Tampilkan postingan dengan label Kota Jember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Jember. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2011

Bingung libur ke mana?, orang Jatim bagian Timur ,ke Jember aja, pantai Papuma di Ambulu

Ya dekat Watu Ulo, Gampaaang . .Dari Jember atau dari Probolinggo cuma 1-2 jam dan saya kira terbayar lah lelah kita dengan melihat situasi seperti foto foto saya ini.. ."Wes ta laaa melok o akuuu" ( udah lah ikut aku aja) dijamin mantep .Ke Tanjung Papuma Jember aja, brangkat pagi sekali biar dapat lihat kabut di pantai nan sepi . .,menurut saya sih sangat cantik.Perjalanan ke sana pun asyik ,gak terlalu jauh dari Jember atau Probolinggo juga Lumajang.


Kalau saya bagi, Papuma ini menjadi 2 area, Barat dan Timur. Timur itu pantai yang landai tempat bersandarnya perahu Nelayan yang cukp besar , mantap!!! sure!

di Sebelah barat adalah pantai yang bibirnya sempit namun berbatu dan sangat dramatis di pagi hari, sampai jam 9 pagi saja masih berkabut tebal, dingin. buktikan,

Nah kita akan diarahkan dari timur dulu, searah jalan, karena kita akan masuk via bukit yang cukup terjal, tapi semua mobil bisa laaa.

Lalu kita parkir di pantai, ada tempat ganti baju yang bersih, toilet, tukang baso juga ada. Baru ketika pulang kita diarahkan memutari semennjung ke arah barat dan di sana pun kita busa parkir dan foto foto.SAYA MEMOTO HANYA PAKAI HP ! mungkin anda tidak percaya, kenapa kok cantik?? . . siapa dulu yang moto . . wong saya . . .he he .
liat foto pake HP di http://picofmymobile.blogspot.com/






wes ta laa budalooo ( udah lah brangkat !!)
Tak jamin, apik apik ( saya jamin bagus!)
he he ehe maksa ya?

Opo?,Bungalow?, ada, rumah sewa ada tergantung doku anda lah,fleksibel lah.











Kalo saya cerita terus pasti panjang dan lama ha ah aha . . yang penting buktikan bersama keluarga, atau ada sodara yang datang dari Jakarta, ajak ke papuma, bilang ada orang promosi di blog, kayaknya dibayar oleh Pemda Kecamatan Ambulu he he







Batu ini gede banget, liat orang aja segede gitu











Ngintip di antara bakau di pantai barat papuma

Selasa, 22 September 2009

Holiday /Lebaran Trip : Bekasi - Jember 1113 Km, lewat jalur utara lalu selatan Jawa (2)

Jogyakarta - Solo-Kartosuro- Sragen-Ngawi-Nganjuk-Jombang-Mojokerto-Pasuruan-Probolinggo- Jember ( +500km)

Jogya ke Ngawi saya jalani siang hari, 17 September 2009, Jalanan sangat mulus, lancar, rambu-rambu sangat jelas, untuk anda yang belum pernah lewat dengan berkendara sendiri, no paroblem, silakan coba , siang atau malam, jalur ini sangat layak dan baik. Saya lewat Mojosongo di Solo, daerah yang pagi itu di grebeg oleh densus, dari dekat terlihat mobil2 stasiun Tv yang meliput di kawasan yang kering itu, sepanjang daerah itu coklat kehijauan karena kemarau, dan hampir tak terlihat ada kampung dari jalan raya, makanya cocok untuk ngumpet he he he . .kaliii . .
Tancap terus ke Ngawi kabupaten perbatasan jawatengah dan Timur, setelah pesantren Gontor putri (?) saya belok kanan ke arah Paron lewat Ngrambe, si teteh yang kerja di rumah saya bilang salah jalan, harusnya lewat Ngawi saja, dia belum tau yang bawa mobil mantan Trainer Lorena he he he . . .
Rasanya jauh, lewat Walikukun, Midodaren terusss naik ke kaki gunung Lawu (30 km) , pantes kata si teteh kalau naik ojek 100 ribu ! , di pertigaan Ngrambe saya belok kiri arah Paron kemudian ke kanan ke Jogorogo lalu Kendal rumahnya pembantu rumah tangga kami. Jalan Ngrambe - Jogorogo turun naik cukup ekstrim tpi jalannya tetap mulus . .

Kesimpulan saya, pembangunan prasarana jalan kayaknya sudah baik dan layak juga merata bahkan hingga ke pelosok seperti itu.
Aneh juga makan kupat tahu ala Ngawi, kok nggak pake bumbu kacang ? cuma kecap doang . . katanya yang pake bumbu kacang namanya kupat pecel . . .laen lagi . . coba kalau ada ketoprak ini lebih cocok dengan lidah kami.

Ngawi - Jember via Gempol ( tidak lewat Surabaya)- 350 km
Start agak sore dari Ngawi, Jalanan mulusss rata, rambu sangat jelas, diperjalanan paling paling ketemu dengan Bis malam solo -Denpasar (Bali) yang memang melintas ke di Gempol juga sekitar jam 8-9 malam lah.
Tidak ada hambatan dari sarana jalan dan rambu lalulintas membuat perjalanan keluarga saya semakin lancar dan menyenangkan, jam 1.30 pagi sampailah saya di rumah tujuan di kota Jember, setelah 1113 Km odometer kami muter terus.

Minggu, 14 September 2008

Bukaaaaa . . . . stop main orgen ! buka dulu . .


Alhamdulillah, setiap hari masih saja sekurang kurangnya ada sebutir Blewah yang berurusan dengan saya, saya belah saya serut saya gulain dan saya sruput.
Serasa buka puasa di Jember, anggap saja begitu. Es Blewah,pake syrup Vanily dan sprite, mantepbanget, saya suka yang plain, seperti foto di atas itu . . . silkakan coba in segerrr . . . . . .

Kamis, 07 Agustus 2008

Jember : Kota kenangan saya , Alat musik Second dan Dewi Persik



TN1= Tony GW
AK1 dan AK2 = bis Akas

LP = foto lapindo dari pinggir Jalan raya Porong
SB = Sumber Sari Gang 12.

Saya kemarin ke Jember (Jawa timur), kota kenangan saya . . .yaahh jalan-jalan ya bernostalgia ya silaturahmi, macem macem lah, kebetukan ada event JFC Jember Fashion Carnaval dan BBJ bulan Berkunjung ke Jember, yang katanya tahun kemarin sukses sehingga diulangi lagi.
JUga saya mau sambil ketemu Tony GW aktifis juga di milis keyboard Indonesia, dan satu-satunya yang aktif dari Jember.

Tony GW "orang daerah agak gengsi membeli alat music bekas "

Pemilik Java music shop, toko yang menjual alat music second di Jember, tidak seperti di Jakarta dan sekitarnya dimana toko alat music second sangat banyak. di Jember bisa disebut cuma satu-satunya, diantara "hanya 2 toko alat music" di Jember yaitu GD dan HM yang katanya juga mulai menjual alat music second. Ya kata Tony bisa dikatakan orang daerah (jember) agak gengsi membeli alat musik bekas, 'mungkin' juga, sehingga jualan Tony malah lebih aktif ke Jakarta !, dia bisa bahkan sering kirim orgen second ke Jakarta dari barang yang didapatnya dari Denpasar Bali ( Lho ?)
Memang sih butuh edukasi dan informasi serta "Kejujuran", karena mungkin beli alat (music) elektronik bekas takut "ketipu" oleh si penjual, maka dari itu Tony berprinsip "No Tipu-tipu, Kepuasan Pelanggan Nomer satu !".
Alamat Tony di Jember adalah Java music Shop di Perum Palem asri A21 dekat Mandiri Land (mandiri Mall yang belum jadi itu) jadi kalau dari Carefour Jember masih terus sampai di Mandiri Land nyebrang Rel KA nah dari situ sudah dekat, tanya saja Tony "tukang Orgen" he he he iya kan ton ?

Mengenang Jalur Surabaya Jember
Ya memang ini jalur Jalan kenangan saya saat sekolah, terminal lama Pasuruan (sudah pindah Juga kayaknya) dimana saya suka beli sate kerang atau lumpia dan minum es sinom he he he maklum anak sekolah sikaat terus yang penting enak, Pool bis Tjipto ( yang kini sepi) . . . 'Rawon nguling' yang jika berkendara sendiri enak untuk diampiri . . terminal Lama Probolinggo depan Pool Akas lama, dimana semua Bis harus antri dulu di situ, dan kita harus ganti bis ke yang paling depan, sekarang sudah tidak ada lagi, lalu pertigaan Randu Pangger di Probolinggo juga dimana tempat itu menjadi pertanda bahwa kita sudah sampai di Probolinggo (dari arah Jember) dimana si kernet selalu bilang "pangger-pangger . ." sekarang sudah tidak kesitu lagi jalus busnya.
Juga ada pertigaan Wonorejo, yaitu jika kita dari arah Klakah maka Bis akan berbelok ke kiri ke arah Jatiroto, yang lurus itu ke kota Lumajang (lihat gambar).
Juga Jatiroto ,Kecamatan antara Tanggul (jember) dan Wonorejo (lumajang) , dimana terkenal dengan pabrik Gula nya dan 'Nasi Goreng Mawut Beng" di pinggir jalan raya Jatiroto Uueenak banget nggak ada di Jakarta . .
Oh ya pas saya tanya Tony dia juga tidak tahu kampungnya Dewi persik di sebelah mana, lalu saya terangkan, itu tu di Sumber sari (Jl Panjaitan) gang 12, masuk lalu belokan ke 2 ke kanan, nah itu rumahnya, "lho mas tinggal dimana ?" kata Tony, di gang 12 itu cuma saya di depan, kata saya he he . .
Sepanjang jalan kenangan . .
kita slalu bergandeng tangan . .
Sepanjang jalan kenangan
Kita di dalam bis akas . . .
Hujan yang rintik rintik . .
Di awal bulan itu . . .
menambah indahnya . .malam syahdu .

Selasa, 01 Juli 2008

Saya cuma terlalu suka main Orgen

Kayaknya seperti itu, meskipun kualitas permainan saya segitu-gitu juga, saya terlalu seneng main orgen ini, makanya saya pernah mau beli Korg i30 tapi karena pertimbangan ia tidak dipasangi 'built in' speaker maka terbayang , wah kalau nanti saya bawa-bawa kan harus bawa 'cube' juga ( speaker aktiv yang pakai equalizer) kenapa?
Saya kemana mana bisa bawa orgen, kalau sabtu ke rumah mertua sih pasti bawa, di sana saya otak atik itu orgen sampai mertua menawari makan siang nggak kedengeran he he . . .
Ke kantor juga bawa kalau hari jumat, dulu waktu kantor saya dekat parkiran, sekarang jauh dari parkiran, kayaknya gimanaaa gitu jika tiap jumat bawa orgen, ya jumat, setelah jum'atan kan masih ada waktu, biasanya nyanyi di kantor, sekarang tidak.
Anak-anak saya jadi otomatis kalau mau pergi ada yang ngingetin, adaptor sudah bawa?, mik sudah bawa?, " ambilin tas orgen di atas" yaa pokoknya seru, meskipun belum satupun anak saya yang suka dan bisa orgen, nanti mungkin he he . .
Ke seminar di luar kota juga saya bawa, saya lihat dulu, kamar saya dekat parkirang nggak?, kalau ya saya bawa orgen, kan enak orang lain malem jalan saya maen orgen di kamar, paginya setelah subuh saya main lagi sebelum sarapan, jadi latihan terrussss . . . he he, terserah orang bilang apa lah, saya cuma seneng main doang.
Ke Jawa ?, juga saya bawa, kalau saya giliran lebaran di Jember, Jawa timur, saya selalu bawa orgen dan di sana main lagi, gak lupa bawa buku-buku lagu ya sekitar 4 buku lah. Anda punya kan buku lagu yang dari Departemen Sosial RI. wuh tebel banget 1000an lagu ada di situ, belum lagi saya juga punya buku lagu dari Pemda Kuningan, Jawa Barat sama juga tebelnya 1000an lagu juga, rajin-rajin mereka itu dan membuat bukunya serapih itu.
Kalau buku lagu kompilasi saya , lebih banyak lagi sih dan sudah saya bagi bagi, misalnya era 80'an dibagi lagi yang pop cengeng (dulu), pop alternatif; Lagu 60 dan 70'an dll ya dapet nabung dikit dikit, lama-lama banyak juga.
Ohya, jangan lupa bagi yang juga hoby bawa2 orgen ni terutama PSR S900, kalau merek yag lain sih tas nya umum saja :
1. Body PSR S900 paling lebar, meskipun sama dg yang lain 61 keys
2. PSR S900 tidak muat di tas orgen yang lama yang beredar
3. Tas orgen PSR S900 ada khusus di toko, 100ribuan

Selamat berlibur, mumpung anak lagi libur sekolah, bawa orgen ke tempat piknik, ke rumah orang tua, atau ke mertua . .jangan lupa bawa istri he he . . . .