Tampilkan postingan dengan label PSR S900. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSR S900. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Desember 2009

Cara merubah Style Yamaha jadi lebih Maskulin - di PSR S910, S9100, 3000


asayagiri.blogspot.com

Kalau kita menghadiri pesta, hajatan atau bahkan lewat saja di dekat panggungnya, bagi yang kuping nya sdudah terbiasa hampir suda bisa memastikan keyboard apa yang dipakai di acara itu, yang paling mudah ditebak adalah suara Yamaha . . . he he he, why?, karena suaranya paling tipis, paling feminin pada style bawaan nya.
Jadi ? bagaimana dong agar si suara lembut ini bisa agak garang, rada tajam, agak getas biar tidak terlalu aneh dibanding orgen lain.

Menurut saya ini salah satunya cara untuk merubahnya, yaitu POLES !, make up ! ha ha, kalau di Roland ada khusus dan sangat mudah di permannenkan , naah di Yamaha ini salah satunya cara.

Target style : 60's Vintage Rock
Group Style : Pop & Rock , page 2, Nr.3

Perhatikan gambar di atas, ingat deretan knob ON/OF dan deretan knob lihat/ganti, ok ? mulai

A. Mematikan Channel atau Track
1. Pilih Style target ( left side) >>>>>>> mainkan aslinya, mulai dari INTRO 3
2. Tekan knob Channel ON/OFF ( left side) - harusnya dibiasakan menyebut Track ya . .
3. OFF kan channel RHY1 , CHD2 , PAD dan PHR 2 atau 3 track kita matikan !

B, Mengganti suara di Track tertentu

5. Tekan knob 'deret atas" di RHY2 > list drum muncul > Ganti Drum dengan JAZZ DRUM
6. Lihat PHR1 > list gitar muncul > biarkan tak usah diganti
7. Ulangi untuk BASS > list bass muncul > tekan di ELECT BASS , di kanan layar
8. Ulangi untuk CHD1 > list gitar muncul > tekan di SOLIDGITAR 1

dan sekarang MAINKAN, mulai dari INTRO 3 lalu VAR 3, style sudah lebih macho,!
Lho kenapa begitu?, ya begitu, semakin banyak instrumen jadi lebih halus, seperti banyak aksesori. Coba saja lihat, dalam proses tadi kita menghilangkan :
- RHytem2/ Drum (secondary), yang dalam style cuma memberi efek, bongo dan cow bell - agak lucu sih.
- ChorD2 , yaitu gitar akustik yg mempermanis, tapi ya . . jadi lembut.
- PAD, yang juga menghaluskan.
JAdi kalau dibayangkan sebuah BAnd, maka saat ini band tersebut cuma memiliki 4 personel yaitu player Bass, Drum, Lead Guitar dan hytem Guitarjadi lebih Clean tapi tajam , begitu menurut saya. Silahkan perhatikan Chicago dengan Peter Cetera, atau The Rollies dengan Delly dan Gito (alm) sekeras apapun lembuuut . . . karena ditambah trumpet, keyboard dll, tapi dengar Koes Plus . . . . he he he . . .

Ayo dong coba !
Untuk mempermanenkan setelan ini, lihat tulisan sebelum ini.

Selamat mencoba.

Selasa, 22 Desember 2009

Di PSR S910, S900, belajar edit style meskipun kurang puas seperti di Roland

asayagiri.blogspot.com

"Karena ditulis, maka jadinya agak panjang, kalau paparan ini memakai video atau praktek maka akan lebih pendek"

Yang belum pernah otak atik style, mari kita belajar, karena menurut saya ini cukup penting, kenapa?, karena kalau langsung belajar bikin style tanpa mendengar banyak style buatan si pabrik (khusus pop) agaknya bisa jadi hambar, kurang referensi, juga bagi yang kurang sabar, kurang ada waktu seperti bapak bapak ini, belajar membuat style bisa bikin malas, soalnya hasilnya jelek, tak sesuai keinginan. Jadi belajar'ngedit' adalah dasarnya menurut saya.

Kenapa style di edit?
Karena tak sesuai dengan keinginan kita, karena agak kurang lazim kedengarannya dalam musik yang kita dengar di negri ini dan sebagainya.
Contoh nyata, di Yamaha, style Rock-nya saja 'lembut sekali', pake dua suara orgen, pake piano, drum nya halus, gitarnya kurang galak dll.

Bagaimana proses editingnya di Yamaha PSR 910?
1. Bisa dengan menghapus track, atau channel kalau di Yamaha, atau hapus suara instrumen musik.
2. Bisa dengan mengganti suara instrumen musik dengan yang lebih cocok menurut kita.
3. Bisa dengan menambah style dengan permainan atau track atau channel buatan kita sendiri

Contoh untuk latihan:
- Target style yang akan di edit : BRIT ROCK POP,
- Yang ada dalam grup Style : Pop & Rock - Page : 1 Nomer :5

A. Test dulu semua variasi style dengan cara
1- Pilih style nya > jalankan orgen kita > lihat ke bagian bawah layar, itulah channel.
2- Coba On/Off suara dengan menekan knob ON/OFF, lihat gambar, rasakan musiknya
cukup? atau kurang mantep ?
3. Coba Test, ganti suara instrumen dengan cara menekan tombol bagian atas (lihat gambar), dengan begini anda akan bisa mengira ngira yang seperti apa yang cocok, sudah ?, naaah kalau sudah, kita permanenkan perubahan itu dalam style editing.

B. Edit style di PSR 910

1. Tekan tombol FUNCTION (kanan bawah) >> DIGITAL REC MENU (kanan atas) >> STYLE CREATOR ( kiri atas).

2 .Tekan variasi yang kita maksud , misal variasi C dan >> OK kan ( pojok kanan bawah)

3. coba hapus Channel PAD dan PHRASE1 di variasi C itu dengan cara, tekan tombol J (delete) bersamaan dengan menekan tombol channel yang dimaksud (lihat gambar, deretan 8 dan salah satu tombol di deretan nomer 9 bersamaan).

4. Tekan EXIT ( pojok kanan bawah) dan SAVE dengan nama baru ke file USER.

5. Coba test mainkan, maka style sudah berubah, lebih maskulin dari pada sebelumnya

6. Ulangi dari atas untuk channel lain nya.

Karena di Yamaha ini banyak yang janggal, misalnya FILL IN-4 dalam style ini, aneh pukulan drumn nya, ribet, sangat kentara palsu nya, maka kalau saya lebih suka di ganti saja dengan FILL IN yang lebih manis.
Jadi untuk menghilangkan kejanggalan pukulan drum di fill ini-4 ini maka ia saya hapus dan diganti dengan cara mengCOPY dari FILL IN-2, atau fill in dai variasi B, caranya sangat mudah dengan proses ASSEMBLY, pada bagian ini juga, tapi nanti deh saya uraikan bagaimana cara assembly, atau merakit style dengan cara comot sana comot sini.

OK, sukses buat anda
Ya begitu . . . mudah, pasti bisa.

Kamis, 30 Juli 2009

Yamaha s910 atau Roland E50? . . . . . . . . .lagi . . .

Kenali dulu . . . jangan tergoda body nya saja, kecantikan wajah sekilas . . .teliti iner beautynya . .mana yang paling mantep buat pasangan kita.
Lho? , iyya.
Yamaha dan Roland dua duanya adalah asli jepang, bukan yang satu Italy yang satu Jepang, ini mah bukan cuma satu negara asal tapi satu etnik. Jadi pertimbangannya adalah kebutuhan kita lagi. Butuh apa ?, ada USB? ambil Yamaha, Color layarnya? Ambil Yamaha, Touch screen? ambil roland, Flat bodinya dan silver rata? ambil Yamaha, stylish nggak bosenin bodinya ? ambil Roland . . . lhooo iya.
Tapi bukan itu sih maksud dan tujuannya, bukan, lebih dalam lagi, karakternya, bisikan suaranya, desahan lembutnya, lenguhan erangannya, jeritannya, kesetiaannya . . nggak he he he.

Sudah sangat jelas bapak ibu. Fasilitas kemudahan untuk USB baik untuk rekam suara dan ambil data, pasti yamaha, fasulitas rubah suara kita dengan perubah ada di yamaha, teman yang berbagi style banyak ya Yamaha . .Naah, jika hanya itu yang bapa ibu inginkan ya Ambil Yamaha. Bisa putar Midi, style, bikin style . . .

Naah, apabila bapa ibu terbiasa lihat live . . . acara musik yang hidup . ., ini adanya di Roalnd . . .kalau bapak ibu ingin mudah mengotak atik style (musik pengiring) . . ini adanya di Roland jauh menurut saya jika membandingkan fasilitas ini dengan Yamaha, si Roland lebih mudah dan memfasilitasi. Jadi dengan setelan yang sama, anda masukkan Roland ke cube anda, suaranya akan sangat beda jika si Yamaha yang dicolokkan, si Roland sekilas lebih kasar dan real, justru inilah keunikannya, si Yamaha cenderung lembut halus tersaring . . jadi untuk yg biasa pake roland kayak saya, Yamaha jadi terlalu halus . . .

Kenapa ke otak - atik style ?
Lama kelamaan kita akan bosan dengan koleksi style kita, lama kelamaan mungkin akan timbul keinginan kita untuk bisa bikin style sendiri, minimal mengedit style orang atau mengedit style bawaan si orgen, dan memang sekarang sudah umum tentang style converter software, alat perubah style dari merek satu ke mereka orgen lainnya, yang hasilnya jelas tidak selalu bagus, bahkan banyak jeleknya, jadi kalau kita mengkonvert style merek A ke merek B, hasil convertan itu harus di otak atik lagi . . . . harus di poles lagi .. biar sesuai dengan kemauan kita , kalau nggak kita otak-atik, kita poles maka hasilnya, waduuh payah.. naaaah . . . si Roland inilah yang memberikan kemudahan itu . . .begitu bapak ibu ( sory lagi ya, sy belum banyak tahu tentang Korg/ Pa50-sekelas yg sy bicarakab ini).

Jadi ? ya kalau cuma mau main gampang, bisa rekam, layar warna, ambil Yamaha . . .
kalau mau nerusin kesononya . . . layar sentuh ,suara nendang natural. .otak atik style . . ambil Roland.

he he he (tendensius banget ya . . he he he)



Minggu, 06 Juli 2008

Acara Orgen : Yesi HW music cocok dengan PSR s 900

Yesi, permainan piano nya hidup, bosass nya enak terkadang lincah, pantas dia cocok dengan PSR s900, memang karakternya lebih pop menurut saya. Terkadang suara piano seperti 'David Foster' keluar juga berdenting dan yang paling manis di S 900 ini adalah suara 'guitar concert' jernih suara gitar nylon yang bagus.

Sory ni yes, gambarnya terlalu hitam he he he . . padahal yesi tak sehitam seperti gambar ini, yaa kayak glen lah he he he . .

Lagu lagu pop Indonesia baru pasti tak pernah meleset, cuma kalau dangdut tanya dulu . . soalnya rada roaming mungkin kalau ngiringi dangdut tertentu atau lagu lagu daerah ( Jawa dan sunda). Saat ini Yesi masih aktif sebagai player tetap di sebuah cafe di Jakarta Timur.

Acara Orgen : HW Music mengandalkan PSR S900



Sebelumnya HW music memakai PSR 3000 sekarang memakai PSR S900 dengan playernya Yesi. Minggu ini saya lihat di sebuah acara pernikahan di perumahan sekitar bekasi.

Saya denger suaranya Pop banget atau agak jazzy bahkan. seperti gambar di samping ini , menurut saya cukup sekali untuk hajatan di rumah, suaranya kalem, mic nya enteng, tapi kalau kencang suaranya 'neken ke dada' nggak feed back meskipun 'di geber' 3 mic .
Karena ini di sekitaran perumahan dimana HW bermarkas, maka yaa agak gotong royong lah panitianya he he he . . yang penting sukses enak gembira . . .dan evaluasi performance, tul gak ?

Jumat, 04 Juli 2008

Roland E 50 vs PSR s900 - Midi to style

Coba refresh lagi,
Style adalah musik pengiring yang bunyi di orgen tapi chord/ gripnya tidak pindah kecuali jika kita menekan grip atau chord lain sesuai dengan keinginan kita. Style sudah dibuat didekatkan dengan variasi pengiring, style di awal lagu lebih sepi style di reff. lebih rame dsb.
Midi atau song adalah musik pengiring yang telah jadi musik untuk satu lagu penuh, jadi judul midi seperti judul lagu, misalnya midi ' I love you bibeh (The changcuters)' ya musik pegiring yang dibuat semirip mungkin untuk lagu itu, tinggal play lalu kita karaoke deh. Cuma nyanyi dengan song sama dengan kereta jalan di rel, gak boleh salah gak boleh 'ngeduluin' gak boleh' ketinggalan' pasti ribet . .
Style song adalah style yang telah diperlengkap pada bagian tertentu. Hal ini dibuat karena lagu tersebut agak' ribet' complicated musik pengiringnya atau ribet chordnya (over tune dsb), jadi di variasi tertentu style ini diisi dengan musik 'seperti lagu (main sendiri seperti midi).
contoh style song yang paling terkenal tahun2 kemarin adalah style song untuk lagu' KUcing Garong', pengiring lengkap dipasang di 'Intro' dan di 'Interlude' itu tu . . . yang ' tong teng teng torere rire rireng . . .
Juga song style banyak dibuat oleh para 'jago style' adalah untuk lagu bang haji (Rhoma Irama) , kalau yang ini memang selalu unik jadi lagu Rhoma pasti di 'treat khusus' di orgen tunggal, susah sih. he he . . . Coba nanti kalau ada orgen tunggal minta lagu bang haji yang ribet, banyak player akan exuse ' sory ni bang . . .disketnya kelupaan gak kebawa . . .(meskipun anda sudah selipkan 20 ribuan . . he he'.)

Midi to syle ini dia kelebihan Roland E50
Jelas nyata PSR s900 tidak bisa melakukan ini, tapi si Roland bisa. Jadi ambil atau pilih midi yang kita akan ubah atau copy menjadi style lalu lakukan langkah2 pembuatan atau peng-convert-an midi menjadi style ini, termasuk canggih juga . . cuma harus latihan dulu. bagi yang jago bikin style mungkin mendingan bikin deh, lebih mudah , itu menurut yang jago he he . .banyak juga ahli dalam hal ini, hebat !
Lho kenapa fitur ini diadakan ?
Penting sekali, karena Midi lebih mudah didapat daripada style !, silakan buka di harodilia.com, midi ribuan ! tapi style cuma ratusan , sangat sedikit , jadi sangat penting bagi orang yang ingin membuat atau memiliki style macam macam lagu tapi tidak bisa menemukannya, ya convert ini salah satu caranya, cuma ini juga tidak mudah, tapi simple . . . (maksudnya? . .)

Buat bapak-bapak dan ibu ibu mah yang penting 'ngGak pake ribet' gak pusing convert ini lah itulah, cari style san lah situ lah, sing penting ayo di ayo nyanyi . . yuk nyanyi lagi.

Rabu, 02 Juli 2008

Roland E 50 vs PSR s900 - File system





Perbandingan tentang filing system yang sangat perlu ini adalah perbandingan langsung tanpa alat bantu seperti PC laptop dan sebagainya ya. Kesimpulan saya, dalam file mem-file enakan PSR S900.

Roland E 50
File buatan kita dalam orgen disebut : Internal file
Keadaan asli sebelum difungsingsikan : Dikunci , bahkan dengan baut tombolnya
Bisa buat file sesuka kita : Tidak, jadi file kita 'ditabur' dalam Internal file ini
File dari luar mis. media lain disebut : External File
Colokan tersedia untuk external : PCMCIA, slot besar untuk MC Card
Pemanggilan file : Tekan tombol media dan upload
Format file external : Harus di format di Orgen kita biar kebaca

PSR S900
File buatan kita dalam orgen disebut : User File
Keadaan asli sebelum difungsingsikan : Bebas siap kita isi
Bisa buat file sesuka kita : Bisa, sesuka kita
File dari luar mis. media lain disebut : USB dan indikator tertera langsung di screen
Colokan tersedia untuk external : USB gepeng/ Flash biasa, umum
Pemanggilan file : Langsung dikenali oleh orgen, tinggal tekan kursor ke tulisan USB
Format file external : Bebas, orgen bisa baca apa saja dari USB termasuk baca'nama' file excel kita.

Jadi jika di PSR S900 kita bisa buat file atau kelompok file dalam 'Jeroan' orgen kita, misalnya file 'Dangdut classic" isinya adalah style dangdut yang kalem2, file "indo Oldies" isinya style lagu2 lama dan sebagainya, di Roland tidak bisa.
Cuma di Roland kita bisa menyatukan file tambahan kita di 'dalam orgen' satu grup dengan file 'preset' atau file yang tersedia dari pabrikan. Jadi misalnya di Rolan kan ada grup file' Traditional', nah disini kita bisa tambahkan file 'baru-tambahan' dari kita untuk 'kepanggil' jika kita menekan tombol dimaksud, seperti kalau kita tekan traditional maka Roland E50 menawarkan kita untuk bisa menaggil file tambahan kita,dengan catatan ' kunci file Internal sudah kita buka permanen dulu' karena memang dari pabtiknya di baut !, secure sih. Di Yamaha tidak, file kita ya file kita sendiri dan namanya semau kita.

Senin, 30 Juni 2008

Orgen apa bagi yang baru akan beli pertama kali ?, Yamaha for first buyer

English-Summary :
IMHO. for Roland E 50 new user in Indonesia could be dificult to find some 'nice' style genre : Dangdut ( some Indonesian Pop) but it will become so easy for Yamaha user, find it in harodilia.com. you can see by your self that the style dominated by Yamaha, sure for free, eventhough Roland soundis more natural in this Dangdut.
Therefore again in my opinion, Yamaha is very recomended for first buyer or ' very origin beginer' or for some one who start to learn organ to kill the time, to relax by singing together with relatives at home. The Yamaha function buttons more 'excact' than Roland which more suitable for 'medium' beginer. Asep Sayagiri- Jakarta

Langsung saja, menurut saya Yamaha, ,isal PSR S900 atau , PSR 3000 ( bekas).
Kenapa? , bagi yang baru pertama akan beli harus mendapat yang mudah dan yang pasti -pasti, atau begini, kenapa menurut saya Yamaha Recomended :
1. Mudah pengoperasiannya
2. Tombol-tombol yang pasti-pasti
3.Support khusus untuk jenis musik Indonesia, misalnya Dangdut, Jawa, Sunda dll mudah dang lengkap dan Gratiss, yang penting mudah sekali dicari di pasaran

Roland, Korg, Technics buagus ! tapi bagi bapak dan ibu yang sudah tidak mau pusing pusing lagi cari san cari sini sepertinya ini tidak cocok. sekarang saya punya Roland E 50, termasuk baru di Indonesia, tapi ketika mencari style, misalnya di yang gratis 'harodilia.com' cuma dapet yang kurang bagus menurut saya, tapi kalau style yamaha buktikan saja, buannnyoak dan bagus2, sory ya bukan untuk pemain orgen tunggal dangdut yang pastinya menjagokan Technics.

Di Yamaha tombol start (mulai) , Variantion ( Irama pengiring) dan Ending (akhir lagu) benar benar pasti !, jadi tombol itu di deretkan dari kiri ke kanan, mudah sekali, jadi misalnya jika kita mau mulai nyanyi dengan awalan sederhana saja, misalnya suara drum' dug cek cek . .' ya tekan ' Intro-1', jika akan main dengan awalan musik yang agak panjang ' jreng-gunjreng3 . .' tekan tombol 'Intro 3, mudah sekali. Tapi di Roland tombol Intro nya cuma 1, tombol Endingnya cuma 1 juga, jadi jika kita mau mengakhiri lagu dengan musik yang sederhana ketika kita sedang main di akhir reff maka kita harus menekan 2 tombol ( di Yamaha 1 tombol), tekan tombol 'Ending' lalu ' tombol 1', iya kalau bener mencetnya kalau terburu buru bisa bisa gak kepencet dan lagu terus berjalan.

Kupasan ini jadi seperti tendensius sih jadinya, tapi menurut saya, sekali lagi, bagi bapak ibu yang belum biasa pegang Orgen ya cari yang mudah, tapi untuk kepuasan suara yang lebih Real ! mungkin dapat mempertimbangkan yang lain.

Harga :
Yamaha PSR S900, Rp. 9,3 -10 jt , USB, Ada colokan Mic untuk nyanyi, multi Pad, bisa rekam suara kita langsung USB.
Roland E50, Rp, 9.05 - 9,3 jt, tidak USB, MC Card harus beli lagi 300-500 rb kosong, tidak bisa rekam, tidak ada colokam mic.
Merek lain hampir sama dengan Roland.

Yang dipanggung Orgen : ( Biasanya)
Technics KN 1400, KN 2400, KN2600 : Paling bagus untuk Dangdut, pulen, masih pake Disket, barang tidak diproduksi lagi
Yamaha PSR 2000, 2100, 3000, S900 : Banyak juga untuk Dangdut, tergantung setelan Sound System, Pop bagus
Korg PA 50, PA 80 (jarang) : Cukup banyak juga, dangdut bagus, pop bagus, masih pake disket
Roland : Paling Jarang di panggung Orgen tunggal, banyak di Band seperti Korg.

Selasa, 24 Juni 2008

Roland E 50 vs PSR s900 - Sound and style

Sound and Voice
Roland tampaknya tidak mau memusingkan kita dalam soal sound, jadi yang di muat di preset sound adalah sound pilihan Roland. Jika kita buka (ada di menu) maka keluarlah ratusan sound roland yang disembunyikan itu, termasuk suara akessorinya yang tidak ada di PSR S900 seperti suara orang bilang' Bap!, ' One! dst' suara mobil lewat, langkah kaki, kucing, anjing gonggong, anjing gerem, applaus, "Hai !' ,' 'phau!' berbagai suara bel, gamelan dan ANGKLUNG ! realy suara angklung ! (sory ya soalnya saya pernah jadi team angklung saat di SMP 14 Bandung dulu . .1979 tua ya he he . .) dan banyak lagi yang tak diduga, itu adalah suara kumpulan dari Roland jaman dulu. Kita bisa meng'off'kan suara itu lagi jika tak suka dang bingung milih nya. Jadi sound Roland E 50 lebih banyak dari Yamaha PSR S900 menurut saya.
Oh ya, suara drumnya ditambah Indomix 1 s/d 3 , kalau di PSR seperti arabic lah, tapi di Roland ada yang agak 'duut' yaitu Indomix2.
Style (musik pengiring)
Sangat berbeda, Roland adalah hampir segaya dengan Korg dan Technics, Yamaha beda sendiri. di PSR, aturan style dibuat lebih sederhana dan mudah, jadi tombol dideretkan dari mulai ' Intro 1. 2,3 lalu Variation A,B,C,D dan ending 1,2 dst. sekedar gambaran bagi yang belum biasa, 'Variation atau Main' adalah pendekatan irama, Var I untuk awal lagu, Var 2untuk bait ke 2 (verse), Var 3 untuk penyambung (bridge') dan Var 4 untuk irama Ref. (chorus). Fill in atau 'kocokan' di PSR adalah sama, jika dari bait mau ke ref. maka otomatis drum atau musik akan me'rofel' dan naik ke Ref. begiru juga jika turun, misla dari Ref, mau kembali ke bait pertama maka 'pukulan drum dan musik' akan menggunakan fill-in yang sama jika kita mau naik dari bait 1 langsung ke ref. Jadi jumlah Variasi total = 4, Fill-in 4
Di roland sangat berbeda !,
Roland sepertinya menganggap kita adalah tidak akan puas dengan permainan yang sama setiap Chord, jadi di Roland 'BISA' dibuat berbeda setiap grup chord. Begini,
Chord dibagi 3 grup, yang 'MAJOR', MINOR dan '7th, jadi jenis pengiring bisa kita buat berbeda ketika kita menekan formasi chord berbeda, misal : lagu' Sakit Gigi - Megi Z/ Obbie Mesakh

Alt -1 Dm . . . . . . . . G. . . . . . .C . . . . . . . . . . . .Dm . . . .G . . . . .C
Alt-2 Dm7 . . . . . . . G7 . . . . . . C . . .A7 . . . . . . Dm7 . . . G7 . . . .C
. . . . . Rela rela rela aku relakan . . . . . . . rela re- la rela aku rela

Dengan lagu yang sama chord beda maka irama akan beda, di Roland, jadi musik semakin kaya, memurut saya, apalagi di dangdut, akan sangat terasa perbedaan menekan C dengan C7, di Yamaha musik akan tetap sama meskipun kita memencet chord D,D7, Dmt, DM7 dll sama, di Roland tidak. Jadi di roland ada berapa variasi 'Main' (Va1x 3) + (Var2x3)+ (Var3x3) + (Var4x3) = 12 variasi belum fill -in nya.

Di Yamaha, jika kita mau naik dari Variasi 1 ke Variasi2 maka 'ropelan'atau 'kocokan'nya sama dengan jika kita mau turun dari Var2 ke Var1, di Roland malah bukan disebut Fill-in tapi disebut fill-up dan fill-down, ini dia jadi kita lebih bisa ber kreasi banyak.
Jadi jika kita mau naik dari bait 1 ke ref maka yang bunyi adalah fill-up dan jika sebaliknya maka akan bunyi suara fill-down nya, beda. Jadi jumlah fill in di Yamaha PSR s900 adalah = 4, di Roland adalah :
(fill-up1x3) +(fill-dwn1 x3) . . . . . . . . . . . = 18 fill in ! gile . . . di Yamah hanya ada 4 saja, cukup sih, banyak-banyak mumet juga pake nya, dan bikinnya. Ok ,nanti saya ceritain lagi deh, ya, mudah2 an manfaat ya.

Senin, 23 Juni 2008

Roland E50 vs S900 - Suara

Kesimpulannya begini, Roland E50 lebih alami Yamaha Lebih Digital, suaranya.
Suara string > Yamaha : Srinnnnng . . . . . x Roland = Sremmf . .
Suara Piano > Yamaha : Tinnnng . . . x Roland = Ting !
Suara Drum > Yamaha : Stak ! . . .. . x Roland = Jtak!
Jadi bagi yang belum biasa dengar orgen, suara Yamaha (only) akan lebih menarik, maksudnya tanpa sound system ya, saya pake Yamaha sudah sekitar 7 tahunan lah, ganti ganti type.
Jika kita main PSR s900 di ruangan tanpa bantuan alat lain, misalnya ruang ukuran 6 x 6m lah, Menurut saya Yamaha akan kedengaran lebih enak lebih mantaff . . dan si Roland lebih tidak enak, tetapi jika sudah dibantu alat lain misalnya cuk sebut saja merek Blazer lah (cube, speaker aktif dg equalizer) maka keadaan terbalik, suara piano yang enak si Yamaha akan jadi jelek di cube tadi, suara pengiring, style, jadi tipis (cemplang (jw), cawerang (sd)), Nah si Roland jika di bantu cube malah semakin menjadi, suara piano tetap bening dan style jadi menghentak kencang, dengan volume yang sama, jauh.
Nah, jika anda tahu intro lagu 'Tul Jaenak- Koesplus", suara Natural pianonya sama dengan suara si Roland itu, jernih. jika di Yamaha, kayaknya dekat dengan sura ' Octav Piano2'
Coba simak drum Red Hot chili pepper atau drumnya Netral, di Roland akan cepat kita dapatkan hentakannya. atau suara bass nya, juga bisa cepat kita dapat di Roland.
Suara Yamaha jika dipencet agak lama jadi 'mengayun' over vibra gitu, coba deh, di Roland lebih stabil. Silakan baca ulasan pak Tjandra di milis, kayaknya saya jadi sefaham dengan dia tentang suara ini.
Jadi, jika anda lebih sering memakai orgen di rumah tanpa cube, enak Yamaha jelas, tapi untuk l;ebih kenceng lagi pasti enak Roland. Saya sekarang main si Roland ini selalu pake cube, ya merek blazer itu, cuma yang kb 400, harganya sekitar 700ribuan. Waktu main Yamaha, cube ini nganggur, hanya dipakai jika ada pengajian istri saya di rumah. tapi sekarang jadi hidup si cube ini tiap hari saya forsir untuk mengeluarkan suara tendangan drum dan cabikan gitar, seperti asli, seperti ada teman yang main gitar dan main orgen di dekat kita. Dulu Sering juga sih jika nyanyi bareng bapak-bapak di rumah saya pake 'behringer KB 3000' tetep kurang maksimal juga dengan Yamaha ( harus pake cube merek Peavey soalnya he he . )
Bagaimana dengan yang lain ?, wow jangan tanya, Technics (panasonic) tanpa cube jelek, pakai cube jadi paling buagusss, dia jagonya dangdut, paling real suara dangdutnya menurut saya. Korg ? menurut saya terlalu nge- dhug ! suara kendangnya, tapi Korg ini paling kencang tendangannya meskipun tanpa cube, suara pianonya real.
Cuma e cuma . . . . mereka semua kalah fitur tambahan oleh Yamaha . . .gitu. Tapi . . . menurut saya di lihat dari buku panduan 'user manual', Roland lebih menganggap kita dewasa dan lebih menjelaskan dengan detail tentang keanggihan2 tersembunyi dari si Roland ini, silakan down load user manual (ebook-nya) di situs mereka.
Dan ternyata benar, edit style di roland lebih mudah dari pada di Yamaha, saya akan uraikan nanti.

Kamis, 19 Juni 2008

Kenalan dengan Roland E50 - Tampilan luar




Yaaaaa, ketemu disket lagi deh . .
Bagi orang seperti saya yang dari dulu terus pakai Yamaha mulai dari PSR 640 hingga S900, mendalami Roland jadi agak asing terutama suaranya, maklum saya bukan profesional, hanya suka saja. Yang paling lucu jadi ketemu disket lagi ni, cari cari disket bekas jaman dulu, karena di S 900 sudah lupa disket hanya USB /Flash disk saja.
Yang juga nambah yaitu, bahwa dengan Roland ini mau tidak mau saya harus pake Pedal, footswitch untuk menambah fungsi dan mempermudah gerak. Coba lihat dulu tampilan Roland E50 ini.

Design E50
Menurut saya paling cantik di kelasnya, built in speakernya dibuat lengkung seperti sayap mau terbang ditarik melengkung juga warna hitam dari colokan input dan berkesan sangat kokoh, ini juga maklum karena designernya Italiano, lihat karya mereka seperti Fininfarina (Pegeot 206), Giugiaro (Suzuki Xover) dll, jadi maklum orgen dibuat seperti itu, cantik.
E 50 berwarna coklat dipadu hitam dinamis, tapi yang paling lucu adalah warna warna tombolnya yang jika menyala akan berwarna merah dan hijau seperti jelly atau ager yang suka dimakan anak-anak, seperti tombol mesin-mesin di pabrik, aneh juga. Sementara di PSR 900 rombol menyala pada bagian tengah saja satu titkk LED merah dan hijau seperti umumnya alat elektroik la. Body S900 silver kotak lebar dan tebal sehingga tas yang biasa masuk untuk semua orgen kelas ini jadi sesak untuk si S900 ini, maka sekarang tas keyboardnya ada khusus dengan tulisan S900, harganya 100 ribuan (bikin mah susah atuh !),. Lihat PA50 menurut saya paling jelek karena speakernya berwarna hitam tapi body nya biru muda silver, bahkan Korg terbaru di sini PA 500 tambah buruk design nya menurut saya, warna biru dengan speaker lonjong seperti orgen Casio yang murahan dulu tapi isinya pasti berjubel dengan program baru (?) maklum harganya sekitar 22 jt katanya (?) , Melihat sedikit Casio weuu . . lihat Casio yang baru-baru sepertinya berkiblat ke Yamaha deh, silver dan cukup elegant, cuma marketing Casio belum merubah image bahwa Casio juga bisa Orgen tunggal lho gitu dan pakailah endroser yang terkenal, orang lihat Casio di Indonesia yaa lewat doang. Di VW musik, tokonya PA Tjandra Casio dipasang paling depan dan nyala dengan active speaker ! ( mungkin di discount besar ya pak Tjandra ?)

Tombol-tombol fungsi
Di PSR 900 tombl berwarna hitam dan putih, tetapi tombol putihnya seperti karet yang murah dengan LED di tengahnya yang jika menyala berwarna hijau atau merah.
Tombol, transpose di E50 sudah di kanan ! ini dia yang paling tepat, silakan anda bandingkan posisi tombol ini jika dipasang di kiri seperti di S900.
Seperti teman-temannnya E 50 memasang tombol putar model klasik di kiri , ada dua yaitu tombol volume dan tombol balance, di PA 50 tombol balande ini berbentuk geser, geser kanan geser kiri . . .PA 50 ini juga mirip dengan Korg i30 ada volume equalizer di bagian kiri atas.
Sebenarnya saya paling tidak suka tombol balance ini karena dengan adanya ini balance suara antara pengiring , melody dan tangan kiri diatur oleh mesin. di PSR masalah balance ini mutlak diatur oleh pemain !. Jadi artinya mau sebesar apa volume melody ya suara pengiringnya bisa diatur sesuka kita. Tapi di E50 dan PA 50 jika kita membesarkan melody maka pengiring akan mengecil suaranya dan sebaliknya. Mungkin memang harus begitu sih lazimnya biar tidak tabrakan suaranya, tidak sama-sama besar.
Tombol Bass Invers ada di luar di E50 thankyou to Roland !. di S900 jika kita mau main dengan gaya bass campuran maka kita harus 'ngeset' fingering ke ' Fingered on Bass' atau AI Fingered' di E 50 tinggal mencet tombol ini maka kita dapat langsung mempermanis permainan kita.
Begini, Fingered on Bass ini pernah saya singgung di tulisan lain, yaitu kita bisa memainkan Chord tertentu misalnya C dengan bass B atau sering ditulis C/B. atau Am/G ,seperti contoh lagu Nidji - Biarlah
C . . . . .C/B . Am . .Am/G . .F
Biarlah ku re la . .melepas mu . . .
Di S900 jika kita mau ganti fingering maka harus' ngobok' ke dalam dulu tapi di E50 tinggal on dan off saja.

Colokan input-output
Sudah pasti, banyak di s900, karena ada colokan MIC untuk karaoke atau rekam suara kita, ada colokan USB gepeng jadi tinggal 'lep' main deh, tapi di E 50 USB hanya sekedart sarana interaksi keyboard to PC, data bank memakai MMC/ PCMCIA seperti di PSR 3000 di bagian depan, karena di PSR 3000 di colokan belakang sudah ada USB juga, ini dia kelebihan Yamaha.
Disket yang sudah entah kemana jadi saya cari lagi, jadi perlu lagi kayaknya dengan E50 ini yang disket friendly . . . .oohhh.
Ohya, Untuk lebih memudahkan maka jadi butuh pedal deh dengan Roland ini, gak pa pa, kaki jadi nginjek juga nih. Juga layarnya sudah 'touch screen' ini kelebihan E50
nanti saya terusin deh kupasan berikutnya, he he . .

Minggu, 15 Juni 2008

Yamaha PSR S900, dipemdem kali . . . .

Sampai hari Sabtu di beberapa tempat belum tersedia, ketika ditanyakan ke Yamaha Pusat di gatot subroto Jakarta, ternyata show room telah pindah ke Pacific Place di CBD (central business distric ) Sudirman. Saya tanya harganya di sana 9,95 jt wow, 'kalau bapa mau kami akan ambil barangnya di Gatot Subroto' katanya di seberang telefon, he he . . .di Pa Tjandra 9,3 jt garansi juga, di Gita 9,45 jt garansi juga, di sincere 9,65jt di Chick 9,6 jt tapi barang tidak tersedia. Dimana yang tersedia dan ada, di Gramedia Metropolitan Mall Bekasi, sebagai display seharga 10,5 jt. Satu lagi saya coba ke Miracle ada 10,5 jt barang akan diambil dulu 2 jam lagi he he . . . ya itulah sekedar info saat ini di sekitaran Bekasi, Jawa barat.
Roland ada E50 9,3 di chick, 11 jt di label harga Simfony dan di pa Tjandra si jago keyboard 9,2 plus kaki ! wow cuma E60 tidak di stock.

Memang secara kelengkapan fitur, si Yamaha ini paling lengkap dibanding yang lain sekelasnya, saya tidak bicara suara ya. Di Roland E50 USB hanya sebagai carana komunikasi computer, data memakai PCMCIA yang harganya juga bervariasi ada yang memasang 700 rb pr buah ada yang memasang harha 500 rb plus style puls pelajaran bikin style , ya itu di pa Tjandra VW music Jakarta.
Di PSR 900, USB sebagai standar, bisa merekam suara dan lagu kita, ada multi pad PAD, layar color, ada colokan mic pokoknya membuat mudah. Tapi kalau soal model body, saya cenderung suka modelnya Roland E series terbaru, warnanya cream, speaker nya stylish bentuknya seperti lebih kokoh dan dibagian belakang, di bagian fungsi input dan out put berwarna hitam , terkesan kokoh.

Ya, itulah situasi yang saya temui kemarin di sekitaran bekasi, semoga ada manfaatnya.

Jumat, 13 Juni 2008

Yamaha PSR s900 lagi jarang, barang kosong ( Tahun 2008)

Rabu, 2008 Juni 11


Benar benar surprise 2 minggu ini, beberapa teman mencari Yamaha PSR s900 di tempat yang biasa ternyata kosong ! termasuk di VW musik tokonya pa Tjandra di Harco mangga dua Jakarta. Saya tanya di toko lain harganya masih 9,65 juta bahkan salah satu toko di Giant Bekasi ketika saya tawar 9,4 menjawab " dari Yamahanya segitu pak" seperti menjawab ke anak SD saja, saya tertawa dan langsung pergi, padahal saya benar benar nyari itu barang untuk teman saya, dan saya bawa cash nya. Di Pa Tjandra saya dapat harga 9,3 jt , oke banget tapi barang tidak ada !, baru nanti tanggal 10 Juni katanya.
Akhirnya hari sabtu sore kemarin saya dapat satu unit dengan agak susah juga dari Gita Musik di bekasi dengan harga 9,45 Jt, yaa ini rezeki teman saya lah. Tadi siang VW musik SMS saya 'pak ada barang nih tinggal 1 unit ' saya jawab nanti sebentar saya lagi mikir beli s900 lagi atau roland E50 yang harganya lebih murah 200 ribu. Saya email pa Tjandra agar dia menjelaskan kembali kelebihan E50 kemudian saya jawab dengan pertanyaan tambahan dan info bahwa barang akan saya ambil sabtu pagi. Sore barusan ini pa Tjandra VW musik email lagi 'sory pak barangnya sudah diambil toko sebelah, 10 unit yang saya terima tidak sempat terjual ke konsumen tapi ke toko lagi, minggu depan baru ada '.
He he he . . . sudah . . sudah ndak pa pa . . . .coba saya kontak yang lain . . memang katanya harga Yamaha mau naik 10 persenan karena dampak minyak ini. Coba deh pembaca bandingkan harganya , jika mau beli Orgen, boleh juga kontak ke toko yang saya sebut tadi, harganya lebih murah dan penjelasannya memadai.

Senin, 2008 Juni 02


Menyanyi langsung direkam di orgen bisa ?

Bisa !
Hanya saat ini yang saya tahu hanya bisa dengan orgen Yamaga PSR s900. Jadi caranya sangat sederhana yaitu, siapkan USB atau Flash disk untuk menyimpan hasil rekam, siapkan 'mic' yang cukup baik, tes sudah, siap !.
Jika di total harganya adalah, Flas disk yang 1 Giga Bite sekitar 70 ribu, mic yang cukup baik sekitar 500 ribu dan orgen PSR s900 sekitar 9,3 juta ! he he he . . . . . itu yang mahal orgennya ya.
Memang sangat mudah dan hasilnya cukuplah bagi kita untuk iseng coba saja langkah seperti ini.
1. Colokkan mic, kemudian USB pada lubangnya di orgen
2. Nyalakan Orgen, pencet tobol 'audition' lalu start main orgen dan nyanyi
3. Ketika selesai pencet stop, otomatis lagu dan permainan kita langsung terrekam
4. Test, setel di orgen, wuiyy ok juga.
5. Kemudian copy file tadi ke komputer (PC) atau laptop, rubah file 'wav'nya menjadi ' MP3
6. Masukkan atau copy file hasil rekam ke Hand Phone , kaset atau CD dan
kapanpun kita mau dengar suara kita, istri atau anak tinggal setel, di HP, mobil atau di CD player pasti asyik .

Sabtu, 19 Januari 2008

Yamaha Keyboard / Orgen ( Tahun 2008)

PSR S 900 ( tahun 2008)
Terbaru dari Yamaha tahun 2008, Di kelasnya orgen ini adalah satu satunya orgen yang bisa langsung dipakai merekam musik dan suara kita dan langsung di save ke USB dengan jenis file .wav .Kita tinggal pencet tombol Audition - record- nyanyi diiringi alat ini kemudian selesai dan ia akan langsung nge-save lalu play lagi, maka terdengarlah suara emas kita dengan jernih. Lalu bawa ke laptop kemudian burn ke CD atau masukkan ke Han phone and play, Waow! artis baru telah muncul. Jadi s 900 jauh lebih mantep dari PSR 3000 Yamaha.



PSR 3000
Orang biasa juga menyebut PSR 3k. Paling banyak dipakai player yamaha di panggung. Kata orang cocok banget untuk lagu lagu pop karena dangdut kurang nendang. Khas Yamaha adalah tuts nya enteng fiturnya mudah dan karena banyak yang pakai maka lebih mudah cari style.Saya pernah lihat Cristine panjaitan diiringi dengan P3k, mantep pop banget.
PSR 1500 , Body mirip tapi tidak color layarnya, tendangannya lebih enteng dari 3000.

PSR 2100 Yamaha. Masih banyak yang pakai di panggung, coba perhatikan panggung Campur sari orgen plus, banyak yang memakai ini meskipun dipadukan dengan gendang, suaranya , ya mak nus juga kayak campur sari live. Generasi sebelum 3000, masih pakai disket.

HOME