Tampilkan postingan dengan label Kota Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Malang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2011

:: Ke Gunung BROMO lagi, memang chaaaantik !

hallooo bapak dan ibu,
Orgen melulu bosen ah, mendingan jalan jalan aja.
Saya ni main lagi ketempat yang dulu, tempat yg pernah saya datangi saat sekolah di Malang, Gunung Bromo, tau kan, wuuu top banget lah sebagai tujuan wisata Jawa Timur.


Jalan Mana?
Gampang dan banyak, mau dari mana? Kota Malang ?, Pasuruan atau Probolinggo? sama saja karena ujungnya nanti akan ketemu di Sukapura.
Nah Kemarin saya masuk dari arah Probolinggo dekat terminal.
Naik terus, ke selatan, dan setengah jan dari situ kita sudah dilimpahi pemandangan yang berbeda dari Probolinggo yang panas. Alam sudah meninggi dan udara sudah semakin bersih dan sejuk, terus saja karena jalannya cuma satu, gak akan nyasar he he  / / dan petunjuk Bromo selalu ada.

Kendaraan apa?
Apa saja yang sehat, mau Kijang, Suzuki Apv, Innova,Panther, Pajero ,Alphard he he sangat baik.
Tanjakannya sih kebanyakan biasa, cuma ada beberapa tanjakan yang tajam dan panjang yang menuntut kehandalan mengemudi lah, biasa.

Nginep atau Pulang hari ?
Dua duanya bisa, pulang hari untuk lihat bromo saja di siang atau sore hari boleh, mau nginap apalagi boleh.
Kalo pulang hari, berarti kita hanya lihat Gunung Bromo siang atau sore hari, kurang dramatis sih, tapi jelas dan sejuk. Kita juga bisa turun ke lapangan pasir bromo saat itu juga (siang)


Nginap dimana?
Hotel ada, rumah sewa ada.
Hotel yang standard yang berlokasi di bibir tebing yang langsung melihat romo ada 2 kalo gak salah, harganya dari sekitar 600rb ke atas lah per kamar.

Nginap di rumah sewa ?, wow banyak sekali. jangan alergi sama orang situ yang menawarkan rumah sewa dan Hardtop (jip Toyota sewa), mereka biasa, tidak memaksa, santay aja . . .tanya tanya dan tawar menawar dengan mereka. Harga standard lah sama kok.
Rumah dengan 3 kamar yang memadai, sekitar 350- 450rb lah, sangat wajar, kita dapat 3 kamar dan ruang tamu dan dekaaat sekali dengan Bromo.

Sewa Hardtop?
Ya aturan baru, bahwa hanya hardtop Koperasi saja yang bisa turun ke dekat kaki Bromo, Ok lah, namanya Industri wisata, semua harus hidup dari sumber devisa daerah ini, kaan?
harganya berbeda tergantung tujuan kita, mulai dari 350 rb sampe 600rb, nah yang terakhir itu adalah ke 3 lokasi, mereka bilang paket, yaitu, kita diantar ke Puncak Pananjakan di waktu subuh, jam 4 pagi, lalu kita ke kaki gunung Bromo dan gn.Batok kemudian ke 'yang mereka sebut' Pasir Berbisik dan terakhir ke padang rumput (Savanna) di Kaki Bromo dari arah Ranu Pane. Hardtopnya sehat sehat.

Makan dimana kalo kita sewa rumah?
Ada beberapa warung makan di dekat bromo, yaaah lumayan lah masakan lokal tapi jangan harap rasanya sama dengan "Depot" atau resto di Probolinggo. Harganya? umum lah, sepiring 9-10rb, kopi kapal api 3rb, wajar lah, contohnya di warung "Puput" di dekat situ. Makanan di Resto Hotel yang saya singgung di depan tadi yaaah lumayan lah dan harganya ya beda dong dengan di warung, lebih mahal pastinya.
Warung buat beli sabun, sampo, Baterei buat kamera dll aba beberapa, dg harga wajar lah.

Schedule Wisata Bromo "Paket"
Ya, sewa rumah sorenya, santai di rumah nonton tv dan jalan jalan sore lihat kampung Ngadisari lihat pemandangan sekitar Bromo sore hari ..  gratis kaaan . . .
Jam 4 subuh si tukang hard top sudah membangunkan kita sesuai jadwal , hardtop sudah siap untuk naik ke Pananjakan. Langsung kita naik bersama dengan hardtop sewa lainnya.

  • Pananjakan, adalah salah satu puncak tertinggi dimana kita bisa melihat Bromo, Batok dan sekitarnya saat matahari terbit, itu lhoo gambar yang biasa kita lihat di promo-promo tentang bromo
  • Pura Bromo, ya, itu di kaki gunung Batok dan Bromo, dari sini pula kita bis anaik 250 tangga ke binbir kawah Bromo itu.
  • Pasir Berbisik, ya, ini parnah dipake syuting film dengan judul  ini, sepiii luasss bagus untuk foto
  • Savana, padang rumput Bomo, wooow ini yang exotis . . coba deeh . .
Dan setelah itu kita dianter ke sumah sewa kita lagi. sangat wajar lah untuk harga wisata.


Oh ya, disana ada sewa Jaket, yang memadai lah, harganya 25 ribu sehari semalem. jadi gak usah bawa jaket tebal kalo males mah.

apalagi ya?, aah silakan coba deh. Kalo mahasiwa sih bisa lebih hemat kayak saya dulu jaman sekolah, hampir gak ada bayar bayar, semua bawa sendiri, gratisss, nggak nginep karena saya dulu datang tengah malem dan istirahat di mobil, lalu malemnya naik Pananjakan dan turun ke Segoro wedhi, segara pasir di kaki bromo langsung dengan Toyota kanvas yang kami bawa dari Malang.

Ok selamat Piknik ya . .

Kamis, 24 September 2009

Holiday /Lebaran Trip - Candi Sigosari( Singhasari) Kab.Malang


Lupain dulu maen Orgen laa. . .Sekalian lebaran kita sekalian kunjung-kunjung sama candi-candi , biar anak anak tahu sedikit tentang tempat bersejarah. Saya sendiri memilihkan candi yang mudah dicapai dan terlewat saat perjalanan lebaran ini. Seperti Candi Singosari ini, betul betul di tengah kota ! ditengah pemukiman mapan.
Ohya di Karawang, tepatnya di Sekitar Batu Jaya, sebelah sana Rengas dengklok ada candi tua ( tahun 700- 800 M ?) yang sedang dipugar, saya perbah ke sana, baru ada satu yang sudah selasai pugar , ada yang besar lagi yg sedang dipugar, gayanya beda, seperti angkor vhat kayaknya ( sok tau ya he eh eh)

Cerita yang saya ingat :
Candi ini katanya dibuat untuk berdharma terhadap Kertanegara, (1268-1292) raja Singosari terakhir. Kertanegara sangat terkenal dengan'ekspedisi Pamalayu' yaitu menjadikan pulau Sumatra sebagai benteng dari serangan Mongol, ia raja pertama yang memalingkan kekuasaaanya ke luar jawa. Kertanegara adalah trah dari Tunggul Ametung dan Ken Dedes, ayahnya adalah Ranggawuni, katanya sejak putranya ini menduduki kekuasaan inilah nama Kerajaan Tumapel menjadi Singhasari. Seperti umum diketahui, Tunggul Ametung (akuwu Tumapel) tewas terbunuh oleh Ken Arok, dan saat iru Ken Dedes Istri tunggul ametung sedang hamil 8 bulan (mengandung Anusapati- kakek dari Kartanegara) dan kemudian Ken Dedes dinikahi oleh Ken Arok . . seru . . saya suka cerita Singosari ini. Lho? kok 8 bulan ?, Iya, Ken Arok baru ngeh dan mempunya rencana besarnya ketika dia melihat tersingkapnya kain Kendedes di suatu sore ketika turun dari kereta kuda, dan ketika itu ken arok melihat kilauan sinar dari singkapan kainnya Ken dedes, Ken arok sendiri saat iru sedang bekerja di keraton Tunggunl Ametung di Tumapel, cuma dia lapor ke resi gurunya, dan dijawab oleh gurunya " bahwa wanita yang kau lihat bercahaya ketika tersingkap kainnya ,m ia akan melahirkan raja raja" lalu singkat cerita Ken Arok memesan keris ke mpu Gandring dan ia minta keris pesanan itu selesai dalam waktu 5 bulan ( ketika itu Kendedes hamil 3 bulan), mpu Gandring mrnyatakan tidak sanggup, ia menyanggupi kalau 7 bulan, singkat cerita, bulan ke 5 ken Arok mengambil keris dari mpu Ganding yng saat itu belum sempurna selesai ( kemudian membunuh mpu Gandring?) lalu ia menitipkan keris itu pada temannya ( yg suka pamer), dan ketika Tunggul Ametung terbunuh, jusrtu yang ditangkap adalah temannya yang ia titipi keris itu bukan Ken Arok ( bergelar Sri Rajasa sang Amurwa bhumi). udah . . udah . . . ntar ketagihan . . .he he he soalnya seru ceritanya, dan kalau diambil cerita dari arah sisi pandang lain yaitu dari wilayah barat (Kerajaan Tarumanagara/Pajajaran) agak lain , tetapi sangat nyambung dengan semua cerita ini . .he he he . . .

Arca Dwarapala:
Di Jawa banyak sekali arca yang memegang Gendir atau pentungan, biasa disebut reco pentung, cuma yang ini lain, Acra dengan pentungan di Singosari, pentungannya mengarah ke bawah, tidak disandarkan di dada ke pundak, katanya melambangkan kedamaian. Di pinggir jalan raya ini ada 2 arca besar yang pada tahun 1980an didudukan dalam pedestal seperti sekarang( dulunya ambles- dan banyak cerita aneh lainnya). Sayang sekali , menurut saya , arca ini kurang terurus dan kuran 'safe' cuma dipagar biasa , jadi sekilas seperti arca buatan baru yang dijual umum, padalah ini arca ada sejak di tempat ini katanya menjadi "alun- alun Singhasari" !

Letaknya:
Di Singosari, Jadi jika kita dari Surabaya, gang nya akan terlewati bis, Surabaya - Malang atau Jember -Malang di gangnya tertulis "Wisata Situs Purbakala" Singosari. Dari situ sangat dekat , paling 1 km, anda akan disambut loeh Candi Singosari ( tinggi 15 meter-an) di sebelah kanan anda, pas di pinggir jalan dan jika perjalanan diteruskan maka anda akan bertemu Arca Drawapala tadi di kiri kanan jalan, Lanjut terus anda akan bertemu per-4-an (foto kanan atas) dimana jika belok kiri kita akan menuju kearah kota tua Tumapel itu !, sekarang ya pemukiman biasa. Terus jika lurus anda akan menuju ke "pemandian Ken Dedes" yang katanya bukan yang asli, karena yang asli ada di sebrang jalan menuju candi ini. Kalau dari Malang?, lebih mudah, karean sudah ada petunjuk yang jekas di kiri jalan, kalau dari arah Surabaya saya lihat tidak ada petunjuk yang jelas ( sayang sekali)

Yang lain dari Candi ini:
Ketika saya masuk ( foto bawah tengah) , masih sangat terasa aroma wangi ( anak saya yang kecil bilang bau) bekas persembahyangan, jadi masih sering orang datang untuk berdoa di sini, katanya juga ada yang datang dari Bali, di Candi lain saya tidak lihat suasana hidup seperti ini.

Di Candi tidak terlalu banyak ornamen hias seperti di Candi lain, jadi lebih banyak untur tumpukan garis, ada juga sih ornamen kepala raksasa. Patung patung yang ada di halaman candi kayaknya sudah tidak asli, karena yang asli ada di museum Jakarta atau bahkan di Belanda (?) . Candi ini selesai di restorasi tahun 1937 ( foto kanan bawah).

Saran buat Pemkab Malang:
Mungkin ada baiknya memberi lantai batu di pelataran candi agar lebih bersih seperti di Candi Penataran atau bahkan Borobudur), Karena saat kan lantai masih tanah, dan ketika pengunjung naik ke candi, pasir ikut nempel di sepatu sehingga banyak bagian candi yang agak kotor.

Ayo ! sambil lewat mau ke Malang kunjungi Candi ini !

Selasa, 22 September 2009

STOP NGORGEN ! - Makan dulu . . .Bakso Solo Kidul Pasar - Blimbing Malang. .ingat si Srongeb dulu . . .

Anda kebablasan di kota Malang?, gak kerasa jalan sudah sampai di Blimbing?, coba mampir dulu di sini. Memang sih gak seperti baso kota Cak Man, bakso solo Kidul Pasar ini lebih sederhana, basonya sudah dicemplungin seperti yang tradisional lah. Si penjual sudah menyiapkan mangkuk dengan bihun, kita tinggal minta saja , kasar berapa halus berapa. Kasar adalah istilah untuk baso urat (memang kelihatannya kasar) , halus adalah istilah untuk bola baso yang halus kita tahu la, tapi itu dia, Baso Solo Kidul Pasar ini gaya tradisional saja, masih menyiapkan lontong kalo kita mau ganjel perut mantep lagi.

Murah, rata rata 1,5 ribu saja per butir, minumannya biasa . . teh panas manis, es jeruk dan itu itu . .
Saya jadi inget dulu 1984 saat kos di Mt Haryono pas depan kampus, tiap sore ada baso Malang yang lewat, dan selalu masuk ke halaman belakang rumah di depan kamar-kamar kos, di pikulannya tertera merek "Srongeb" (maksudnya Brengos) pedagangnya anak muda banget, mikul baso sepanjang Katawang Gede lalu Dinoyo paling jauh ke Betek, ya ini rasanya seperti bakso Kidul pasar ini

Jadi letaknya adalah, kalau dari arah kota, sehabis perapatan bilimbing teruss dikit, sebelah kiri, warungnya putih dengan tulisan orange. Parkir ? oke laa.

Dikit cerita waktu ke Candi Penataran kemarin, saya di Wates, jalan raya Wates masih menemukan Bakso seporsi 3,0 ribu dan enak, es jeruk 2,0 ribu dan enak . . he he he gimana ngitungnya ya?.

Saran saya:
Makan baso tipe begini anda jangan tambahkan apapun ke mangkuk anda, karena kalau anda tambah kecap kental manis saja, bisa jadi kemanisen, kalau tambah saos, bisa agak gak karuan rasanya dan jadi "CEPET WAREG" naaah agar gak cepet wareg, ya jangan tambahkan apapun ke mangkuk anda, cuma . . .
Siapkan lepek/ pisin atau piring kecil mirip tatakan gelas (selalu tersedia), isi dia dengan saos merah, lalu saos cabe dan kecap , jangan dicampur . . . lalu, tusuk baso pake garpu . . dan col . . col . .col . .cocolin ke saos saos tadi . . .gigit dan lllep makan . . lalu kuah nya sruput di sendokin. . . .mantepp . . .
he he he . . . maklum pernah jadi kera Ngalam , Ongis Nade . . dulu . . . taun 83an

)ongis nade( singo edan- > kera Ngalam<>

Minggu, 14 September 2008

Musik Kenangan : Sebagian kaset pelajaran bahasa jawa saya, Kartolo an

Sewek kawung - bedah pinggire
atine liwung - susah pikire

Tahun 1983, saya mulai menetap di Malang, Jawa timur, tepatnya di daerah Dinoyo gang 7, kos di rumah "pak Mat" (Rachmad) di bantaran (pundak) sungai Brantas.
Wadduuu, disitu tiap hari kuping saya ' dijejali' oleh sejenis musik plus obrolan berbahasa Jawa timu-ran, eeuuuhhh . . . gerutu saya . .berisik, tapi yang namanya pak mat itu 'cuek' saja sambil telanjang dada di ruang tamu pas di depan kamar saya, kadang dia mesem . . lalu tertawa sendiri.

Semakin lama semakin hafal saya kaset yang di setel, soalnya banyak yang di ulang ulang, setttiaapp hari tanpa absen !.
Lama kelamaan, sekitar 6 bulan kemudian , saya sudah jadi agak 'bonek' bicara tanpa Ja***k rasanya nggak lega, nggak nyampe. Bahasa sehari hari sudah bahasa "kilaw-kilaw (walik-bhs.jawa dibalik).
Eeeh . . . . . . . jadi kenal juga sama Kartolo."kaset apa nih pakMat" tanya saya "Ini kaset Kartoloan dik, ayo dengar nanti juga suka" lanjut pak Mat lagi. Saya mulai pinjem kaset ke pak mat, pertama "Tumpeng Maut" cerita yang pertama saya dengar dalam sejarah hidup saya.

Beberapa waktu kemudian saya jadi ketagihan, malah beli sendiri kaset Kartolo, di Malang, kalu ke Surabaya, di Jember, selalu saya menyempatkan diri untuk mambeli kaset Kartolo ini, hasilnya . . rasanya saya lebih cepat jadi Orang Malang daripada teman saya yang sama-sama dari barat ( Jakarta, Bandung dsb).

Lebih lanjut lagi saya jadi suka berburu panggung pentas Kartolo, di hajatan orang, terkadang saya parkir motor saya di pinggir jalan untuk nonton pentas nya. Terakhir saya nonton Kartolo 1985 akhir di kampus teman saya (Unmer), seingat saya Kartolo belum pernah manggung di Kampus Saya (UB). Salah satu cerita paling lucu adalah "Rabine Cacing anil" ( Nikahnya Cacing anil . . .seperti cerita Karnadi Bandar Bangkong kalau di sunda)
Tokoh pemain yang paling saya suka adalah Basman, lalu Sokran, Sapari dan Blonthang, bukan Kartolo atau Tini, kalau dalam kidungan (lagu) saya suka cak Sidik karena (sering jadi bintang tamu di grup Kartolo) karena suaranya kering dan inovatif wacananya, hingga saat ini menurut saya pasangan cerita paling klop ya Basman , Sapari, Sokran dan Blonthang itu.
Kasar, Lucu, lugu, ndeso (kampungan), asal njeplak dan surabaya banget.

Sekarang Kartolo-an sudah ada Mp3 nya , teman saya bisa mendengarkan sepanjang malam di kendaraan jika pulang kampungnya ke Malang, saya juga bekal kaset lama ini setiap hari, terkadang saya setel pulang kerja, ngisi macet di toll, senyum sendiri, ketawa sendiri . . saya jadi ingat sama pak Mat . . .inget sama bulus yang biasa ia tangkap dari kali Brantas, dangingnya dimakan dan gajih nya dibuat minyak bulus, itu juga yang membuat pak Mat termasuk awet tua . . .kekar dan ceria . . masih ada nggak ya pak Mat . . .Dinoyo Gang 7 Nr. 293 . . .

inilah salah satu contoh bukaan nya cak Sidik yang saya ingat

Awan awan mangan bakwan
wedang kopi akeh gulane . .
Tasek perawan ojok sering pacaran
wurung dirabi ngamuk tanggane

ngono-ngono iku salahe sopo . . (wak Cipto . .)

Tuku batik diwadahi kiso,
ditinggal purik ngentekno kloso . . . . . .


Ini juga salah satu bukaan pak Basman, sebagai lurah

. . .sopo sing nggak kenal karo aku . .
aku iki lurah basman, lurah sing wis terkenal tekan negoro ngAmarto . .
kabeh wis umum nek aku juluk selodono,

selo iku watu, dono iku weh weh
dadi ,aku iki weh weh watu . . . ( hue he he . .)
lho . . .lho . . lho . .
aku iki lurah sakti mondro guno . .
iso ngilang nggak iso balik . . .

eh, sopo kon, jok macem macem ambek aku .
aku iki lurah sugih . .
sugih cikar sugih sapi . .
sugih bebek sugih meri . .
sugih jaran sugih bendi . .
sugih kloso sugih tinggi . . .( hue he he)

e , eh, sopo kon ?, wani wani karo aku ?
aku iki lurah Basman, lurah sugih,
omah ku magrong magrong , pinggir embong . .
lori jane pating seloyong . .
tandurane lombok terong . . .
sopo sing metik udele bodong . . ( hue he he)

ini petikan obrolan Blonthang (B) dan nJoto (J)
J : teko endi ae awakmu tang ?
B: Penataran !. J: Penataran opo awakmu
B: Penataran, memperjemahno apsoro K, K sak bajeg tak bedek iso, ayo cobaen
J : Nek K siji opo iku B : Ka - tok ! , J : Lho , kok iso
B : Iyo , K siji iku K- tok.
J : nek K loro ? B : Kato Kolor, nek telu kato kolor kombor . . dsb.

B: Kene iki kumpul katene ngadakno ri-yu-ni (reuni), kan wis ono
pepatah dalam bahasa inggris " yunaitid wi sten difaidit we fol "
J : adu rek landepe cucuke, opo iku maksude
B : Yo a ayo bersatu, cek menang . .
J : Menang opo
B : Menang ukik ! ( salah satu permainan/judi kuno)

Saya banyak yang sampai hafal dialog mereka . . .mereka profesional . . .

Selasa, 24 Juni 2008

Silakan dengar - Salah satu Lagu cipt. saya

Saya mencoba membuat lagu sejak 1982 untuk 17 agustusan di RW saya di Bandung, lagu2 nya ya lagu perjuangan, soalnya saya bosen lagu perjuangan yang itu melulu. Saat itu teman saya se bangku di SMA ,Rahmat AS telah menciptakan lagu untuk album pertama Johan Untung dengan musik A.Riyanto ( Side A.5) seterusnya lagu laguya dinyanyikan oleh Dina Mariana, Betharia Sonatha, Dian Mayasari dan lain lain. Lha saya ?, saya saat itu jadi suporter si Rahmat itu bersama teman saya Fauzi sambil belajar sama Rahmat ini bagaimana cara membuat lagu yang baik, saat itu lagu yang ngetop di jalur pop adalah lagu Rinto Harahap dan Cecep AS, kata dia 'denger deh lagu Rinto, pelajari nafasnya, kayak gitu lagunya, gampang enak dan laku' kata dia.
Pada tahun itu pula saya mulai coba bolos sekolah hari sabtu untuk pergi ke Jakarta, saya pertama main ke Musica Studio di daerah Perdatam, Pancoran dan ketemu Jonas Pareira itu, pencipta 'Bukit Berbunga' (Uci Bing Slamet), saat itu Jonas tampaknya appreciate dengan lagu yang saya bawa, judulnya 'Pantai Kenangan' saya ingin sekali lagu itu dinyanyikan Iis Sugianto, tapi sepulang dari Jakarta saya diadili nenek saya, pokoknya tidak boleh lagi gitu-gituan (main ke Jakarta kali) sampai bolos sekolah segala dan saya menurut kata-kata nenek saya tercinta, saya berhenti gitu-gituan itu he he . . .
Tahun 1986, tingkat 3, lagu saya masuk 100 besar Lomba Cipta lagu Remaja Prambors, saat itu saya ngerekam di radio KDS 8 Malang, tempat kerjanya Wiwie GV. Lagu wiwie jadi juara Pertama dan dinyanyikan Trie Utami yang kemudian nikah dengan pencipta lagunya itu, Wiwie. Lagu saya sih gak masuk. Tahun 2006 2 lagu saya masuk 200 besar 'Indonesia song Festival-INSOF' juga tidak lanjut, kalah he he . . .
Lagu 'Bintang hati' ini direkam di rumah teman saya Edi'kuncir' Suherman di Bekasi Timur. Di rekam di ruang tengah dekat dapur, bahkan saat rekaman itu istri Edi sedang menggoreng tahu, untung suara' Cessss . . ' dari tahu yang nyemplung ke wajan tidak terrekam he he he .
Penyanyi 'Bintang hati 'adalah Irma Sagita (19), orang Cileungsi Bogor, Pernah satu grup dengan Yessi Vibrator dengan Trio Geloks (Girloks), beberapa kali mentas di 'Dag Dig Dut' Trans TV dulu. Irma ini termasuk sangat cepat menghafal lagu. Sebelum rekaman dia cuma butuh 2 jam untuk 4 lagu saya dan lumayaaan . . . rekaman lancar dengan salah-salah dikit lah biasa . . Sampai saat ini Irma masih nyanyi dari pangung ke panggung di sekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor,Depok,Tangerang Bekasi- Indonesia).
Saya pake PSR 3000 tanpa arransemen , jadi langsung jreng, musik di track -1 dan kemudian voice di track-2, jadi deh . . saya sendiri tidak ingin detail, meskipun edi menawarkan untuk di' ambil per alat musik saja, di rekam agak bener' ah gak usah yang penting expressi saya sudah dituang ke CD dan saya nikmati bersama keluarga dan teman, kini anda juga boleh dengar. Ini bukan lagu 'kojo' saya sih masih banyak, juga yang pop.
Perhatikan string PSR 3000, srinnnngg, saya belum menemulkan di Roland saya.
Selamat mendengarkan ya.