibanding Roland yang sekelas , misalnya Roland E50 (kisaran harga 9,5 jutaan) suara Yamaha "kalah Tendangan" kurang "ngebeledug !" gitu. Tapi semua itu ditangan player yang piawai ketutup lah . . enak aja jadinya.

Kelebihan yang menonjol di Yamaha sekelas ini adalah poliphony nya ( jumlah suara yang bisa berbunyi pasa saat yang sama), di Yamaha kelas ini (s900, s700,3000) kalau gak salah 128 poliphony, di Roland cuma 64 ( sory kalo salah ni . .) jadi pantas kalo PSR s900 dimainkan tanpa bantuan speaker lain, cuma mengandalkan 'built in' speaker, atau yang nempel di orgen, maka kedengaran lebih 'enak' lebih lengkap, sedangkan Roland E50 tanpa speaker luar/ tambahan , rasanya lebih nggak enak, kurang rame. Sebaliknya jika keduanya dicolokan ke 'cube' atau keyboard ampli dengan setelan yang sama, maka akan kelihatan Roland lebih Natural ( bagi sebagian kalangan suara ini dianggap ' nggak enak").

Cuma, seperti yang pernah saya singgung, Yamaha s900 bisa rekam suara kita, sambil nyanyi , sambil diiringi orgen, rekam masuk USB, lalu kita copy ke PC , lalu kita setel rekaman nyanyi kita di rumah atau di Mobil . . asyik lho. Roland E 50 nggak bisa . ., dan nggak bisa pake USB seperti Yamaha, E50 cuma bisa pake Card . . .coba pilih mana?

Kita tunggu aja lah, kalo benar S910 keluar tahun 2009, apa sih kelebihannya dari s900? , apa sih kelebihannya dari Roland E50, Korg Pa50 atau Korg Pa 500, karena harganya sekelas ( 9 - 10 jt).
Jadi . . . .
Kayaknya benar nih , akan banyak s900 second di Jabotabek di sekitar awal tahun 2009 . . .
Jangan beli orgen dulu . . sabar aja . . tunggu 2009 pak, bu . ( eh sory pada yang punya toko . .)

makasih . .

Rabu, 22 Oktober 2008

Roland dari Italy ?, bukan, dari Jepang !


Ini lagi, gila !
Jika hanya melihat mereknya , kiranya kita tak akan pernah menyangka bahwa Roland atau Rorando kata lidah Jepang, adalah lahir dari Jepang juga !

(ローランド株式会社) Rorando Kabushiki Kaisha didirikan oleh Ikutaro Kakehashi pada 18 April 1972 ( dekat ultah nya siapa ya ?) di Osaka - Jepang, dengan modal 33 Juta Yen.
Tahun 2005 kantor pusatnya pindah ke Hamamatsu di Shizuoka prefecture, dan hingga kini Roland mempunyai pabrik di Italy, USA, Taiwan dan pasti di Jepang sendiri.
Karyawannya pada tahun 2003 hanya 729 orang kemudian di tahun 2005 menjadi 2233 orang. Roalnd juga membawahi Brand Boss dan Edirol.

Rodgers
,pabrik orgen yang didirikan 1958 juga adalah subsidiary dari Roland dan masih memproduksi electric dan electronic orgen dan pipe organs. Rhodes nama sebelumnya di nonfungsikan oleh Roland setelah akuisisi itu.

slogan -slogan Roland adalah Inspire the enjoyment of creativity, Be the best rather than the biggest, dan We design the future.


Darimana nama Roland yang brilian itu ?
Memang Roland didirikan dengan fikiran yang sudah export minded sepertinya.
Ikutaro Kakehashipertama mendengar nama ini di tempat ia kerja sebelumnya yaitu di Ace Electric Industry Ikutaro mencari nama di buku telefon, untuk sebuah nama yang kedengarannya ke'Amerika" amerikaan, karena ia sudah berpikir bahwa ia akan mengexport produknya kelak. Dan memang akhirnya Ikutaro menemukan nama Roland itu di buku telefon diantara huruf Rs karena memAng tidak ada perusahaan electronik yang berinitial Rs itu
Ironisnya jadilah nama Roland itu yang pada kenyataannya sukar dilafalkan oleh Ikutaro sendiri karena lidah Jepang tidak bisa mengucap bunyi L.
Jadi Roland bukan seperti banyak di klaim diambil dari puisi epic Perancis ' la canson de Roland ( the song of Roland).

Tahun 1973 diluncurkan Roland SH-1000 sebagai Sytesizer komersial pertama.

sumber: Wikipedia

Korg lahir dari cafe pak Kato . . . di Keio Jepang



Sekilas kita samar, kata Korg berkesan sangat Jerman menurut saya, banyak yang mungkin tidak menyangka bahwa ini juga lafal bahasa Jepang !.

(株式会社コルグ Kabushiki-gaisha Korugu) kini adalah perusahaan multinasional Jepang.
Tahun 1962, berdirilah Keio Electronics Lab di dekat stasiun Keio dekat Tokyo di bidani oleh dan Tsutomu Kato dan Tadashi Osanai, bahkan banyak yang me-reka-reka bahwa kata KO pada Korg berasall dari kata Kato dan Osanai.

Kato ini mempunyacafe atau Nite Club dimana si Osanai adalah insiyur dari Tokyo University adalah pemain Accordion yang handal. Osanai main di kafenya Sato dengan 'Wurlitzer Sideman Rhytem machine' tetapi rupanya Osanai tidak puas dengan performan Wurlitzer sehingga dia meyakinkan Kato membiayaipembuatan alat yang lebih bagus.

Tahun 1963 produk pertama dihasilkan dari pembicaraan Kato dan Osana yaitu 'Electro Mechanic Rhytem device' dinamakan Disc Rotary Electronic Rhytem Machine Donca matic DA-10.
Tahun 1967 Kato didekati Fumio Meida , seorang insinyur yang tertarik untuk membuat Keyboard, Kato sangat tertarik dan meminta Meida untukmembuat prototypenya. 18 bulan kemudia Meida datang dengan Prototype Orgen/ keyboard dan kenjualnya dengan nama KORG atau Keio ORGan.
Tahun1988 saham 51 % sahamKAto di Korg dakuisisi Yamaha, tetapi di tahun 1993 dapat dibeli kembali oleh Kato.
Waw !

Yang dari Indonesia Orgen apa ?


Sumber : Wikipedia

Yamaha, pabrik Piano yang jadi pabrik motor . . sejak 1897 ?



Coba kira kira di Indonesia, Oktober 1897 sedang musim apa ?, he he he, sudah berapa tukang orgen yang manggung di daerah anda saat itu . . . (boro boro . .)

(ヤマハ株式会社 Yamaha Kabushiki Gaisha) saat ini salah satu Konglomerat Jepang.

Nah, pada 12 Oktober 1897 itu pabrik piano Yamaha yang mengambil lambang 'Tiga Garpu tala" didirikan di Hamamatsu, Shizuoka, dimana pada awalnya Torakusu Yamaha mendirikan Nippon Gakki company pada tahun 1887, gila juga ! pantes sekarang jadi yang terbesar . . . udah sangat lama.

Setelah perang dunia ke 2, President dari Yamaha, Genichi Kawakamisaki mengusulkan potensi keahlian perusahaan di bidang Metalurgy yang seterusnya menghasilkan motor Yamaha Pertama YA-1 'Aka Akatombo' ( Capung merah).
Pada ulang tahunnya ke 100 , tahun 1987 namanya resmi menjadi Yamaha Corporation. Hingga sekaranghampir semua lat musik dibuat oleh Yamaha, silakan lihat video nya di Youtube.

Yang tak kalah pentingnya , pada tahun 1988 Yamaha memebeli 51 % saham pesaingnya Korg, sekipun padata tahun 1993 pemilik Korg mengambilnya kembali dari Yamaha. Salah satu industri musik yang di akuisisi Yamaha adalah perusahaan Jerman ' Steinberg' pada tahun 2004.
tahun depan perusahaan manalagi yang akan di akuisisi nih ?

sumber :Wikipedia

Selasa, 21 Oktober 2008

Lihat teknik main orgen di Youtube

Memang ya, semakin mudah kalau ada kemauan, contohnya. kita sedang belajar orgen adaaaa aja bantuannya misalnya video-video yang di Youtube.com yang punya Google juga itu.

Meskipun, juga memang tak semua bisa kita serap, mungkin karena bahasa, mungkin karena keterbatasan komunikasi (one way saja) , tapi sudah bagus lah, silakan brows di youtube
- PSR s900 demonstration dalam release resmi Yamaha atau
- Roland E 50 atau roland RD 700 atau apapun yang ber 'katakunci' roland
- Korg Pa800 juga ada . . bahkan
- Factory visit ke pabrik pabrik pembuatan alat musik, lihat " Yamaha Saxophones factory" dimana kita bisa melihat pembuatan sxophone, mulai dari si tube di pukul pukul kemudian di tekuk-tekuk dan di las, wah benar benar membuat semangat belajar menjadi meningkat.



Atau yang lain tentang Orgen atau lagu-lagu lama, semua membantu kita dengan free, gratiss asal mau nunggu, karena memang kita ini agak payah dari segi kecepatan transfer data, speedy sekalipun banyak 'ngedip'nya ( nggak kontak).

Nanti jika kecepatan multi media (internet) sudah stabil, saya kira akan lebih banyak yang memasang video untuk membantu yang sedang belajar, saya lihat saat ini kebanyakan masih dari negara barat sih.
Karena bicara mengenai teknik permainan hampir tidak bisa diungkapkan dengan kata - kata maka saya sarankan bapa dan ibu kalau mau belajar orgen sering buka Youtube aja kemudian di save (down load) atau di 'embed' kedalam situs atau blog kita , pasti ok . . ok?

Sabtu, 18 Oktober 2008

Hey . .gunakan 'octave' nya . . . .





Yeah ! . . he he he he
Belajar lagi . . . bapa, ibu . .

Octave . . . ya . . oktaf , ada dalam orgen tapi banyak yang jarang memfungsikannya atau bahkan tak perenah menggunakan kehebatannya.
Oktaf ya oktaf, 1 oktaf adalah satu deret dari C ke C, dari C1 ke C2, dari C2 ke C3 , ya itu dia oktaf. Tapi yang saya maksudkan disini adalah.

" menarik atau menggereser 'secara maya' tapi nyata posisi Note (ingat white note?) atau tuts sebanyak satu oktaf atau 7 note kemanapun, turun taua naik"

Lho kenapa ditarik dan digeser ?
Begini,
Kalau kita main orgen (yang baru belajar seperti saya) agar mudah mainnya kita jarang memainkan lagu dengan awalan chord yang bukan C, kenapa ?, jika kita main di E di F atau di Bb . . maka kesananya akan bertemu dengan banyak BLACK NOTE ! tombol hitam ! lho kok takut amat sih, susah tau !, menekan tombolhitam lebih susah dari pada tombol putih eh . . . mekekan black note lebih sudah daripada menekan white note !.

Naaahh, karena alasan ituu . . . .sering kita gunakan bantuan Transpose itu . . .jadi semua lagu mayor kita mainkan di . . C he he he he atau . . semua lagu minor dimulai dengan Am . . . . he he gitu . . . biar gampang . .

cuma . . . ini cuma . . .
Dengan menarik atau menggeser atau mentranspose akan mengakibatkan nada bergeser pula . . .
Contoh :
Lagunya dimulai di G (suara laki laki biasanya), tapi kita malas atau nggak bisa main di G atau nggak biasa main di G maka kita GAMPANGIN aja dengan tetap main di C tapi nada ada di G . . . nah caranya adalah kan dengan transpose . . .

Transpose dio balas dengan Octave
Jadi . . . .
Memang transpose itu penggeseran atau transposisi tangan kiri cuma jangan salah, semua kegeret atau kebawa, lihat gambar di atas jika lagu asli mainnya di G dan kita ingin memainkannya di C maka caranya adalah dengan mentranspose minus 5 ( -5) sehingga suara akan di G tapi tangan kiri tetap di C, akibatnya . . . suara tangan kanan atau melody akan tergeser ke kiri atau menurun sehingga melody (tangan kanan) bernada lebih rendah . . .kalau di gitar suara senar jadi nomer 3 ke atas . .

Bagaimana agar stabil lagi, atau agar kita mendapatkansuara lebih tinggi ?,
Naaah . . kita naikkan dengan upper oktaf . . . naikkin nadanya . . .kompensasi dengan oktaf plus . . .sehingga kebalikannya . . .
jika kita melakukan Transpose plus, atau menggeser ke kanan, seperti lagu di E kita tetap main di C maka artinya kita mentranspose +4 ( C > C#, D, D#, E = +4 , atau 4 langkah ke kanan). Akibat penggeseran ini suara melody , untuk untuk tangan kanan jadi naik, nada jadi meninggi dan terkadang jadi kurang enak suaranya, kalau di gitar seperti senar 1 dan 2 di daerah kanan (dekat body) padahal yang dibutuhkan suara senar 3 ke atas, maka kita perlu menurunkan oktaf.
Caranya ?
Pencet oktaf ke minus. Misalnya lagu Tenda Biru, lagu asli misal di Gm tapi kita ingin main di Am ,artinya kita mentranspose -2 ( Am > G#m, Gm = -2), nah jika keadaannya seperti ini, Intro lagu , Interlude dan Ending lagu pakai melodi dengan suara " Solid Guitar" maka kayaknya di oktaf lagi, nada gitar sudah rendah, jadi octave =0, tetapi jika kita masih ingin menurunkan supa lebih terdengat berat melodinya maka kita oktaf -1 . . .coba deh . . .

coba-coba aja terus . . .
Di YAMAHA, dalam hal tombol Transpose lebih enak, sekali pencet, plus atau minus langsung dapat, cuma . . . tombol transpose ada di kiri . . . coba . . jadi agak kagok jika lagu dengan jalan kita transpose, tombol oktaf justru sudah di kanan lihat gambar . . coba kalau di bali Oktaf di kiri transpose di kanan lebih cocok ( emang manusia . . . kapan puasnya . . .)

Di ROLAND tombol transpose ada di Kanan. . lebih bagus menurut saya, cuma harus dua kali pencet. tombol Oktaf ada di tengah atau di layar sentuh . . .

aduu, kepanjangan , sudah sudah . . .

Kamis, 16 Oktober 2008

Main 1 jari ? hayu . . 2 Jari hayoo, jangan malu jangan ragu . . .

Bapak ibu . . .
Masih main dengan 1 jari atau 2 jari ? ( tangan kiri)
Ndak apa apa, ndak ada yang nglarang, dak ada yang maksa juga.

Naah, kalau bapak ibu masih nyoba nyanyi atau main orgen dengan 1 atau 2 jari sambil baca lyric lagu yang disertai chord atau grip (Tabs, tablatures) yaaah main aja, terus sampai nanti bisa dengan 3 jari empat jari bahkan lima jari tangan kiri kita.

Patokannya atau GAMPANGannya begini :
Kita sebut dulu Tuts putih sebagai WHITE NOTE (wait not)- WN white not ini ada yang menyebut juga Fundamental note, kemudian Tuts yang hitam kita sebut BLACK NOTE (blek not) atau BN naaah . .

Chord Major atau mayor adalah semua not baik WN atau BN ( 1 jari)
Chord Minor adalah WN ditambah dengan BN yang di kirinya ( 2 jari)
Chord 7 atau tujuh adalah WN ditambah dengan WN yang di kirinya
Chord m7 atau minor tujuh adalah WN ditambah WN yang dikirinya ditambah BN yang dikirinya ( 3 jari)

Jadi . . .
Minor ? , pencet dengan jempol dan telunjuk
Tujuh, pencet dengan jempol dan telunjuk
Minor tujuh, pencet jempol, telunjuk dan jari tengah, wuih keren pake minor tujuh segala . .he he he he . .

A minor yang mana ? hitung saja dari C terus ke kanan . .ya, jadi nomer 6 itu A, tambahin dengan item atau blek not yang kirinya itu dia Aminor . . yes ! he he he he

D minor ?, yaaa, itu sebelah kanan nya C, kan D, tambahin dengan blek not yang kirinya, itu Dm.
Jangan di paling kiri dong mencetnya , pilih agak ke tengah orgen gitu . .

TERNYATA GUAMPANG . . . . . . yak? he he he he he

Jadi ingat, kalo kita nyebut tuts yang butih, biasakan sebut WAIT NOT .Kalo nyebut yang hitam kita sebut BLEK NOT he he he he, ingat nggak lagu Stevie Wonder dan Paul Mc Cartney ( taun 83an ya?) :

C . . . . . . . . .Dm
Ebony and Ivory
C . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . Dm
Life together in perfect harmony
C . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Dm . . . . . . G
Side by side on my piano, keyboard, oh Lord
C . . . . . . . . . . . . . . .F-G
Why don't we ?

terusin sendiri ah . .
Ebony itu kayu item , ivory itu gading
ebony itu blek not ivory wait not . . he he he

Jadi?
Coba saja ambil buku atau TABS ( kita sebut tadi lirik yang lengkap dengan gripnya dengan tablature atau GAMPANG nya sebut "tebs" wuik keren ya . . .) Praktekkan dengan tangan kiri, mainkan lagu itu di orgen.Tangan kanan lepas dulu aja . . .

INGAT !.
Yang namanya chord C ( anak anak bilang 'KORT') adalah WN yang paling kiri !
selanjutnya 'WN' sebelahnya adalah D,E,F,G,A,B kemudian nama balik lagi ke C perhatikan cirinya C itu dekat dua BN yang berjajar, terusss berulang begitu.

LIHAT ada berapa pengulangan sepeerti itu?, naah setiap ber-ulang maka disebut 1 oktaf, maka Orgen atau keyboard atau organ yang memuat 5 pengulangan disebut Orgen 5 oktaf, yang 6 kali atau C nya ada 6 disebut 6 oktaf . . he he he he sorry . . . bukan ngajarin . . tapi NGINGETIN . .

DENGAN ANGKA ( liat tulisan belajar Piano Blues)
Yaa, penting diketahui juga niy . .
kalau dengan angka, si C tadi disebut 1, D disebut 2 dan seterusnya jadi C,D,E,F,G,A,B sama dengan 1,2,3,4,5,6,,7 gitu . .
Black notnya disebut apa ?
apa ya?, kalau nggak salah disebut Flat, jadi BN pertama disebut '1 flat'
(wan flet) gitu kalo nggak salah .

Jadi ?
Jangan bilang lagi CATETAN LAGU lagi . . . waaah . . kuno he he he he Tebs gitu . .biar keren . . .
Jangan bilang lagi ITU TU YANG PUTIH bilang" wait not " gitu . . .

sory pak, buu . . . yaa.
emang saya mah dalam belajar orgen ini cari gampang nya aja lah . .
yang penting enaaak . . . .

Rabu, 15 Oktober 2008

Bicara esensi style lagi . . .ternyata 2 bagian style itu . .

:: Untuk Pemula Lagi ::

Ngomongin style lagi. sebagai tambahan wawasan saja . . .dan siapa tahu anda benar benar membawa style dari kampung halaman sebagai oleh oleh mudik he he he . .

Secara tak disadari ternyata memang style atau musik pengirig dalam orgen ini terdiri dari dua divisi atau 2 bagian yaitu:

1. Looped division ( bagian yang berulang)
Bagian style yang terus menerus berulang sebelum perintah pindah diberikan, contohnya Variasi 1 s/d 4 atau MAIN 1 s/d 4 atau Main Variation A s/d D istilah ini tergantung merek orgennya, dinamakan apa bagian itu oleh si pabrikan . Jadi dia akan gunjrang genjreng terus, gitu gitu aja hingga kita perintahkan pindah atau ganti macam.

2. One shot division (yang sekali Jalan)
Jadi bagian ini akan pindah sendiri tanpa diperintah jika tugasnya sudah selesai, apa itu ?, contohnya adalah
INTRO atau musik untuk awal lagu ,
FILL IN atau tanda bagian baru dimulai dalam Roland disebut FILL UP/ DOWN
BREAK henti sejenak (Yamaha) , dimana yang dominan hanya rhytem atau kata lain DRUM dalam Roland tidak dikenal istilah ini.
ENDing atau tanda akhir lagu

INTtro, ketika selesai akan menunjuk bagian yang kita tunjuk, dalam Yamaha, kita tinggal menekan Intro nomer 1( satu tombol) jika kita memerlukan intreo sederhana, lalu dia akan mengarah ke MAIN variation yang kita tunjuk, di Roland kita harus menakan 2 tombol yaitu jika kita ingin berhenti langsung atau ENDing paling sederhana yaitu ending 1, maka kita harus menekan tombol END kemudian tombol Var - 1.
maka musik yang sedang berjalan akan berhenti pada ketukan terdekat, atau seperti pada lagu lagu jaman dulu, pas mau selesai tiba tiba Jreng . . . udahan . . .

Kelebihan Yamaha adalah tombol FADEOUT dipasang tersendiri, ini adalah sebuah tombol yang mengatus agar ending sebuah lagu Volume nya menjadi mengecil, mengeciill dan hilang (selesai) di Rolang Fade out dapat diset pada tombol V-link. Jadi tombolinilah yang berfungsi menjadi tombol yang kita program (asign)

Dalam teorinya, One shot division itu atau BAGIAN SEKALI JALAN itu disarankan berjumlah 8 Measures atau 8 Bar, tetapi pada kenyataanya , terutama pada style song ( style yang dilengkapi dengan INTRO dan FILL in yang panjang) Dangdut si INTro atau FILL in itu bisa jadi 16 Measures atau 16 Bar, jadi si lagu itu lengkap sekali, atau si PLAYer bisa banyak lepas tangan karena musik sudah dibuat terlebih dahulu, hasilnya ? wuh jadi bagus, variasi gendang, variasi break atau hentakan jadi lebih hidup dengan adanya Bar panjang ini.
Inilah yang membuat setiap lagu beda style, padahal iramanya sama, hentakannya sama cuma . . . beda intro, Interlude ( yg diwakili Fill In) dan ENDingnya . . .maka beda lah lagu itu.
Bagi yang belum tahu bisa bilang begini . ." gila, lu apal aja semua intro lagu " padahal semua intro telah di'set' dalam setiap style . . .
Khusus di Dangdut memang sangat unik, karena Intro bisa sangat panjang, INTerlude juga sangat panjang dan 'beberapa kal" bahkan tiap selesai bait lagu (verse) atau setelah bait penghubung (bridge).

Jadi . . . . .
Jangan heran jika anda bawa style dari kampung anda, dan misal nama style ST BLP ( stasiun Balapan- Didi Kempot) , kemudian anda mainkan, ketika anda tekan FILL IN atau FILL up malah keluar musik panjang dan Fals nggak karuan . . .Lho . . .kenapa . .
Karena anda salah tekan CHORD atau salah grip, coba saja ketika si FILL in itu nggak karuan ganti Chord nya dari Minor menjadi Major atau sebaliknya maka akan terdengar enak lagi . . . .
Jadi . . .
FILL in yang panjang , atau musik isian yang panjang telah diprogram untuk lagu khusus pada chord tertentu, maksudnya kalau Minor ya untuk Minor kalau disiapkan untuk Major ya Major.
Maka ketika kita memainkan lagu lain dengan style ST BLP tadi bisa saja kita nunggu musik (panjang) selesai baru dia pindah.

Naaah . . .
Jika anda suka dengan style ini, suka gendangnya suka suara ukulelenya suka genjrengan gitarnya tapi anda terganggu dengan FILL In nya . . lho iyya , soalnya lagu2 Didi Kempot itu banyak yang enak enak . .maka cara untuk menghilangkannya adalah

1. Di Roland, matikan AUTO FILL IN nya ( tombol yg tepat sebelah kiri Start/stop), jadi si style atau musik ,mulai Variasi 1 sampai 4 akan tanpa fil in, jika kita mulai pada Var 1 kemudian langsung ke Var 4 maka musik akan langsung pindah, nggak ada lagi Fill In nya.
Konsekuensinya ?, musik jadi hambar, "pindah bait kok nggak ada aba-abanya . ."

Di yamaha (s 900) Auto Fill in tepat berada diatas tombol Intro II, matikan aja itu, cuma style atau jagu jadi 'cemplang' jadi 'cawerang' jadi hambar.

2. Ganti Fill In panjang tadi dengan yang pendek dengan cara mengcopy fill in atau fill up/ down pendek yang ada dalam style itu ( di Roland), di Yamaha lebih enak lagi, kita bisa ASSEMBLY atau comot sana comot sini untuk tambal sulam style ini . .
Atau Buat sendiri Fill In pendek saja . . . ( agak susah . . he he he he )

yaa, itulah obrolan saya sementara ini.

Selamat Bekerja lagi , Selamat Sibuk Lagi
Sukses buat anda semua !

Sabtu, 11 Oktober 2008

Halal Bihalal grup Keroncong . .? ya latihan . . .

Di kantor RW itu kami kumpullagi . . setelah puasa dan lebaran, setelah vakum ndak latihan, nah sekarang sembari halal bihalal, saling bertemu saling memaafkan dengan dulu- duluan minta maaf tanpa gensi, dengan suguhan alakadarnya yaitu singkong rebus dan beberapa oleh oleh dari kampung masing masing maka kami latihan lagi . . . .

Suasananya lebih semarak, seperti kita punya orgen dan sudah agak lama tidak memainkannya, karena dines luar atau karena halangan lainnya, setelah main lagi rasanya enak, mendengar suara suara 'unpluged' dengan mixer pinjeman dari salah seorang angota ( dinas di PLN) paduan bunyi dari 6 macam alat pun mengalun mendayu.

Flute yang di tiup oleh pak Win, sesepuh grup kami hidup dan menghidupkan seputaran kantor RW di malam tadi.

Cak dipetik oleh pak Yasir berdecak terkadang berdencing meninggi menyemangati yang bernyanyi dan mengisi relung relung lagu.
Cuk dan digaruk oleh pak Dayat melantun menaik turun, semakin mengayun pendengar yang mengantuk . .trulung . . .kentrull . . . trul . . .

Contra Bass, si bas betot diawaki oleh pak Sulis, vokalis utama bersuara khas mantap, dhang . .dhung . . menyingkir rasa bingung , dham . .dhem . . membuat malam itu semakin adem sejuk namun dihangati oleh para vokalis yang berderet berganti antri . . .pak Yopien yang suaranya mengarah ke Mus Mulyadi, Pak Fayakun, Pak Dibyo super Jawa , Pak Heru, Pak Haeruman (vocalis senior Dep Hub.), pak Agus saingan Rod Stewart, Pak Lilik (PLN Gambir), pak Kasiyo (Puslahta AD), bu dirwan, pa Parman, pa Jianto, Pa Mustaid yang jalesveva jaya mahe sama dengan pak Dibyo dan yang lain . .

Cello dipegang pak Maryo, terkadang genit nyendal - nyendul terkadang di kemplak bak pinggiran gendang saat mengiringi lantunan langgam jawa, plak ndung dung plak . .tu tung tung betul betul juag membuat haru, seumur beliau masih masuk mat dan jeli mengkoreksi nada-nada fals dari alat yang lain. Pak Maryo juga memainkan Flute, bisa bergantian dengan pak Winarto.

Gitar yang setiap mili senarnya diacak acak oleh Pak Heri, termasuk kalangan muda, di awal latihan suara gitar tenggelamkarena kurang masuk ke mic, maklum kan unpluged he he he jadi benar benar nggak pluged !. Saya mengambil gitar di rumah, yang semi elektrik biar bisa di coloklangsung tanpa mic, yes akhirnya gitar lebih muncul lebih keluar menyelinap diantara suara cak dan cuk tanpa henti.
Dan memang pemain gitar di dalam Keroncong termasuk paling capek di tangan, karena petikan gitar harus terus mengalir diantara kekosongan ketukan, terus . . terus . . semakin rame dan semaraklah latihan malam tadi.

Ndak apa apa, malamnya menyantap nasi Goreng, entah buatan bu siapa . . yang jelas tuntas juga itu nasi goreng, bersama para hansip yang berjaga malam itu.
Jam satu, lagu nyiur hijau di mulai oleh flute pak win, itulah tanda siaran langsung dari kantor RW berakhir . . .
Berakhir dengan beres beres sound, beres-beres meja, beres beres alat . . juga yang jelas beres-beres semangat agar tetap membara untuk tetap menyanyikan lagu-lagu yang menawan bersahaja, yang membawa bahagia yang sederhana dalam situasi yang kadang tak terduga.

Cag.
ASG

Jumat, 10 Oktober 2008

Lagu Keroncong dimata saya

Yaah, seperti kerinduan lah, kalangenan, klangenan, seperti suara burung berkicau, terkadang kalau burung itu berkicau terus kita juga bosen atau bising tapi kalau burung itu diam terus malah kita pancing agar dia berbunyi . .
Terkadang rindu serindu rindunya, terkadang juga benci dikiiit . . . ha ha ha ha ha. Begitu juga dengan lagu-lagu atau musik yang khas. Dengar lagu Bimbo terus kita jadi sendu . . .jauuhhhh menerawang dan menikmati kesakitan hati, kegagalan dan penolakan dalam hujan gerimis . . ., dengar lagu Ebiet terus juga jadi merasakan kekecewaan nggak jadi sama Camelia . . . .( Oh Camelia datanglah kau di satu mimpiku) . Jadi ? ya kita dengar dan nyanyikan macam macam lah berganti ganti antara cepat dan lambat, riang dan mellow, suka dan nestapa . .

Jika kita sering mendengar lagu keroncong (yang berbasis Jawa) dari Orkes Keroncong Radio Surakarta, Lagu lagu yang dinyanyikan oleh Ismanto , M Rivani, atau Toto Salmon , itu enak enak dan beragam meskipun chordnya diantara itu dan itu ( umum lah).
Lagu lagu keroncong yang diciptakan oleh Gesang, Samsidi,Pantosa, Marjo Kahar, Piet Munandar, Keli Puspito, Sapari, Toto Salmon dan lainnya enak enak, meskipun bagi yang tidak biasa rasanya terlalu lambat dan semua sama.
Teman saya orang Palembang, seneng musik bisa main musik juga, usia 40 lah, dia kaget saya memutar lagu lagu keroncong, dia baru pertama kali mendengar dalam hidupnya ( oo o o o . .). Saya bilang coba terus dengarkan dan coba berikan appresiasi, dia bilang sama semua he he he he he . . .

Itu dia . . . agak beda memang lagu keroncong ini, mungkin bagi sebagian kalangan harus sesuai mood masing masing, karena lagu lagu keroncong ini saya perhatikan jika mengungkapkan diri seperti sangat bersahaja, Jika menyatakan cinta adalah cinta yang menghargai, Jika memuja negeri itu sangat patriotik dan dewasa, jika mengungkapkan kegembiraan adalah kegembiraan bersama, kalau mengungkapkan tempat selalu memuji keindahan dan keramaiannya., itu pendapat saya . .

Ini adalah Reff dari lagu Segenggam Harapan Cipt, Budiman RJ dinyanyikan
Toto salmon , syairnya khas keroncong, wuuiiih uenak tenan . . .

Tiba datang sepercik sinar pelita
Kau Remaja . . .
Pembawa Cahya nan terang - Sampai kah di hari esok

Pancarkan sinar budaya
Budaya cipta praseni
yang kan abadi . . .

saya nilai lagu ini adalah ungkapan hiburan bagi si pencipta ketika Musik Keroncong itu semakin jarang diminati, tetapi kemudian ada orang2 muda yang mulai menekuni keroncong ( seperti saya . . he he he) ungkapan yang sangat mengena.
Atau yang ini , petikan lagu Pesanku cipt. Ismanto

Selamat ringgal juwita
Sampai berjumpa kembali
Aku merantau mencari nafkah
Doakan cepat kembali . .

Hanya pesanku padamu juwita
Didiklah putra dan putrimu
Dengan tulus iklas hati juwita
Hanyalah itu pesanku

Jadi lagu-lagu itu jelas situasinya, seperti lagu ini adalah lagu suami kepada istrinya. Dalam lagu Pop jarang sekali lagu yang menceritakan hubungan dalam keluarga, ada sih lagu lagu Ebiet.(Istriku marilah kita tidur hari telah larut malam . .lagi sehari kita lewati . .meskipun nasib semakin tak pasti . .lihat anak kita tertidur menahanklan lapar . . )

Menikmati lagu keroncong sepertinya akan mendudukkan kita dalam keadaan yang establish (mapan) dan dewasa, maksudnya menurut saya bukan kemapanan materi tetapi perlu 'dirasa' dengan lebih kalem dan tertib (senyum dan tenang dalam batin).
Saya sendiri dalam orkes keroncong yang saya ikuti adalah paling muda, sehingga kalau kumpul -kumpul ya harus 'adaptasi' dengan para bapak yang sudah lebih mumpuni (capable). Tapi itulah sebuah 'kerinduan" sebuah 'kalangenan' sebentuk ' klangenan' pada sebuah ketenangan, kesabaran dan kepasrahan dalam bermusik.

sungguh nyaman indah nian
membimbing daku ke pantai asmara
terlena lah oh daku . .
dari . . . derita dunia . .
( kr. Malam - cipt. Ismanto)

Sementara itu dulu
ASG

Kamis, 09 Oktober 2008

Prediksi bodoh saya . . .orgen second bakal banyak

Perhatian ! . . . .
Bagi bapak dan ibu yang sedang menunggu waktu untuk membeli orgen bekas (PSR 3000, s900 dsb) sebentar lagi tiba saatnya . . . .

Lho ada apa ?
Minggu ini terus terjadi kehebohan secara Global, dan kita pasti kena dong . .saya tak megerti bursa, tetapi ketika kemarin siang Bursa efek Indonesia ditutup mendadak (India dan Rusia Katanya sejak pagi) rasanya kok berita ini tak dapat terbendung menembus hati yang terdalam . . .bayangan krisis 1998 terjadi lagi . . oh my goodness . . . . (Foto SCTV Liputan6-Bursa Efek Indonesia masih tutup 09 Oct 2008- 12.35)

Hubungannya dengan Orgen second ?
Ini cuma prediksi bodoh saya, Beberapa bulan kedepan , kita akan susah lagi, fokus terhadap yang perlu perlu saja, yang secondary di skip saja, lewat, tidak usah jalan jalan apalagi ke luar negri, PAKAI PRODUK INDONESIA !, dan JUAL ORGEN ITU ! . . buat apa cuma nongkrong disitu , mendingan dipake modal dipake biaya anak sekolah . . .dsb.
Ini cuma kira kira saja . . ( seurieus amat ?)
Jadi yang mau beli orgen bekas yang masih bagus ( he he he he . .malah nyaranin) siap siap, akan banyak yang jual orgen nih . . .

Semoga kita semua dapat melewati keadaan seburuk apapaun dengan berhasil baik . . .
Ya Tuhan berikan kemampuan kepada kami untuk melewati situasi ni dengan sukses . .
aamiin . . .

Selasa, 07 Oktober 2008

Roland E 50 Berobat di Pusat servis- Citra Intirama ( Distributor tunggal Roland) . .2

Yaaah, jika dibandingkan dengan pusat servis Yamaha, menurut saya bukan bandingan ya, karena Yamaha sudah ada pabriknya di Indonesia, mulai Orgen gitar dan sebagainya, sedangkan Roland kan hanya Distributornya yang ada di Indonesia ( PT CI adalah distributor Casio, Technics dan banyak merek lainnya, sperti Drum Pearl dsb. silakan buka citraintirama.com)

Tapi rasanya saya ingin diperlakukan seperti di Yamaha, saat saya memelihara Yamaha dulu ( nanti saya piara Yamaha lagi ah . .)
Bedanya apa ?

Yamaha Buka hari Sabtu Roland tidak, ini dia yang paling baik, karena mungkin saja pemilik hanya punya waktu di hari libur, seperti saya, kuli. Jadi hari sabtu itu adalah hari memanjakan Hobby, memanjakan anak, memanjakan . . istri juga ha ha ha ( masa seminggu sekali ?).

Memang ini sebuah kritik kecil saja buat divisi servis (pak Kartana- manager nya, maaf kalau salah sebut), Ketika pasien datang (orgen sakit), sama dengan di Yamaha, diterima suster, kemudian di Yamaha langsung dipertemukan dengan dokternya, di Roland si sustert langsung nulis nota . . .
"lho ini apa ? " tanya saya, 'silakan tanda tangan pak, soalnya barangnya harus ditinggal . .'kata bu suster. "
" nggak, kalau harus ditinggal, saya mau bawa pulang lagi" maklum saya nggak bisa nginepin orgen dengan kondisi yang menurut saya " cuma sakit dikit" masa opname . . . . ." saya mau bawa pulang lagi "kata saya.
Akhirnya dokter orgen datang , saya bilang "Pak menurut saya, orgen saya ini nggak sakit, cuma ada yang copot dikit (seperti analisa Pa Tjandra VW musik) , jadi Cek dulu ajaa . ."
" Ya saya akan chek dulu, nanti kalau sakitnya parah, saya akan beresin lagi, agar bapak bisa bawa pulang lagi" kata dokter orgen . ., naaaahhh gitu dong . .

Di Yamaha, Orgen datang langsung di check, dengan prosedur baku sederhana, check fungsi dengan tekan tombol2 utama ( vital sign - lah . .) lalu si dokter bilang, ooh , ini cuma karetnya sobek, kami buka ya . .. Orgen langsung dibuka di ruang servis ( dimana orgen dari se Indonesia . . antri menunggu giliran), kemudian langsung ditunjukkan yang rusak dan diatur penggantiannya, meskipun misalnya spareparts beli, ongkos gratis.. ndak apa-apa . . asal , cak ! cek !, sederhana cepat, pasti dan santai . . .
Naah . . untuk Roland, ada baiknya kali yaaa . . koreksi SOP lagi . . .siapkan aksesories check di ruang terima . ., jadi ruang terima itu selalu tersedia "adaptor orgen" lah minimal, jadi jika yang mau servis lupa bawa , disana sudah siap colok dan periksa . . .cek dulu . . . baru advice ke kita . .pak ini perlu opname . . atau pak ini sih cuma copot dikit, bapa tunggu aja sebentar . . . waduuu coba kalau begitu, tambah manis itu Roland . .

Dulu saya lihat ruang Servis Yamaha di Gedung Gajah Tebet (sebelum pindah lagi ke depan komdak) , Satu Ruangan yang sedang lah, dengan meja panjang dan perlegkapan servis electronic yang sudah terpasang (seperti di pabrik), orgen yang di servis berjajar sedang dan menunggu dikerjakan), sebuah workshop yang bagus menurut saya.

Tadinya saya sudah setengah kesal, karena agak susah cari alamat pusat servis Roland itu , karena pas ketemu, ternyata kantor Roland itu tanpa papan nama ( tau dong . . .), cuma ada sticker Roland dan Technics tertempel di Pintu kaca. Beda dengan Yamaha yang Jelas tulisannya ( keren lah).
Tetapi ketika Pak security kantor Roland menggendong Orgen saya ( biar saya bawakan pak) . . . .plong saya agak lega . . .lalu kemudian saya masuk ke dalam dan berttemu Recepsionist yang memandu saya yang agak kesasar di Roxy, yaah terobati juga, saya sempat salaman sama manager servis nya yang ramah, tapi agak ragu mau komplen . . sudah lah nanti saja he he he . . .

Benar saja, kerusakan orgen saya ditangani dokter Roland hanya 15 menitan lah, beres ! . . tuuuhhh .. kata saya juga apa . . nggak sakit kok . . cuma ada yang copot dikit .
terima kasih mbak . . mas . . saya mengucapkan terimakasih berulang ulang, karena prediksi saya benar dan action bagian servis yang sigap.

Akhirnya kembali orgen saya digendong oleh petugas dari Roland Indonesia,PT Citra Intirama, jakarta . .
Heup, naikin pak, makasih ya pak . . .

Oh ya, Yamaha bisa servis kunjung ( ke rumah) , katanya Roland juga bisa cuma sama harus antri . . ini baik sekali good . . .

akhirnya . . . . . . hmhhh .

Roland E 50 berobat di Citra Intirama, distributor tunggal Roland Indonesia

Sebenarnya, sejak si Roland E 50 itu saya boyong ke rumah saya, puteran 'JOG' nya sudah tidak berfungsi karena saya kurang cek saat beli di pa Tjandra (VW musik- Jkt), tapai saya anggap itu bukan prinsip, cuma minor aja, jadi saya akan betulin kapan kapan lah . .lho kok gitu ?

Itu dia, pusat service Roland.PT CI,tidak buka pada hari sabtu dan minggu, padahal saya cuma libur di hari hari itu, jadi nggak match dengan jadwal saya, sudah lah kapan- kapan (dalam pikir saya)

Hari ini tanggal 7 Oct.2008, hari terakhir libur, naaah saya niatin deh,pagi pagi banget mau bawa berobat itu Roland saya ke pusatnya . . .
Jalan Cideng Timur jakarta, saya tahu banget, tanpa melewati jalan 'trhee in one' (jalur pernumpang berbatas- 1 mobil minimal 3 orang).

Saya sikat saja, dari casablanca terus ke Tanah abang, lurus ke arah Roxy dan Pasar Pagi, katanya Citra intirama itu dekat Holand Bakery ( pojok Hasyim As'ary- Roxy), saya sisir itu Cideng Barat, kemudian nyebrang Cideng Timur . . . mana dia ?????, sudah saya banyangkan, Distributoir Roland itu ada di sekitar jalan itu dengan parkir yang enak . . .dsb. Dua kalai saya puter , dua kali saya polosss . . . (polisi di perapatan Jl Balikpapan sudah liat gelagat orang kesasar . . . kok orang ini mutar muter si sekitar itu terus . . . ) wah harus ubah jalur, pikir saya.

Saya telfon ke CI, eeeee allllllaaaaa . . ternyata Citra intirama adanya 'munggungin'jalan Cideng Timur, tepatnya bukan di Jalan cideng timur . . . tapi . . punggungnya di ruko yang menghadap Cideng Timur, yaitu kantor Mandala Air dan BCA . . , jadi kita harus masuk ke 'gang-jalan lagi di dalem' di depan SD IPPI, jadi tidak kelihatan dari jalan Cideng Timur.

Kesimpulan arahnya :
Dari Harmoni, masuk Hasyim Asyari, sampai Roxy balik arah di bawah fly over, balik ke arah Harmoni, perapatan Cideng Belok kiri arah Pasar pagi, ambil kanan di puteran pertama (U-turn) langsung ngiri, lihat kantor Mandala dan Bank BCA, maju sedikit lihat kiri ada gapura kalyu ber cat kuning, masuk situ kemudian belokan pertama masuk kiri nah di situ letak nya kantor management Distributor Roland itu. . . .

Dari Kuningan, Casablanca Terus arah Tnah Abang, naik fly over Karet , terus, kemudian kita sudah ada di Cideng Barat, terus hingga peraparan Hasyim Asary (Roxy) lihat kanan , di pojokan ada Holland Bakery, Jika Polisi mengalihkan jalur (Tidak boleh lurus) maka kita belok kiri di perapatan tadi, terus hingga Roxy Mas ( Jangan Naik Fly Over), Ambil kiri terus, di depan Roxy muter lewat kolong fly over ( balik arah) kemudian menuju perapatan Holand Bakery lagi, dan di peraparan belok kiri, kearah Pasar pagi, ambil jalur kanan, U-turn pertama ambil kanan dan langsung ambil jalur kiri , lihat ada Kantor Mandala di sebelah BCA naah, Citra Intirama itu berada di belakang kedua kantor itu . . .

Senin, 06 Oktober 2008

Roland E50 : Reorganisasi Style lagi . . . .

Saya yang sudah lama dengan Yamaha dan banyak puasnya, cuma saat ini masih saja agak kurang puas dengan Roland dalam hal ' Reorganisasi' style, maksudnya adalah bagaimana mengatur dan menyususn kelompok style dalam orgen atau dalam Yamaha disebut User style.
Dalam Roland memang kelompok 'file 'style dibagi menjadi 4
1. Preset ( bawaan dari pabrik)
2. Internal (file yang disediakan dalam memory orgen, lalu kita isi)
3. External (File yang benar-benar berada dalam memory external dalam hal ini 'card')
4. Flopy disk (disket 3,5 Inch , yang slot nya masih disediakan) cuma . . . .

Dalam ke 3 media tadi (2,3,4) kita tidak bisa membuat file atau sub file agar kita mudah mencari style ( seperti di Windows lah . .), jadi samapai saat ini , hal ini saja yang agak mengganjal, tidak seperti di Yamaha, membuat file sangat bebas seperti kita membuat file apapun dalam windows (atau Linux).

'Genre' Salah satu yang membantu
Salah satu yang dapat membantu dalam Roland adalah pengelompokan style berdasarkan Genre (jenis atau era), tapi ini juga harus kita isis atau harus kita tentukan, misalnya nama style ' dut10'apakah mau kita masukkan ke Genre 'dut ?, atau 'popdut' atau' cmp sari?' dsb. Genre ini akan mengelompok ketika kita tekan tombol 'genre' tetapi . . . . .

Ketika kita kan menghapus style langsung dari fungsi 'file - delete' genre ini tidak muncul, jadi semua stylemasuk dalam genre 'unknown' ( tak dikenal) sehingga bisa saja kita serta merta men-delet file style kesayangan kita ( misalnya ketika kita akan menghapus style yang tak aktif.

Upload luammaaaaa . . . banget.
Saya agak kurang faham ( dan tidak tertarik untuk memahami lah), di Roland saya E 50, style baru harus masuk kedalam file ' put new style here' ( yang tahu pak Tjandra niiy . . .), nah jika si style sudah sudah di upload dengan sangat lama misala jumlah style 200an ke atas, barulah style tadi masuk ke file ' style" tidak lagi di "put . ." tadii itu, hhhhh . .agak ribet juga dalam hal ini . . .

Reorganisasi style
yaa, misalnya dalam card kita terdapat 500 style, udah lah buang buangin aja, maksudnya pilih mana yang benar2 aktif kita pakai.
Jika kita bukan orang panggung ( profesional orgen player), cukup simpan 100 saja . .kalau untuk di panggung mungkin lain, karena style sudaj khusus untuk 'tiap lagu" sebab style adalah " style song" (style yang sudah ada intro, interlude khusus, biasanya dangdut, campur sari dan etnik). atau anda mau memelihara 700 atau 1000 style tetap dalam card anda , ya terserah, silaken saja . .he he he.

Memang caranya agak ribet dan makan waktu . .( di roland)
1. Kita putar lagi, dengar semua style
2. Rename, ganti namanya dengan yang lebih mudah dikenal dan mudah di 'sort'
3. Ganti genre, misal asalnya 'camp sari ' menjadi 'cs' saja
4. touch up ulang !, maksudnya coba dengar lagi gendangnya atau drumnya, cocok ? , bass nya cocok ? kalau tidak, ganti lagi itu gendangnya atau drumnya baru 'save dengan nama baru'.

Di Roland (e50-e 60) ada drum kit tambahan, yaitu indo mix 1, 2 dan 3, tiga macam kit,yang dimaksuduntukmemuaskan selera tradisional kita . . .cumaaa . .
dut nya kurang dapet kalau dibanding Technics . . tapi yaaa ok lah . . .

Mencari Dut, campur Sari,Keroncong , Sunda dan etnik lain.
Sudah mencari sana sini kok belum ketemu juga stye yang dicari . . . .
Yaaa . , coba lagi . . .masuk ke harodilia.com lagi . . . waduh ! teta psaja PSR ( Yamaha) yang banyak tersedia ( gratis maksudnya) . . Roland mah sedikit, paling banyak disumbangkan oleh pak jokoroland (lihat deh). naaah coba ulang sedot lagi . . .

1. Buka harodilia .com atau jososoft.dk
2. Cari Roland
3. Down load ( kebanyakan sudah di 'zip'- dipadatkan)
4. Buat filebaru di pc kita
5. Unzip
6. masukkan ke 'card' ( Roland tidak bisa USB)
7. Mainkan di Roland tiap style
8. Rename dan tentukan genre tadi . . . . siapa tahu . .
style yang kita cari justru dulu terlewat . . dan ternyata masih bersemayam di situs gratis ini dan kemudian kita koleksi.
Kemungkinannya gimana ? , yaaah jika kita men down load 200 style mungkin kita dapat 10 style yang kita cari . .terserah selera anda sih . . . .

Jadi, berbahagialah yang memiliki Yamaha, karena dalam hal organisasi style sangat mudah mengatur file . . . namun . .

berbahagialah yang punya Roland karena suara roland lebih natural dari Yamaha . . .dan banyak fungsi yang tidak dipunyai Yamaha . . .

Berbahagialah yang punya keduanya . . . bersyukurlah . . he he he, biasanya pengin juga punya Korg lah . .punya Technics lah . . . dan ingin yang semakin mahhall . . . tapi juga

Berbahagialah yang belum punya tapi ingin punya, karena anda punya keinginan untuk punya, dan ingat jika anda sungguh2 ingi
n punya , itu pasti bisa punya . . semakin fokus semakin cepat . . .(ah massa . .? . . . buktikan sendiri . . .)

Happy keyboarding year !