Lho? , iyya.
Yamaha dan Roland dua duanya adalah asli jepang, bukan yang satu Italy yang satu Jepang, ini mah bukan cuma satu negara asal tapi satu etnik. Jadi pertimbangannya adalah kebutuhan kita lagi. Butuh apa ?, ada USB? ambil Yamaha, Color layarnya? Ambil Yamaha, Touch screen? ambil roland, Flat bodinya dan silver rata? ambil Yamaha, stylish nggak bosenin bodinya ? ambil Roland . . . lhooo iya.
Tapi bukan itu sih maksud dan tujuannya, bukan, lebih dalam lagi, karakternya, bisikan suaranya, desahan lembutnya, lenguhan erangannya, jeritannya, kesetiaannya . . nggak he he he.
Sudah sangat jelas bapak ibu. Fasilitas kemudahan untuk USB baik untuk rekam suara dan ambil data, pasti yamaha, fasulitas rubah suara kita dengan perubah ada di yamaha, teman yang berbagi style banyak ya Yamaha . .Naah, jika hanya itu yang bapa ibu inginkan ya Ambil Yamaha. Bisa putar Midi, style, bikin style . . .
Naah, apabila bapa ibu terbiasa lihat live . . . acara musik yang hidup . ., ini adanya di Roalnd . . .kalau bapak ibu ingin mudah mengotak atik style (musik pengiring) . . ini adanya di Roland jauh menurut saya jika membandingkan fasilitas ini dengan Yamaha, si Roland lebih mudah dan memfasilitasi. Jadi dengan setelan yang sama, anda masukkan Roland ke cube anda, suaranya akan sangat beda jika si Yamaha yang dicolokkan, si Roland sekilas lebih kasar dan real, justru inilah keunikannya, si Yamaha cenderung lembut halus tersaring . . jadi untuk yg biasa pake roland kayak saya, Yamaha jadi terlalu halus . . .
Kenapa ke otak - atik style ?
Lama kelamaan kita akan bosan dengan koleksi style kita, lama kelamaan mungkin akan timbul keinginan kita untuk bisa bikin style sendiri, minimal mengedit style orang atau mengedit style bawaan si orgen, dan memang sekarang sudah umum tentang style converter software, alat perubah style dari merek satu ke mereka orgen lainnya, yang hasilnya jelas tidak selalu bagus, bahkan banyak jeleknya, jadi kalau kita mengkonvert style merek A ke merek B, hasil convertan itu harus di otak atik lagi . . . . harus di poles lagi .. biar sesuai dengan kemauan kita , kalau nggak kita otak-atik, kita poles maka hasilnya, waduuh payah.. naaaah . . . si Roland inilah yang memberikan kemudahan itu . . .begitu bapak ibu ( sory lagi ya, sy belum banyak tahu tentang Korg/ Pa50-sekelas yg sy bicarakab ini).
Jadi ? ya kalau cuma mau main gampang, bisa rekam, layar warna, ambil Yamaha . . .
kalau mau nerusin kesononya . . . layar sentuh ,suara nendang natural. .otak atik style . . ambil Roland.
he he he (tendensius banget ya . . he he he)
Yamaha dan Roland dua duanya adalah asli jepang, bukan yang satu Italy yang satu Jepang, ini mah bukan cuma satu negara asal tapi satu etnik. Jadi pertimbangannya adalah kebutuhan kita lagi. Butuh apa ?, ada USB? ambil Yamaha, Color layarnya? Ambil Yamaha, Touch screen? ambil roland, Flat bodinya dan silver rata? ambil Yamaha, stylish nggak bosenin bodinya ? ambil Roland . . . lhooo iya.
Tapi bukan itu sih maksud dan tujuannya, bukan, lebih dalam lagi, karakternya, bisikan suaranya, desahan lembutnya, lenguhan erangannya, jeritannya, kesetiaannya . . nggak he he he.
Sudah sangat jelas bapak ibu. Fasilitas kemudahan untuk USB baik untuk rekam suara dan ambil data, pasti yamaha, fasulitas rubah suara kita dengan perubah ada di yamaha, teman yang berbagi style banyak ya Yamaha . .Naah, jika hanya itu yang bapa ibu inginkan ya Ambil Yamaha. Bisa putar Midi, style, bikin style . . .
Naah, apabila bapa ibu terbiasa lihat live . . . acara musik yang hidup . ., ini adanya di Roalnd . . .kalau bapak ibu ingin mudah mengotak atik style (musik pengiring) . . ini adanya di Roland jauh menurut saya jika membandingkan fasilitas ini dengan Yamaha, si Roland lebih mudah dan memfasilitasi. Jadi dengan setelan yang sama, anda masukkan Roland ke cube anda, suaranya akan sangat beda jika si Yamaha yang dicolokkan, si Roland sekilas lebih kasar dan real, justru inilah keunikannya, si Yamaha cenderung lembut halus tersaring . . jadi untuk yg biasa pake roland kayak saya, Yamaha jadi terlalu halus . . .
Kenapa ke otak - atik style ?
Lama kelamaan kita akan bosan dengan koleksi style kita, lama kelamaan mungkin akan timbul keinginan kita untuk bisa bikin style sendiri, minimal mengedit style orang atau mengedit style bawaan si orgen, dan memang sekarang sudah umum tentang style converter software, alat perubah style dari merek satu ke mereka orgen lainnya, yang hasilnya jelas tidak selalu bagus, bahkan banyak jeleknya, jadi kalau kita mengkonvert style merek A ke merek B, hasil convertan itu harus di otak atik lagi . . . . harus di poles lagi .. biar sesuai dengan kemauan kita , kalau nggak kita otak-atik, kita poles maka hasilnya, waduuh payah.. naaaah . . . si Roland inilah yang memberikan kemudahan itu . . .begitu bapak ibu ( sory lagi ya, sy belum banyak tahu tentang Korg/ Pa50-sekelas yg sy bicarakab ini).
Jadi ? ya kalau cuma mau main gampang, bisa rekam, layar warna, ambil Yamaha . . .
kalau mau nerusin kesononya . . . layar sentuh ,suara nendang natural. .otak atik style . . ambil Roland.
he he he (tendensius banget ya . . he he he)