Tampilkan postingan dengan label selingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label selingan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 November 2010

Saya berharap pada hasil temuan Andre Geim dan Konstantin Novoselov, nanti, Orgen bisa digulung seperti kertas

Orgen dari besi ?
Tahun 1855 Alexander parkes menemukan plastic yang terus berkembang hingga kini dan terbayang sekiranya Parkes tak memulai mungkin saja Keyboard , orgen kita dibuat dari besi atau ,kayu ! gila aja. Untung nya kita, hidup di dunia ini bersama orang orang yang memikirkan perbaikan kehidupan dan peradaban.

Orgen bisa digulung seperti kertas?
Tahun 2010, November, kemarin, tanggal dua, saya denger radio Jerman Deutsche welle pagi pagi pas mau ke kantor, sementara jalanan sekitar Bojong Menteng-Bekasi masih sepi karena masih jam 5.45
Kesadaran saya dikejutkan oleh berita  2  manusia hebat, dan sayangnya  . . dua dua nya kelahiran Russia, bukan Indonesia . .Oooh . . dia lagi dia lagi. .Russia lagi . .
Mereka adalah Andre Geim 52 tahun, dan Konstantin Novoselov 36 tahun mereka peraih Nobel bidang fisika,peneliti dari University of Manchester Inggris yang dengan briliant menemukan material bernama Graphene.
Katanya,
Graphene (grafin) ini berasal dari grafit, semacam yang biasa dipakai di pensil, si carbon itu, dan katanya jika kita menggosok gosokkan pensil ke kertas , disana, dilapisan tulisan itu juga terdapat graphene. Ini bakal jadi benda ajaib dan akan turut merubah peradaban manusia.
Bayangkan saja,  . . 
dengan graphene ini, kita bisa membuat semacam karpet sekitar 1 meter  persegi, setebal 1 atom (what?) yang bisa menahan kucing seberat 4 kg dan berat karpet itu sendiri adalah seberat 'bulu mata kucing itu ! wow ! dan hebatnya lagi kekuatannya sekitar 200 kali baja dan konduktifitas nya 200 kali tembaga !

Jadi . . .??? mungkin . .
Nanti . . .LCD itu bisa digulung kayak kertas . .
Hand phone jadi bisa ditempel seperti stiker di ball point kita atau ditempel di notes atau apa saja . . ..TV jadi seperti selembar plastik yang  maha tipis dan ringan . . . dan . .
Keyboard, Orgen mainan kesukaan kita itu jadi bisa digulung seperti menggulung kertas A4 dan kisa dikantongin, disakuin tapi  kalau jatuh dan tertiup angin maka ia akan terbang he he he.
Sungguh, menurut saya ini berita baik dan harapan bagi manusia, apalagi bagi pemain orgen yang suka mengangkat kesana kemari orgen seberat 12 kg, ada juga yang bahkan di gemblok di punggung dan naik motor ke tempat dimana si player mangung, di hajatan atau gedung lain . . .
Tenang . .  tunggu 30 atau 40 tahun lagi laaah . . .orgen akan jadi mudah dibawa dan sangat ringan . . .

OK. Selalu ada harapan, harapan selalu ada . . . 
semoga semua sehat dan lebih sukses !

Jumat, 22 Januari 2010

Stop dulu ngorgen, stop dulu bicara keyboard,dengar ini, saya ketemu CANDIL di depan rumah saya !

MY BLOG asayagiri.blogspot.com

Brenti dulu pak, jangan main orgen terus jangan mencetin itu keyboard terus, lupa makan, lupa istri, gimana ini? . . . .

Anak saya nyetop tukang jualan, yang menjajakannya pakai motor, yang dari suaranya cuma terdengar "beur seum seum . . ." tadinya saya kira yang jual apa, eeee ternyata yang jualan ini ni. BUbur Sumsum dan Biji salak. Dalam bahasa sunda bubur sumsum disebut "bubur lemu" dan  Biji salak, begitu oranh Jakarta menyebutnya, dalam bahasa sunda disebut "Candil", mungkin ini juga yang menjadi asal nama Candil vocalisnya(dulu) grup asal Bandung  "Seurieus Band", meskipun nama nama aslinya adalah Dian Dipa Chandra.
Candil, biasanya dibuat dari campuran ubi kayu dan tepung kanji, dan bubur sumsum yang dibuat dari beras, dicampur dengan sekoteng, ketan item lalu disiram santan kental agaknya cukup beralasan untuk membuat tukang orgen berhenti menyanyikan lagunya.
Sruput ..  sruput , , , manis gurih, kenyal kenyal  empuk . . tak perlu anda unjuk gigi untuk menangani yang satu ini , tinggal lek !. . tinggal lep ! tinggal Glek ! . . . . .sedaaap . . . serasa di kampung jaman dulu . . .  oh candil . . oh bubur lemu ternyata kita ketemu di depan rumah saya ya . . . .ASG
(Foto Candil serieus :rujakmanis.com)

Kamis, 24 September 2009

Holiday /Lebaran Trip - Candi Sigosari( Singhasari) Kab.Malang


Lupain dulu maen Orgen laa. . .Sekalian lebaran kita sekalian kunjung-kunjung sama candi-candi , biar anak anak tahu sedikit tentang tempat bersejarah. Saya sendiri memilihkan candi yang mudah dicapai dan terlewat saat perjalanan lebaran ini. Seperti Candi Singosari ini, betul betul di tengah kota ! ditengah pemukiman mapan.
Ohya di Karawang, tepatnya di Sekitar Batu Jaya, sebelah sana Rengas dengklok ada candi tua ( tahun 700- 800 M ?) yang sedang dipugar, saya perbah ke sana, baru ada satu yang sudah selasai pugar , ada yang besar lagi yg sedang dipugar, gayanya beda, seperti angkor vhat kayaknya ( sok tau ya he eh eh)

Cerita yang saya ingat :
Candi ini katanya dibuat untuk berdharma terhadap Kertanegara, (1268-1292) raja Singosari terakhir. Kertanegara sangat terkenal dengan'ekspedisi Pamalayu' yaitu menjadikan pulau Sumatra sebagai benteng dari serangan Mongol, ia raja pertama yang memalingkan kekuasaaanya ke luar jawa. Kertanegara adalah trah dari Tunggul Ametung dan Ken Dedes, ayahnya adalah Ranggawuni, katanya sejak putranya ini menduduki kekuasaan inilah nama Kerajaan Tumapel menjadi Singhasari. Seperti umum diketahui, Tunggul Ametung (akuwu Tumapel) tewas terbunuh oleh Ken Arok, dan saat iru Ken Dedes Istri tunggul ametung sedang hamil 8 bulan (mengandung Anusapati- kakek dari Kartanegara) dan kemudian Ken Dedes dinikahi oleh Ken Arok . . seru . . saya suka cerita Singosari ini. Lho? kok 8 bulan ?, Iya, Ken Arok baru ngeh dan mempunya rencana besarnya ketika dia melihat tersingkapnya kain Kendedes di suatu sore ketika turun dari kereta kuda, dan ketika itu ken arok melihat kilauan sinar dari singkapan kainnya Ken dedes, Ken arok sendiri saat iru sedang bekerja di keraton Tunggunl Ametung di Tumapel, cuma dia lapor ke resi gurunya, dan dijawab oleh gurunya " bahwa wanita yang kau lihat bercahaya ketika tersingkap kainnya ,m ia akan melahirkan raja raja" lalu singkat cerita Ken Arok memesan keris ke mpu Gandring dan ia minta keris pesanan itu selesai dalam waktu 5 bulan ( ketika itu Kendedes hamil 3 bulan), mpu Gandring mrnyatakan tidak sanggup, ia menyanggupi kalau 7 bulan, singkat cerita, bulan ke 5 ken Arok mengambil keris dari mpu Ganding yng saat itu belum sempurna selesai ( kemudian membunuh mpu Gandring?) lalu ia menitipkan keris itu pada temannya ( yg suka pamer), dan ketika Tunggul Ametung terbunuh, jusrtu yang ditangkap adalah temannya yang ia titipi keris itu bukan Ken Arok ( bergelar Sri Rajasa sang Amurwa bhumi). udah . . udah . . . ntar ketagihan . . .he he he soalnya seru ceritanya, dan kalau diambil cerita dari arah sisi pandang lain yaitu dari wilayah barat (Kerajaan Tarumanagara/Pajajaran) agak lain , tetapi sangat nyambung dengan semua cerita ini . .he he he . . .

Arca Dwarapala:
Di Jawa banyak sekali arca yang memegang Gendir atau pentungan, biasa disebut reco pentung, cuma yang ini lain, Acra dengan pentungan di Singosari, pentungannya mengarah ke bawah, tidak disandarkan di dada ke pundak, katanya melambangkan kedamaian. Di pinggir jalan raya ini ada 2 arca besar yang pada tahun 1980an didudukan dalam pedestal seperti sekarang( dulunya ambles- dan banyak cerita aneh lainnya). Sayang sekali , menurut saya , arca ini kurang terurus dan kuran 'safe' cuma dipagar biasa , jadi sekilas seperti arca buatan baru yang dijual umum, padalah ini arca ada sejak di tempat ini katanya menjadi "alun- alun Singhasari" !

Letaknya:
Di Singosari, Jadi jika kita dari Surabaya, gang nya akan terlewati bis, Surabaya - Malang atau Jember -Malang di gangnya tertulis "Wisata Situs Purbakala" Singosari. Dari situ sangat dekat , paling 1 km, anda akan disambut loeh Candi Singosari ( tinggi 15 meter-an) di sebelah kanan anda, pas di pinggir jalan dan jika perjalanan diteruskan maka anda akan bertemu Arca Drawapala tadi di kiri kanan jalan, Lanjut terus anda akan bertemu per-4-an (foto kanan atas) dimana jika belok kiri kita akan menuju kearah kota tua Tumapel itu !, sekarang ya pemukiman biasa. Terus jika lurus anda akan menuju ke "pemandian Ken Dedes" yang katanya bukan yang asli, karena yang asli ada di sebrang jalan menuju candi ini. Kalau dari Malang?, lebih mudah, karean sudah ada petunjuk yang jekas di kiri jalan, kalau dari arah Surabaya saya lihat tidak ada petunjuk yang jelas ( sayang sekali)

Yang lain dari Candi ini:
Ketika saya masuk ( foto bawah tengah) , masih sangat terasa aroma wangi ( anak saya yang kecil bilang bau) bekas persembahyangan, jadi masih sering orang datang untuk berdoa di sini, katanya juga ada yang datang dari Bali, di Candi lain saya tidak lihat suasana hidup seperti ini.

Di Candi tidak terlalu banyak ornamen hias seperti di Candi lain, jadi lebih banyak untur tumpukan garis, ada juga sih ornamen kepala raksasa. Patung patung yang ada di halaman candi kayaknya sudah tidak asli, karena yang asli ada di museum Jakarta atau bahkan di Belanda (?) . Candi ini selesai di restorasi tahun 1937 ( foto kanan bawah).

Saran buat Pemkab Malang:
Mungkin ada baiknya memberi lantai batu di pelataran candi agar lebih bersih seperti di Candi Penataran atau bahkan Borobudur), Karena saat kan lantai masih tanah, dan ketika pengunjung naik ke candi, pasir ikut nempel di sepatu sehingga banyak bagian candi yang agak kotor.

Ayo ! sambil lewat mau ke Malang kunjungi Candi ini !

Selasa, 22 September 2009

STOP NGORGEN ! - Makan dulu . . .Bakso Solo Kidul Pasar - Blimbing Malang. .ingat si Srongeb dulu . . .

Anda kebablasan di kota Malang?, gak kerasa jalan sudah sampai di Blimbing?, coba mampir dulu di sini. Memang sih gak seperti baso kota Cak Man, bakso solo Kidul Pasar ini lebih sederhana, basonya sudah dicemplungin seperti yang tradisional lah. Si penjual sudah menyiapkan mangkuk dengan bihun, kita tinggal minta saja , kasar berapa halus berapa. Kasar adalah istilah untuk baso urat (memang kelihatannya kasar) , halus adalah istilah untuk bola baso yang halus kita tahu la, tapi itu dia, Baso Solo Kidul Pasar ini gaya tradisional saja, masih menyiapkan lontong kalo kita mau ganjel perut mantep lagi.

Murah, rata rata 1,5 ribu saja per butir, minumannya biasa . . teh panas manis, es jeruk dan itu itu . .
Saya jadi inget dulu 1984 saat kos di Mt Haryono pas depan kampus, tiap sore ada baso Malang yang lewat, dan selalu masuk ke halaman belakang rumah di depan kamar-kamar kos, di pikulannya tertera merek "Srongeb" (maksudnya Brengos) pedagangnya anak muda banget, mikul baso sepanjang Katawang Gede lalu Dinoyo paling jauh ke Betek, ya ini rasanya seperti bakso Kidul pasar ini

Jadi letaknya adalah, kalau dari arah kota, sehabis perapatan bilimbing teruss dikit, sebelah kiri, warungnya putih dengan tulisan orange. Parkir ? oke laa.

Dikit cerita waktu ke Candi Penataran kemarin, saya di Wates, jalan raya Wates masih menemukan Bakso seporsi 3,0 ribu dan enak, es jeruk 2,0 ribu dan enak . . he he he gimana ngitungnya ya?.

Saran saya:
Makan baso tipe begini anda jangan tambahkan apapun ke mangkuk anda, karena kalau anda tambah kecap kental manis saja, bisa jadi kemanisen, kalau tambah saos, bisa agak gak karuan rasanya dan jadi "CEPET WAREG" naaah agar gak cepet wareg, ya jangan tambahkan apapun ke mangkuk anda, cuma . . .
Siapkan lepek/ pisin atau piring kecil mirip tatakan gelas (selalu tersedia), isi dia dengan saos merah, lalu saos cabe dan kecap , jangan dicampur . . . lalu, tusuk baso pake garpu . . dan col . . col . .col . .cocolin ke saos saos tadi . . .gigit dan lllep makan . . lalu kuah nya sruput di sendokin. . . .mantepp . . .
he he he . . . maklum pernah jadi kera Ngalam , Ongis Nade . . dulu . . . taun 83an

)ongis nade( singo edan- > kera Ngalam<>

Sabtu, 29 Agustus 2009

kembali, 2 blewah tiap hari berurusan dengan si teteh


Buah Blewah selalu berbahagia di rumah saya karena dia selalu dimuliakan dan dinomersatukan untuk minuman buka puasa.
Seperti tahun kemarin, puasa tahun ini tiap hari 2 butir blewah berurusan dengan kerokan si teteh pekerja rumah tangga saya. Tiap siang si teteh cairkan gula pasir di air mendidih lalu ia dinginkan dan dia potong 2 Blewah besar lalu dia kerok rok rok !, ia masukkan ke thermos lalu rendam dengan air es, masukkan gula cair tadi dan . . .siap di keroyok nanti kalo buka . . suegerr . . . .glk.

Kalo mau campur ya gini,
Tambahkan pada es blewah tadi es kelapa muda dan potongan nangka yang manis mateng lalu tambahkan syrup rasa melon and siram dengan sprite dingin . .cesss . . . selalu dipertahankan ada batus es dalam wadah es campur ini . . .. glk glk . .

Saya sendiri cukup dengan yang plain saja, dan semua orang di rumah saya pasti nambah, 2 gelas . .3 gelas . . . sok aja . . eeeh sampai tengah malem juga belum abis . . . sahur baru habis . . . sangatlah berbahagia Blewah setiap hari di rumah saya . .

Jumat, 26 Juni 2009

STOP NGORGEN ! - Makan dulu . . .



Cape dong main orgen terus, nyanyi terus, makannya kapan ?Ini dia, bebek goreng dari Pekayon Bekasi Barat, menurut saya Ok, bebek goreng paha atau dada seharga 15k wajarlah, dan yang agak istimewa adalah minuman es kunyit asam (5k). Di Pondok hijau bekasi ada juga cuma yang itu dimasak manis, di ungkeb seperti ayam kalasan, kalo yang di pekayon adalah goreng kering.Letaknya adalah Tol Bekasi barat belok kanan, lampu merah pekayon belok kanan terus arah Kemang Pratama,adanya sebelah kiri,pas di depan snappy dan apotek k24.

Rabu, 11 Februari 2009

Selasa pagi 10 Februari, saat puncak gedung-gedung tinggi di Jakarta terpotong awan . . .saya sedang istirahat main orgen . .



Kemarin pagi, selasa 10 Feb 2009, seputar Jakarta kayaknya basah semua, bahkan sejak semalam. Pagi itu baru pertama saya lihat pemandangan yang menakjubkan di udara Jakarta. Gedung gedung pencakarlangit itu hilang dari kejauhan . . . .dari jauh di sekitar Kuningan seperti tak ada gedung-gedung itu . . . entah seperti Jakarta tahun berapa, 74 ?, kayaknya iya.

Di perapatan Mampang dari arah Cawang, gedung sekitar Menara Jamsostek puncaknya diselimuti awan . .di sekitar Mega Kuningan Marriot hotel, ITC Kuningan dan gedung lainnya juga tersaput kabut tebal . . seperti di mana ya? . . .

Saya piker, bagus seperti ini kali setiap hari, udara segar dan cocok untuk minum kopi tapi ahh . .mendingan cerah, langit biru . . . waah tak mungkin . . .langit Jakarta pasti agak kelabu.

Pernah, kalau gak salah di awal 2008, ketika libur panjang, saja melewati Toll Cawang Tanjung Proik dengan pemandangan seperti di Kalender di Luar negri . .. Jalan yang bersih berwarna hitam bersusun saling menyilang, rambu-rambu berdasar hijau membuat jelas tulisan putihnya ,langit sungguh benar benar BIRU ! dengan gumpalan awan PUTIH ! sungguh sangat cantik, seperti langit di Lembang . . Bandung . .seperti langit di Garut . . .sayang saya lupa bawa kamera

Libur panjang kala itu seperti khusus, karena saat libur panjang yang lain saya belum pernah melihat Jakarta seperti itu, saya rindu pemandangan seperti itu.

Saya lagi istirahat main orgen . . . he he, ada jari tangan kiri saya yang bangkak . . gak enak dipake main orgen . . .teman teman di RW di Bekasi, di Bintaro sudah ngajak lagi untuk nyanyi-nyanyi . . . insyaallah minggu depan deh.

Memang kayaknya saya disuruh istirahat main orgen . .

Thanks God, Alhamdulillah.

Minggu, 14 September 2008

Bukaaaaa . . . . stop main orgen ! buka dulu . .


Alhamdulillah, setiap hari masih saja sekurang kurangnya ada sebutir Blewah yang berurusan dengan saya, saya belah saya serut saya gulain dan saya sruput.
Serasa buka puasa di Jember, anggap saja begitu. Es Blewah,pake syrup Vanily dan sprite, mantepbanget, saya suka yang plain, seperti foto di atas itu . . . silkakan coba in segerrr . . . . . .

Senin, 01 September 2008

Makan dulu . . . .: munggah puasa di Mang Barna, sambel oncom lalab saladah . .

Selamat Berpuasa . .semoga bulan ini adalah sebagai lanjutan dari kesuksesan keberhasilan, kesehatan,kemakmuran dan kesejahteraan yang berkah . . aamiin ..

Ndak pa pa ... kan kemarin belum puasa, main orgen terus bosen . .. he he ...
Kita munggah dulu, mengawali puasa he he biasa. .kata anak saya"puas puasin besok nggak boleh makan lagi lho.."
Bagi yang suka jalan ke Bandung,pasti sudah maklum lah, banyak tempat makan dan toko baju, ini saya ceritain warung yang rame juga,warung bancakan ( tau? ) Mang barna dan bi Oom (baca: o-om). Dalam bahasa sunda Mang atau emang adalah paman dan bi atau bibi adalah Tante. Letaknya di sekitar gedung sate juga yaitu di jalan Trunojoyo, jadi jika dari gedung sate ,depan Gasibu, nah jika Gasibu di sebelah kanan anda, terus saja sampai di pertigaan ,belok kiri, nah lihat ada rumah dengan banner "Warung bancakan" ada orang pake baju hitam nongkrong, lalu akan menyalami para pengunjung di pintu " mangga..den .. mangga ..kalebet ( bukan menawarkan mangga, tapi mempersilahkan masuk).
Ke warung ini serasa ke rumah nenek saya (suwargi, snd :alm), bagaimana tidak, ini dia . .
- Sambel oncom nya . . . pas sekali taste nya
- Urab nya . . . . .(salad) . .pas juga rasanya
- Angeun Kacang . .(sayur kacang merah)..passbanget
- Ayam goreng . .( biasa).
- BeuleumPeda ( ikan asin peda bakar) . .iyyyy . .manteffffff
- Es Goyobod . . . pas banget seperti jaman saya kecil, seingat saya terakhir ada di sekitar daerah saya tahun 1977 an, sekarang sudah tidak ada lagi yang berkeliling jual es goyobod.
- Cingcau ( hijau) . . .waduuu mantef banget, kalo ini masih banyak yang jual, tapi biasanya di tukang keliling kurang enak, santennya sudah encer, gulanya terlalu sakarin, tidak seperti dulu, waktu kecil saya suka minta 'nangka'nya yang ada pada gula untuk cingcau ini.
- Ci enteh ( teh panas), gratiss . .di cangkir seng waddu serasa makan di rumah saudara saya di 'Cicayur, Caringin tilu, Bandung atas". .
Semua pake piring seng dan cangkir seng yang sudah pada 'songhek' (gompel), bagi yang dulunya belumbiasa memakai alat makan seng, sekilas semua cangkir seperti sudah bocor,padahal belum. .

Jadi, di Warung bancakan mang Barna da Bi Oom ini, kita bisa mendekat ke Hawu (tungku) di dapur, melihat pembakaran atau menggoreng ikan asin, membuat tumis Kangkung dsb.
Juga kita bisa melihat meja penuh dengan bumbu dapur yang biasa dipakai untuk masak sehari hari di dapur orang sunda (terutama), bisa konsultasi lah sama koki yang jaga dapur, enaknya "Jambal Roti" ini diapain . .tumis atau goreng saja ? ( glk . .glek . .)

Harga ? Good, terjangkau !
Dibanding restoran cepat saji "ayam goreng", harganya bisa setengahnya. Silakan di coba. Cuma . . kebetulan kemarin kan munggahan jadi sangat ramai dan padat, parkir penuh sehingga kenyamanan agak kurang, agak desek-desekan, antrian prasmanan cukup panjang ( kalo penuh dimanapun sama sih).

Es Goyang . .ada . . .
itu lho es yang dibuat sendiri dengan cetakan panjang pipih dan memakai tusuk sate (bambu), kalau bikin kan digoyang goyang gerobaknya. Di Mang Barna seharga Rp.2000,- per pcs. OK juga untuk nostalgia

Kueh Balok, pernah coba ?
Kueh ini adalah prototype dari kue Pukis kayaknya. Cuma kueh balok lebih besar (dulu).
Begini . ..
Di Cicadas (Bandung) jaman dulu, sekitar 1972 - 1975 lah, masih terdapat sekitar 4 tukang kopi, atau warung kopi, 2 diantaranya bikin kueh balok ini, satu di ujung jalan Kiara Condong dekat toko Belitung satu lagi di depan pasar Cicadas lama, sejajar dengan toko pengkolan, he he maklum dulu kakek saya pedagang beras di pasar itu ..dan menghadap ke tukang kopi atau teh tadi..
Nah tukang kopi ini khas alatnya, tungkunya dan 'kran' airnya ( yang jual kueh balok). Seingat saya kopi susu di tahun 1976 sudah berharga Rp.20,- , roti bakar Rp.20,- Kueh Balok Rp.10,-dan teh tawar Gratiss . . . teh manis beli. Kueh balok di Mang Barna sekitar Rp.600,- (atau 1000 deh).
Saat ini kayaknya hanya tinggal beberapa dan tidak ada lagi yang jual kueh balok ini, tukang kopi ada tapi jual roti bakar dan roti "kadet" khas Bandung,kayaknya masih ada di "gang Wiranta" sekitar Jembar -Cibeunying, sekitar Simpang 4 (parapatan) Binong, arah Pindad.
Tapi Kueh balok di Mang Barna "Terlalu empuk"meskipun masih menyisakan "sedikit rasa Kunomya".
Ok ? sekian dulu, puasssaa niih . ..
.

Kamis, 07 Agustus 2008

Jember : Kota kenangan saya , Alat musik Second dan Dewi Persik



TN1= Tony GW
AK1 dan AK2 = bis Akas

LP = foto lapindo dari pinggir Jalan raya Porong
SB = Sumber Sari Gang 12.

Saya kemarin ke Jember (Jawa timur), kota kenangan saya . . .yaahh jalan-jalan ya bernostalgia ya silaturahmi, macem macem lah, kebetukan ada event JFC Jember Fashion Carnaval dan BBJ bulan Berkunjung ke Jember, yang katanya tahun kemarin sukses sehingga diulangi lagi.
JUga saya mau sambil ketemu Tony GW aktifis juga di milis keyboard Indonesia, dan satu-satunya yang aktif dari Jember.

Tony GW "orang daerah agak gengsi membeli alat music bekas "

Pemilik Java music shop, toko yang menjual alat music second di Jember, tidak seperti di Jakarta dan sekitarnya dimana toko alat music second sangat banyak. di Jember bisa disebut cuma satu-satunya, diantara "hanya 2 toko alat music" di Jember yaitu GD dan HM yang katanya juga mulai menjual alat music second. Ya kata Tony bisa dikatakan orang daerah (jember) agak gengsi membeli alat musik bekas, 'mungkin' juga, sehingga jualan Tony malah lebih aktif ke Jakarta !, dia bisa bahkan sering kirim orgen second ke Jakarta dari barang yang didapatnya dari Denpasar Bali ( Lho ?)
Memang sih butuh edukasi dan informasi serta "Kejujuran", karena mungkin beli alat (music) elektronik bekas takut "ketipu" oleh si penjual, maka dari itu Tony berprinsip "No Tipu-tipu, Kepuasan Pelanggan Nomer satu !".
Alamat Tony di Jember adalah Java music Shop di Perum Palem asri A21 dekat Mandiri Land (mandiri Mall yang belum jadi itu) jadi kalau dari Carefour Jember masih terus sampai di Mandiri Land nyebrang Rel KA nah dari situ sudah dekat, tanya saja Tony "tukang Orgen" he he he iya kan ton ?

Mengenang Jalur Surabaya Jember
Ya memang ini jalur Jalan kenangan saya saat sekolah, terminal lama Pasuruan (sudah pindah Juga kayaknya) dimana saya suka beli sate kerang atau lumpia dan minum es sinom he he he maklum anak sekolah sikaat terus yang penting enak, Pool bis Tjipto ( yang kini sepi) . . . 'Rawon nguling' yang jika berkendara sendiri enak untuk diampiri . . terminal Lama Probolinggo depan Pool Akas lama, dimana semua Bis harus antri dulu di situ, dan kita harus ganti bis ke yang paling depan, sekarang sudah tidak ada lagi, lalu pertigaan Randu Pangger di Probolinggo juga dimana tempat itu menjadi pertanda bahwa kita sudah sampai di Probolinggo (dari arah Jember) dimana si kernet selalu bilang "pangger-pangger . ." sekarang sudah tidak kesitu lagi jalus busnya.
Juga ada pertigaan Wonorejo, yaitu jika kita dari arah Klakah maka Bis akan berbelok ke kiri ke arah Jatiroto, yang lurus itu ke kota Lumajang (lihat gambar).
Juga Jatiroto ,Kecamatan antara Tanggul (jember) dan Wonorejo (lumajang) , dimana terkenal dengan pabrik Gula nya dan 'Nasi Goreng Mawut Beng" di pinggir jalan raya Jatiroto Uueenak banget nggak ada di Jakarta . .
Oh ya pas saya tanya Tony dia juga tidak tahu kampungnya Dewi persik di sebelah mana, lalu saya terangkan, itu tu di Sumber sari (Jl Panjaitan) gang 12, masuk lalu belokan ke 2 ke kanan, nah itu rumahnya, "lho mas tinggal dimana ?" kata Tony, di gang 12 itu cuma saya di depan, kata saya he he . .
Sepanjang jalan kenangan . .
kita slalu bergandeng tangan . .
Sepanjang jalan kenangan
Kita di dalam bis akas . . .
Hujan yang rintik rintik . .
Di awal bulan itu . . .
menambah indahnya . .malam syahdu .