Tampilkan postingan dengan label Roland E50. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roland E50. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Desember 2009

Dari Roland E 50 ke Yamaha PSR S910, awalnya frustrasi juga

asayagiri.blogspot.com

Sekian lama dengan Roland E50, kemudian pindah lagi ke Yamaha PSR S910, waduh . . . benar benar aneh, gimana tidak, kebebasan seperti jadi terbelenggu, benar-benar terbatas . . ., betul kata orang tua . ., tapi si Roland sendiri suka bikin kesel karena lemot nya.
Jadi jika diibaratkan wanita
Roland E 50 :
Gadis manis yang agak maskulin, bersuara lantang dan jernih natural, banyak kemampuannya, tak suka pakaian berwarna cuma . . . respon nya lambat, kita harus sabar . . .

Yamaha PSR S 910
Gadis Cantik, yang bersuara terlalu lembut, suka dandan dengan banyak aksesori ,respond nya sangat cepat cekatan terhadap keinginan kita, tapi . . . . kemampuannya sangat terbatas, jangan berharap banyak improvisasi.

Ya begitulah, di kelas ini memang tak bisa berharap banyak dari sebuah orgen, memang kayaknya harus minimal punya 2, dari dua merek yang saling mendukung, misal Roland dan Yamaha.

PSR S910, bisa disebut "tak ada bedanya" dari S900, ya, jika dilihat dari fungsi utama keyboard, yaitu untuk dimainkan, bukan pemutar mp3. Bagi yang biasa otak-atik , udat-edit style siap siap kecewa, gimana tidak, kita sangat sulit untuk mengontrol volume masing masing instrumen dalam style, jadi sangat banyak atau lumrah kejadian, banyak style Yamaha "berbeda masing masing volume nya", misal style bawaan(built in style) volumenya 70, style yang ada di pasaran volumenya 110 ! , ajadi jika anda pindah style tanpa mengontrol "BALANCE' (antara style, suara tangan kiri dan kanan) maka bisa jadi kita kaget kareba style mendadak menyentak keras.
Jadi musti lebih memperhatikan balance suara tadi, setiap mau memulai style baru. Lumayan sulit mengatasi beda volume seperti ini saja.

Di Roland, hampir dipastikan hal seperti ini 'sangat mudah diatasi", karena setiap suara instrumen dalam style " saaangat mudah kita atur" !!! mau volumenya, mau reverbnya, chorusnya aaapa saja, mudah di Roland, ini kelebihan Roland yang (sengaja) belum dijawab oleh si Yamaha . . .

Tampilan untuk recording style, walah, Yamaha (di kelas ini) memang "seperti mainan", beda dengan si roland yang sekelas, tampilamnnya sudah serius . . ., lebih mudah dibaca dan lebih memberi KEBEBASAN berimprovisasi.
Tapi kembali, sulit mencari yang sempurna untuk harga 10-11 jt an . . . ya kita yang harus tau kebutuhan kita dan kita yang harus menyiasati apa yang harus di tambah untuk mengeluarkan performa maksimal orgen pegangan kita.

segini dulu, makasih

Senin, 11 Agustus 2008

Coba 'Guitar Mode "Roland E50/E60, Extrem Realistic !



















Ini tidak ada di Orgen Lain, cuma di Roland.

Bagi yang suka suara gitar dan kemudahan permainan gitar maka perlu coba yang ini. Menurut saya suaranya bener-benar realistic "Kasar-Kasar Gitar' lah. Nyata kekasaran suaranya, decitan gesekan fret gitar dan getaran 'sember' senar gitar yang 'ngejepret' dengan kayu, Real !, Bagi yang biasa mendengar Yamaha maka ini disebut sangat kasar, Tapi bagi yang biasa mendengar alat musik aslinya ini sangat 'nyata alami.

Caranya sangat mudah, tinggal pencet mode Giutar maka akan tampil seperti gambar, kita tinggal pilih mau gitar apa, Listrik atau gitar biasa. Setelah muncul di layar seperti gambar maka 'papan kunci' orgen kita akan terbagi seperti itu, sebelah kiri adalah untuk penentu 'grip' atau chord. di tengan adalah suara tunggal senar gitar untuk dipetik (apregio) dan agak ke kanan adalah area senar yang di 'kocok' atau di'genjreng' atau di strumm. Variasi kocokan cukup lah, ada yang dari atas ke bawah (dari senar gede ke kecil) dan sebaliknya ada yang seperti flamenco atau latin-an dsb.

Memainkannya, sangat mudah, coba saja tekan tuts yang paling kiri ( C) dengan jari tangan kiri kemudian tangan kanan 'BEBAS' memetik atau menekan tombol di area apregio maka tangan kanan tidak akan pernah salah !, jadi kita seperti jago gitar lah, maka dari itu anak saya yang belum bisa orgen pun suka sekali memainkan SEMBARANGAN saja Gitar mode ini, karena ketika memainkannya seperti sudah bisa.
Penggunaannya bisa saja mengiringi lagu dengan gitar solo, atau lagu Country atau dipadu dengan musik pengiring dari Orgen (accompaniment). Kita juga bisa melihat tablature atau gambar grip yang kita mainkan meskipun kita hanya menekan satu tuts saja.

Jumat, 04 Juli 2008

Roland E 50 vs PSR s900 - Midi to style

Coba refresh lagi,
Style adalah musik pengiring yang bunyi di orgen tapi chord/ gripnya tidak pindah kecuali jika kita menekan grip atau chord lain sesuai dengan keinginan kita. Style sudah dibuat didekatkan dengan variasi pengiring, style di awal lagu lebih sepi style di reff. lebih rame dsb.
Midi atau song adalah musik pengiring yang telah jadi musik untuk satu lagu penuh, jadi judul midi seperti judul lagu, misalnya midi ' I love you bibeh (The changcuters)' ya musik pegiring yang dibuat semirip mungkin untuk lagu itu, tinggal play lalu kita karaoke deh. Cuma nyanyi dengan song sama dengan kereta jalan di rel, gak boleh salah gak boleh 'ngeduluin' gak boleh' ketinggalan' pasti ribet . .
Style song adalah style yang telah diperlengkap pada bagian tertentu. Hal ini dibuat karena lagu tersebut agak' ribet' complicated musik pengiringnya atau ribet chordnya (over tune dsb), jadi di variasi tertentu style ini diisi dengan musik 'seperti lagu (main sendiri seperti midi).
contoh style song yang paling terkenal tahun2 kemarin adalah style song untuk lagu' KUcing Garong', pengiring lengkap dipasang di 'Intro' dan di 'Interlude' itu tu . . . yang ' tong teng teng torere rire rireng . . .
Juga song style banyak dibuat oleh para 'jago style' adalah untuk lagu bang haji (Rhoma Irama) , kalau yang ini memang selalu unik jadi lagu Rhoma pasti di 'treat khusus' di orgen tunggal, susah sih. he he . . . Coba nanti kalau ada orgen tunggal minta lagu bang haji yang ribet, banyak player akan exuse ' sory ni bang . . .disketnya kelupaan gak kebawa . . .(meskipun anda sudah selipkan 20 ribuan . . he he'.)

Midi to syle ini dia kelebihan Roland E50
Jelas nyata PSR s900 tidak bisa melakukan ini, tapi si Roland bisa. Jadi ambil atau pilih midi yang kita akan ubah atau copy menjadi style lalu lakukan langkah2 pembuatan atau peng-convert-an midi menjadi style ini, termasuk canggih juga . . cuma harus latihan dulu. bagi yang jago bikin style mungkin mendingan bikin deh, lebih mudah , itu menurut yang jago he he . .banyak juga ahli dalam hal ini, hebat !
Lho kenapa fitur ini diadakan ?
Penting sekali, karena Midi lebih mudah didapat daripada style !, silakan buka di harodilia.com, midi ribuan ! tapi style cuma ratusan , sangat sedikit , jadi sangat penting bagi orang yang ingin membuat atau memiliki style macam macam lagu tapi tidak bisa menemukannya, ya convert ini salah satu caranya, cuma ini juga tidak mudah, tapi simple . . . (maksudnya? . .)

Buat bapak-bapak dan ibu ibu mah yang penting 'ngGak pake ribet' gak pusing convert ini lah itulah, cari style san lah situ lah, sing penting ayo di ayo nyanyi . . yuk nyanyi lagi.

Rabu, 02 Juli 2008

Roland E 50 vs PSR s900 - File system





Perbandingan tentang filing system yang sangat perlu ini adalah perbandingan langsung tanpa alat bantu seperti PC laptop dan sebagainya ya. Kesimpulan saya, dalam file mem-file enakan PSR S900.

Roland E 50
File buatan kita dalam orgen disebut : Internal file
Keadaan asli sebelum difungsingsikan : Dikunci , bahkan dengan baut tombolnya
Bisa buat file sesuka kita : Tidak, jadi file kita 'ditabur' dalam Internal file ini
File dari luar mis. media lain disebut : External File
Colokan tersedia untuk external : PCMCIA, slot besar untuk MC Card
Pemanggilan file : Tekan tombol media dan upload
Format file external : Harus di format di Orgen kita biar kebaca

PSR S900
File buatan kita dalam orgen disebut : User File
Keadaan asli sebelum difungsingsikan : Bebas siap kita isi
Bisa buat file sesuka kita : Bisa, sesuka kita
File dari luar mis. media lain disebut : USB dan indikator tertera langsung di screen
Colokan tersedia untuk external : USB gepeng/ Flash biasa, umum
Pemanggilan file : Langsung dikenali oleh orgen, tinggal tekan kursor ke tulisan USB
Format file external : Bebas, orgen bisa baca apa saja dari USB termasuk baca'nama' file excel kita.

Jadi jika di PSR S900 kita bisa buat file atau kelompok file dalam 'Jeroan' orgen kita, misalnya file 'Dangdut classic" isinya adalah style dangdut yang kalem2, file "indo Oldies" isinya style lagu2 lama dan sebagainya, di Roland tidak bisa.
Cuma di Roland kita bisa menyatukan file tambahan kita di 'dalam orgen' satu grup dengan file 'preset' atau file yang tersedia dari pabrikan. Jadi misalnya di Rolan kan ada grup file' Traditional', nah disini kita bisa tambahkan file 'baru-tambahan' dari kita untuk 'kepanggil' jika kita menekan tombol dimaksud, seperti kalau kita tekan traditional maka Roland E50 menawarkan kita untuk bisa menaggil file tambahan kita,dengan catatan ' kunci file Internal sudah kita buka permanen dulu' karena memang dari pabtiknya di baut !, secure sih. Di Yamaha tidak, file kita ya file kita sendiri dan namanya semau kita.

Senin, 30 Juni 2008

Orgen apa bagi yang baru akan beli pertama kali ?, Yamaha for first buyer

English-Summary :
IMHO. for Roland E 50 new user in Indonesia could be dificult to find some 'nice' style genre : Dangdut ( some Indonesian Pop) but it will become so easy for Yamaha user, find it in harodilia.com. you can see by your self that the style dominated by Yamaha, sure for free, eventhough Roland soundis more natural in this Dangdut.
Therefore again in my opinion, Yamaha is very recomended for first buyer or ' very origin beginer' or for some one who start to learn organ to kill the time, to relax by singing together with relatives at home. The Yamaha function buttons more 'excact' than Roland which more suitable for 'medium' beginer. Asep Sayagiri- Jakarta

Langsung saja, menurut saya Yamaha, ,isal PSR S900 atau , PSR 3000 ( bekas).
Kenapa? , bagi yang baru pertama akan beli harus mendapat yang mudah dan yang pasti -pasti, atau begini, kenapa menurut saya Yamaha Recomended :
1. Mudah pengoperasiannya
2. Tombol-tombol yang pasti-pasti
3.Support khusus untuk jenis musik Indonesia, misalnya Dangdut, Jawa, Sunda dll mudah dang lengkap dan Gratiss, yang penting mudah sekali dicari di pasaran

Roland, Korg, Technics buagus ! tapi bagi bapak dan ibu yang sudah tidak mau pusing pusing lagi cari san cari sini sepertinya ini tidak cocok. sekarang saya punya Roland E 50, termasuk baru di Indonesia, tapi ketika mencari style, misalnya di yang gratis 'harodilia.com' cuma dapet yang kurang bagus menurut saya, tapi kalau style yamaha buktikan saja, buannnyoak dan bagus2, sory ya bukan untuk pemain orgen tunggal dangdut yang pastinya menjagokan Technics.

Di Yamaha tombol start (mulai) , Variantion ( Irama pengiring) dan Ending (akhir lagu) benar benar pasti !, jadi tombol itu di deretkan dari kiri ke kanan, mudah sekali, jadi misalnya jika kita mau mulai nyanyi dengan awalan sederhana saja, misalnya suara drum' dug cek cek . .' ya tekan ' Intro-1', jika akan main dengan awalan musik yang agak panjang ' jreng-gunjreng3 . .' tekan tombol 'Intro 3, mudah sekali. Tapi di Roland tombol Intro nya cuma 1, tombol Endingnya cuma 1 juga, jadi jika kita mau mengakhiri lagu dengan musik yang sederhana ketika kita sedang main di akhir reff maka kita harus menekan 2 tombol ( di Yamaha 1 tombol), tekan tombol 'Ending' lalu ' tombol 1', iya kalau bener mencetnya kalau terburu buru bisa bisa gak kepencet dan lagu terus berjalan.

Kupasan ini jadi seperti tendensius sih jadinya, tapi menurut saya, sekali lagi, bagi bapak ibu yang belum biasa pegang Orgen ya cari yang mudah, tapi untuk kepuasan suara yang lebih Real ! mungkin dapat mempertimbangkan yang lain.

Harga :
Yamaha PSR S900, Rp. 9,3 -10 jt , USB, Ada colokan Mic untuk nyanyi, multi Pad, bisa rekam suara kita langsung USB.
Roland E50, Rp, 9.05 - 9,3 jt, tidak USB, MC Card harus beli lagi 300-500 rb kosong, tidak bisa rekam, tidak ada colokam mic.
Merek lain hampir sama dengan Roland.

Yang dipanggung Orgen : ( Biasanya)
Technics KN 1400, KN 2400, KN2600 : Paling bagus untuk Dangdut, pulen, masih pake Disket, barang tidak diproduksi lagi
Yamaha PSR 2000, 2100, 3000, S900 : Banyak juga untuk Dangdut, tergantung setelan Sound System, Pop bagus
Korg PA 50, PA 80 (jarang) : Cukup banyak juga, dangdut bagus, pop bagus, masih pake disket
Roland : Paling Jarang di panggung Orgen tunggal, banyak di Band seperti Korg.

Selasa, 24 Juni 2008

Roland E 50 vs PSR s900 - Sound and style

Sound and Voice
Roland tampaknya tidak mau memusingkan kita dalam soal sound, jadi yang di muat di preset sound adalah sound pilihan Roland. Jika kita buka (ada di menu) maka keluarlah ratusan sound roland yang disembunyikan itu, termasuk suara akessorinya yang tidak ada di PSR S900 seperti suara orang bilang' Bap!, ' One! dst' suara mobil lewat, langkah kaki, kucing, anjing gonggong, anjing gerem, applaus, "Hai !' ,' 'phau!' berbagai suara bel, gamelan dan ANGKLUNG ! realy suara angklung ! (sory ya soalnya saya pernah jadi team angklung saat di SMP 14 Bandung dulu . .1979 tua ya he he . .) dan banyak lagi yang tak diduga, itu adalah suara kumpulan dari Roland jaman dulu. Kita bisa meng'off'kan suara itu lagi jika tak suka dang bingung milih nya. Jadi sound Roland E 50 lebih banyak dari Yamaha PSR S900 menurut saya.
Oh ya, suara drumnya ditambah Indomix 1 s/d 3 , kalau di PSR seperti arabic lah, tapi di Roland ada yang agak 'duut' yaitu Indomix2.
Style (musik pengiring)
Sangat berbeda, Roland adalah hampir segaya dengan Korg dan Technics, Yamaha beda sendiri. di PSR, aturan style dibuat lebih sederhana dan mudah, jadi tombol dideretkan dari mulai ' Intro 1. 2,3 lalu Variation A,B,C,D dan ending 1,2 dst. sekedar gambaran bagi yang belum biasa, 'Variation atau Main' adalah pendekatan irama, Var I untuk awal lagu, Var 2untuk bait ke 2 (verse), Var 3 untuk penyambung (bridge') dan Var 4 untuk irama Ref. (chorus). Fill in atau 'kocokan' di PSR adalah sama, jika dari bait mau ke ref. maka otomatis drum atau musik akan me'rofel' dan naik ke Ref. begiru juga jika turun, misla dari Ref, mau kembali ke bait pertama maka 'pukulan drum dan musik' akan menggunakan fill-in yang sama jika kita mau naik dari bait 1 langsung ke ref. Jadi jumlah Variasi total = 4, Fill-in 4
Di roland sangat berbeda !,
Roland sepertinya menganggap kita adalah tidak akan puas dengan permainan yang sama setiap Chord, jadi di Roland 'BISA' dibuat berbeda setiap grup chord. Begini,
Chord dibagi 3 grup, yang 'MAJOR', MINOR dan '7th, jadi jenis pengiring bisa kita buat berbeda ketika kita menekan formasi chord berbeda, misal : lagu' Sakit Gigi - Megi Z/ Obbie Mesakh

Alt -1 Dm . . . . . . . . G. . . . . . .C . . . . . . . . . . . .Dm . . . .G . . . . .C
Alt-2 Dm7 . . . . . . . G7 . . . . . . C . . .A7 . . . . . . Dm7 . . . G7 . . . .C
. . . . . Rela rela rela aku relakan . . . . . . . rela re- la rela aku rela

Dengan lagu yang sama chord beda maka irama akan beda, di Roland, jadi musik semakin kaya, memurut saya, apalagi di dangdut, akan sangat terasa perbedaan menekan C dengan C7, di Yamaha musik akan tetap sama meskipun kita memencet chord D,D7, Dmt, DM7 dll sama, di Roland tidak. Jadi di roland ada berapa variasi 'Main' (Va1x 3) + (Var2x3)+ (Var3x3) + (Var4x3) = 12 variasi belum fill -in nya.

Di Yamaha, jika kita mau naik dari Variasi 1 ke Variasi2 maka 'ropelan'atau 'kocokan'nya sama dengan jika kita mau turun dari Var2 ke Var1, di Roland malah bukan disebut Fill-in tapi disebut fill-up dan fill-down, ini dia jadi kita lebih bisa ber kreasi banyak.
Jadi jika kita mau naik dari bait 1 ke ref maka yang bunyi adalah fill-up dan jika sebaliknya maka akan bunyi suara fill-down nya, beda. Jadi jumlah fill in di Yamaha PSR s900 adalah = 4, di Roland adalah :
(fill-up1x3) +(fill-dwn1 x3) . . . . . . . . . . . = 18 fill in ! gile . . . di Yamah hanya ada 4 saja, cukup sih, banyak-banyak mumet juga pake nya, dan bikinnya. Ok ,nanti saya ceritain lagi deh, ya, mudah2 an manfaat ya.

Senin, 23 Juni 2008

Roland E50 vs S900 - Suara

Kesimpulannya begini, Roland E50 lebih alami Yamaha Lebih Digital, suaranya.
Suara string > Yamaha : Srinnnnng . . . . . x Roland = Sremmf . .
Suara Piano > Yamaha : Tinnnng . . . x Roland = Ting !
Suara Drum > Yamaha : Stak ! . . .. . x Roland = Jtak!
Jadi bagi yang belum biasa dengar orgen, suara Yamaha (only) akan lebih menarik, maksudnya tanpa sound system ya, saya pake Yamaha sudah sekitar 7 tahunan lah, ganti ganti type.
Jika kita main PSR s900 di ruangan tanpa bantuan alat lain, misalnya ruang ukuran 6 x 6m lah, Menurut saya Yamaha akan kedengaran lebih enak lebih mantaff . . dan si Roland lebih tidak enak, tetapi jika sudah dibantu alat lain misalnya cuk sebut saja merek Blazer lah (cube, speaker aktif dg equalizer) maka keadaan terbalik, suara piano yang enak si Yamaha akan jadi jelek di cube tadi, suara pengiring, style, jadi tipis (cemplang (jw), cawerang (sd)), Nah si Roland jika di bantu cube malah semakin menjadi, suara piano tetap bening dan style jadi menghentak kencang, dengan volume yang sama, jauh.
Nah, jika anda tahu intro lagu 'Tul Jaenak- Koesplus", suara Natural pianonya sama dengan suara si Roland itu, jernih. jika di Yamaha, kayaknya dekat dengan sura ' Octav Piano2'
Coba simak drum Red Hot chili pepper atau drumnya Netral, di Roland akan cepat kita dapatkan hentakannya. atau suara bass nya, juga bisa cepat kita dapat di Roland.
Suara Yamaha jika dipencet agak lama jadi 'mengayun' over vibra gitu, coba deh, di Roland lebih stabil. Silakan baca ulasan pak Tjandra di milis, kayaknya saya jadi sefaham dengan dia tentang suara ini.
Jadi, jika anda lebih sering memakai orgen di rumah tanpa cube, enak Yamaha jelas, tapi untuk l;ebih kenceng lagi pasti enak Roland. Saya sekarang main si Roland ini selalu pake cube, ya merek blazer itu, cuma yang kb 400, harganya sekitar 700ribuan. Waktu main Yamaha, cube ini nganggur, hanya dipakai jika ada pengajian istri saya di rumah. tapi sekarang jadi hidup si cube ini tiap hari saya forsir untuk mengeluarkan suara tendangan drum dan cabikan gitar, seperti asli, seperti ada teman yang main gitar dan main orgen di dekat kita. Dulu Sering juga sih jika nyanyi bareng bapak-bapak di rumah saya pake 'behringer KB 3000' tetep kurang maksimal juga dengan Yamaha ( harus pake cube merek Peavey soalnya he he . )
Bagaimana dengan yang lain ?, wow jangan tanya, Technics (panasonic) tanpa cube jelek, pakai cube jadi paling buagusss, dia jagonya dangdut, paling real suara dangdutnya menurut saya. Korg ? menurut saya terlalu nge- dhug ! suara kendangnya, tapi Korg ini paling kencang tendangannya meskipun tanpa cube, suara pianonya real.
Cuma e cuma . . . . mereka semua kalah fitur tambahan oleh Yamaha . . .gitu. Tapi . . . menurut saya di lihat dari buku panduan 'user manual', Roland lebih menganggap kita dewasa dan lebih menjelaskan dengan detail tentang keanggihan2 tersembunyi dari si Roland ini, silakan down load user manual (ebook-nya) di situs mereka.
Dan ternyata benar, edit style di roland lebih mudah dari pada di Yamaha, saya akan uraikan nanti.

Jumat, 20 Juni 2008

Roland memainkan style Yamaha ? bisa . . .

Seperti dalam bidang fotografi, jika kamera kita misalnya merek Nikon atau Canon tetapi kita suka lensa merek Tamron ( banyak sekali terjadi) maka itu sangat mungkin kenapa? , karena Tamron menyediakan lensa yang cocok untuk merek tersebut, maka untuk keadaan seperti itu, untuk Nikon pakailah 'Tamron for Nikon' untuk Canon memakai 'Tamron for Canon'.
Nah, Jika keyboard kita Roland, jangan khawatir, jika masih ingin juga memainkan style dari orgen merek lain, banyak style dari merek lain yang sudah di 'convert' agar sesuai. Ada 'Technic for Yamaha' ada juga 'Tyros (Yamaha) for Roland'., Great !. jadi di Roland E 50 kita mainkan Style si Tyros ! (kelasnya si Tyros diatas PSR).
Cuma saja perlu diingat, style tersebut adalah style hasil konversi ya, jadi jika di Yamaha file nya bernama 'XX. sty, maka untuk Roland sudah Jadi 'XX.stl. Banyak player yang melakukan konversi ini, tapi atas kebaikan mereka juga maka style -style tersebut di share secara gratis untuk khalayak ramai.
Salah satu cara :
1.Masuk ke jososoft.dk
2.Pilih situs orgennya ( jika kita masuk ke halaman utama, pilih yang kiri atas)
3.Pilih yang 'other keyboard brand'
4.Sampailah di macam macam merek orgen , sudah , pilih lah, down load.

Coba test, jika punya, style Technics KN 7000 for Yamaha, mainkan di Yamaha PSR 3000 atau S900, wuh, tendangannya 'gede' banget, 'kenceng' !, Tapi jika style Yamaha for Roland dimainkan di Roland, biasa aja tapi enak juga rame, lengkap warna bunyinya. coba dulu deh.

Kamis, 19 Juni 2008

Kenalan dengan Roland E50 - Tampilan luar




Yaaaaa, ketemu disket lagi deh . .
Bagi orang seperti saya yang dari dulu terus pakai Yamaha mulai dari PSR 640 hingga S900, mendalami Roland jadi agak asing terutama suaranya, maklum saya bukan profesional, hanya suka saja. Yang paling lucu jadi ketemu disket lagi ni, cari cari disket bekas jaman dulu, karena di S 900 sudah lupa disket hanya USB /Flash disk saja.
Yang juga nambah yaitu, bahwa dengan Roland ini mau tidak mau saya harus pake Pedal, footswitch untuk menambah fungsi dan mempermudah gerak. Coba lihat dulu tampilan Roland E50 ini.

Design E50
Menurut saya paling cantik di kelasnya, built in speakernya dibuat lengkung seperti sayap mau terbang ditarik melengkung juga warna hitam dari colokan input dan berkesan sangat kokoh, ini juga maklum karena designernya Italiano, lihat karya mereka seperti Fininfarina (Pegeot 206), Giugiaro (Suzuki Xover) dll, jadi maklum orgen dibuat seperti itu, cantik.
E 50 berwarna coklat dipadu hitam dinamis, tapi yang paling lucu adalah warna warna tombolnya yang jika menyala akan berwarna merah dan hijau seperti jelly atau ager yang suka dimakan anak-anak, seperti tombol mesin-mesin di pabrik, aneh juga. Sementara di PSR 900 rombol menyala pada bagian tengah saja satu titkk LED merah dan hijau seperti umumnya alat elektroik la. Body S900 silver kotak lebar dan tebal sehingga tas yang biasa masuk untuk semua orgen kelas ini jadi sesak untuk si S900 ini, maka sekarang tas keyboardnya ada khusus dengan tulisan S900, harganya 100 ribuan (bikin mah susah atuh !),. Lihat PA50 menurut saya paling jelek karena speakernya berwarna hitam tapi body nya biru muda silver, bahkan Korg terbaru di sini PA 500 tambah buruk design nya menurut saya, warna biru dengan speaker lonjong seperti orgen Casio yang murahan dulu tapi isinya pasti berjubel dengan program baru (?) maklum harganya sekitar 22 jt katanya (?) , Melihat sedikit Casio weuu . . lihat Casio yang baru-baru sepertinya berkiblat ke Yamaha deh, silver dan cukup elegant, cuma marketing Casio belum merubah image bahwa Casio juga bisa Orgen tunggal lho gitu dan pakailah endroser yang terkenal, orang lihat Casio di Indonesia yaa lewat doang. Di VW musik, tokonya PA Tjandra Casio dipasang paling depan dan nyala dengan active speaker ! ( mungkin di discount besar ya pak Tjandra ?)

Tombol-tombol fungsi
Di PSR 900 tombl berwarna hitam dan putih, tetapi tombol putihnya seperti karet yang murah dengan LED di tengahnya yang jika menyala berwarna hijau atau merah.
Tombol, transpose di E50 sudah di kanan ! ini dia yang paling tepat, silakan anda bandingkan posisi tombol ini jika dipasang di kiri seperti di S900.
Seperti teman-temannnya E 50 memasang tombol putar model klasik di kiri , ada dua yaitu tombol volume dan tombol balance, di PA 50 tombol balande ini berbentuk geser, geser kanan geser kiri . . .PA 50 ini juga mirip dengan Korg i30 ada volume equalizer di bagian kiri atas.
Sebenarnya saya paling tidak suka tombol balance ini karena dengan adanya ini balance suara antara pengiring , melody dan tangan kiri diatur oleh mesin. di PSR masalah balance ini mutlak diatur oleh pemain !. Jadi artinya mau sebesar apa volume melody ya suara pengiringnya bisa diatur sesuka kita. Tapi di E50 dan PA 50 jika kita membesarkan melody maka pengiring akan mengecil suaranya dan sebaliknya. Mungkin memang harus begitu sih lazimnya biar tidak tabrakan suaranya, tidak sama-sama besar.
Tombol Bass Invers ada di luar di E50 thankyou to Roland !. di S900 jika kita mau main dengan gaya bass campuran maka kita harus 'ngeset' fingering ke ' Fingered on Bass' atau AI Fingered' di E 50 tinggal mencet tombol ini maka kita dapat langsung mempermanis permainan kita.
Begini, Fingered on Bass ini pernah saya singgung di tulisan lain, yaitu kita bisa memainkan Chord tertentu misalnya C dengan bass B atau sering ditulis C/B. atau Am/G ,seperti contoh lagu Nidji - Biarlah
C . . . . .C/B . Am . .Am/G . .F
Biarlah ku re la . .melepas mu . . .
Di S900 jika kita mau ganti fingering maka harus' ngobok' ke dalam dulu tapi di E50 tinggal on dan off saja.

Colokan input-output
Sudah pasti, banyak di s900, karena ada colokan MIC untuk karaoke atau rekam suara kita, ada colokan USB gepeng jadi tinggal 'lep' main deh, tapi di E 50 USB hanya sekedart sarana interaksi keyboard to PC, data bank memakai MMC/ PCMCIA seperti di PSR 3000 di bagian depan, karena di PSR 3000 di colokan belakang sudah ada USB juga, ini dia kelebihan Yamaha.
Disket yang sudah entah kemana jadi saya cari lagi, jadi perlu lagi kayaknya dengan E50 ini yang disket friendly . . . .oohhh.
Ohya, Untuk lebih memudahkan maka jadi butuh pedal deh dengan Roland ini, gak pa pa, kaki jadi nginjek juga nih. Juga layarnya sudah 'touch screen' ini kelebihan E50
nanti saya terusin deh kupasan berikutnya, he he . .