Tampilkan postingan dengan label Yamaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yamaha. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2011

Katanya e katanya, Roland tidak akan produksi lagi arranger keyboard ? (tahun 2011)

Waduu . . .,pigimana ini?
eh haloo, bapa ibu.
Di suatu milis dibahas isu ini, dimana katanya Roland tidak akan produksi lagi arranger keyboard seperti yang kita tau seperti seri E dan G, apa iya ya?
Bahkan ada yang cerita di Brasil, dulu, Roland menguasai 90% pangsa pasar arranger keyboard, sekarang Yamaha lah yang memegang 90%, waaw.

Bagi bapa ibu yang agak alergi sama Yamaha, mohon maaf ni . ., sungguh berita burok dan gak cucok, lho iya wong nantinya, kalo bener itu rumor, keyboard di Indonesia akan Yamaha semua ha ha ha . . . dan Korg dikit . .Casio dikiit ha ha . . si Roland hanya maen di Synthesizers.

Gimana?, wahai Rolanders . .?? , bukan apa apa , saya juga dulu kan sempat pake Roland E50, tapi agak kesel sama si dia yang banyak repot nya, susah ngerapihin file nya . . waah akhirnya balik lagi ke bini tua neng Yamaha ha ha . .dan . . ternyata .  itu Yamaha semakin kesini semakin ocee menurut saya sih, banyak style nya, banyak arranger yg baek hati bagi bagi style  . .muantep kalii deeek

Rasanya teman Yamaha semakin banyak, liat aja di milis milis Indonesia, dari Sumatra barat sampe Papua Barat, apalagi Jawa Barat seperti Tasikmalaya, Garut,Bogor, Depok , Bekasi, Bandung, Jakarta, Jatim seperti Ngawi, Jombang, Ponorogo . . .Jateng misal Temanggung, Magelang, banyaak sekali teman teman kita ini

Oke lah, kalo gitu kita tunggu saja kejadiannya, bagaimana kelanjutan si Roland ini.
Bagi yang punya Yamaha, tenang tenang saza . . .bagi yang punya Roland . .he he he, Korg . . ..  santai saza . .

Permisi bapa ibu, salam hormat dan salam happy keyboarding lah
 . . .

Kamis, 30 Oktober 2008

Yamaha PSR S900 jadi PSR S910 ? tahun depan (2009) ?

Iya, itu katanya. . . . isyu . . . .
Tahun depan katanya Yamaha akan merilis PSR S910 sebagai penggganti S900 dan S710 sebagai pengganti S700, katanya buatan china,bukan buatan Indonesia lagi, ya atau nggak bukan jadi soal yang penting adalah bagi para bapak dan ibu yang sedang akan beli atau berangan-angan beli orgen, beli sekarang atau tunggu? ( dolar naik !).
Kedua adalah mudah mudahan angka itu berarti, 910 artinya . . harga PSR s900 turun 100 ribu . . . he he nggak mungkin . . .

Oh ya saya ingatkan lagi, Yamaha adalah termasuk orgen yang paling user friendly lah . . maksud saya banyak fungsi yang cocok dengan harapan kita terutama "bapak dan Ibu ' . . .
Yamaha, oleh para player umumnya, pada kelas yang saya bicarakan ini (PSR) di Indonesia masih di'cap' sebagai "orgen rumahan" bukan " orgen Panggung" meskipun sudah saya singgung sebelumnya, banyak kawan saya main di panggung'orgen tunggal' dengan Yamaha hasilnya tetep bagus . . . enak . . cuma yaaa tergantung yang main (player) dan Sound system . Karena dibanding Roland yang sekelas , misalnya Roland E50 (kisaran harga 9,5 jutaan) suara Yamaha "kalah Tendangan" kurang "ngebeledug !" gitu. Tapi semua itu ditangan player yang piawai ketutup lah . . enak aja jadinya.

Kelebihan yang menonjol di Yamaha sekelas ini adalah poliphony nya ( jumlah suara yang bisa berbunyi pasa saat yang sama), di Yamaha kelas ini (s900, s700,3000) kalau gak salah 128 poliphony, di Roland cuma 64 ( sory kalo salah ni . .) jadi pantas kalo PSR s900 dimainkan tanpa bantuan speaker lain, cuma mengandalkan 'built in' speaker, atau yang nempel di orgen, maka kedengaran lebih 'enak' lebih lengkap, sedangkan Roland E50 tanpa speaker luar/ tambahan , rasanya lebih nggak enak, kurang rame. Sebaliknya jika keduanya dicolokan ke 'cube' atau keyboard ampli dengan setelan yang sama, maka akan kelihatan Roland lebih Natural ( bagi sebagian kalangan suara ini dianggap ' nggak enak").

Cuma, seperti yang pernah saya singgung, Yamaha s900 bisa rekam suara kita, sambil nyanyi , sambil diiringi orgen, rekam masuk USB, lalu kita copy ke PC , lalu kita setel rekaman nyanyi kita di rumah atau di Mobil . . asyik lho. Roland E 50 nggak bisa . ., dan nggak bisa pake USB seperti Yamaha, E50 cuma bisa pake Card . . .coba pilih mana?

Kita tunggu aja lah, kalo benar S910 keluar tahun 2009, apa sih kelebihannya dari s900? , apa sih kelebihannya dari Roland E50, Korg Pa50 atau Korg Pa 500, karena harganya sekelas ( 9 - 10 jt).
Jadi . . . .
Kayaknya benar nih , akan banyak s900 second di Jabotabek di sekitar awal tahun 2009 . . .
Jangan beli orgen dulu . . sabar aja . . tunggu 2009 pak, bu . ( eh sory pada yang punya toko . .)

makasih . .

Rabu, 22 Oktober 2008

Yamaha, pabrik Piano yang jadi pabrik motor . . sejak 1897 ?



Coba kira kira di Indonesia, Oktober 1897 sedang musim apa ?, he he he, sudah berapa tukang orgen yang manggung di daerah anda saat itu . . . (boro boro . .)

(ヤマハ株式会社 Yamaha Kabushiki Gaisha) saat ini salah satu Konglomerat Jepang.

Nah, pada 12 Oktober 1897 itu pabrik piano Yamaha yang mengambil lambang 'Tiga Garpu tala" didirikan di Hamamatsu, Shizuoka, dimana pada awalnya Torakusu Yamaha mendirikan Nippon Gakki company pada tahun 1887, gila juga ! pantes sekarang jadi yang terbesar . . . udah sangat lama.

Setelah perang dunia ke 2, President dari Yamaha, Genichi Kawakamisaki mengusulkan potensi keahlian perusahaan di bidang Metalurgy yang seterusnya menghasilkan motor Yamaha Pertama YA-1 'Aka Akatombo' ( Capung merah).
Pada ulang tahunnya ke 100 , tahun 1987 namanya resmi menjadi Yamaha Corporation. Hingga sekaranghampir semua lat musik dibuat oleh Yamaha, silakan lihat video nya di Youtube.

Yang tak kalah pentingnya , pada tahun 1988 Yamaha memebeli 51 % saham pesaingnya Korg, sekipun padata tahun 1993 pemilik Korg mengambilnya kembali dari Yamaha. Salah satu industri musik yang di akuisisi Yamaha adalah perusahaan Jerman ' Steinberg' pada tahun 2004.
tahun depan perusahaan manalagi yang akan di akuisisi nih ?

sumber :Wikipedia

Minggu, 14 September 2008

Saya Selalu kangen sama Yamaha . . .( tahun 2008)

Sungguh,
Meskipun sering dilecehkan oleh para pemerhati keyboard di Indonesia, Katanya Yamaha suaranya tipis, tidak nge-dut suara dangdutnya, orgen rumahan bukan orgen panggung, cuma menang fitur, suaranya nggak real dan banyak lagi yang kritik dan cercaan yang dilontarkan.
Tapi . . dulu saya pertama kenalan dengan Yamaha itu sih, sejak tahun 1982, ketika 17 agustusan di kampung saya, orgen rumahan (electric piano-seperti Clavinova lah) diusung naik panggung buat mengiringi 'POKSONG' (folk song kali ya . .) saya dan teman teman, waktu itu saya belum bisa orgen cumam tahu C-F-G doang.

Saya sudah berganti sekitar 6 atau 7 Yamaha, mulai dari PSR 640, dulu rasanya bahagiaaa..banget punya itu di tumah, saya mainkan, saya bersihkan saya lap saya usap . . .dan terus berganti hingga PSR s900 .
Ketika saya lihat orang main Technics saya iri juga ,kok Technics bangus banget dangdutnya, kok yamaha jelek ya dangdutnya, tapi terus saya menghibur diri saja,ha ..Yamaha itu bagus POP nya banyak fasilitasnya.
Ketika saya mulai dan terus berkenalan dengan para player (memang profesinya tukang orgen) banyak yang bilang "coba kalo beli lagi Korg deh " atau " mendingan Technics mas . . mantep".

Ya, ya, Semua sudah saya lihat, semua sudah saya dengar, sudah saya mainkan, sekarang saya main Roland, saya sudah merasakan manisnya suara dan fasilitas mereka, tidak ada yang sempurna, tidak ada. semua diciptakan dengan tujuan Bisnis lalu hiburan. Mungkin yang baik kita mesti flexibe kali ya tidak fanatik, karena kuping orang, taste orang berbeda, jenuh juga denger dangdut melulu . . atau Campur sari melulu . .atau POP melulu (asal lagi mainnya huuh . .).
Ketika kita dihadapkan dengan tujuan berikutnya (setelah bisnis) yaitu hiburan, sebagai player kita mungkin harus siap dengan berbagai macam 0rgen, membuka hati terhadap merek lain yang mungkin belum kita kenal, belum pernah kita pegang.

Saya pernah dengar dari dari Milky Wahyudi (pakar-anggota milis) dia punya orgen sampai yang harganya 120 juta, punya studio, tapidia pernah diminta mentas di suatu acara dengan orgen 3,5 juta yang miskin fitur, tapi akhirnya harus dilakukan, harus dimainkan dan sukses juga, bahkan dia sempat berkata, 'gila justru ada suara di orgen itu yang belum pernah saya temukan di orgen2 saya . . ." tuuh . .

Juga saya dengar dari anggota milis kasus 17 an kemarin diperumahan sekitar cibubur, yang mendatangkan Idol dan pelawak terkenal sebagai MC nya. Ternyata Player pakai PSR 3000 (P3K), dan hilang adaptornya ! sedang si Idol ingin sound check. Kemudian ditawarkan panitia Orgen lain Roland, dan Casio milik warga, tidak mau dia hanya mau (bisa/ biasa) si P3K itu, setelah disiasati dengan adaptor dari laptop makapermainanpun berjalan dan ujungnya sukses, tapi kan ribet dulu . . coba kalau sikat saja dengan Roland atau bahkan Casio ! kan cepet jadi.

itulah kebiasaan, kesukaan, kecocokan, match, klop yang sebenarnya tetap membutuhkan apresiasi terhadap yang lain.

Tapi sungguh, saya sering kangen dengan Yamaha, gampang, enteng pencetannya, dekat dealernya, cepet servisnya (Jakarta ya . .) macem macem isinya . .meskipun tipis suaranya . . terlalu nge'cesss' trebelnya . . .ndak apaa . . karena itu orgen kenangan saya, dan kesayangan saya (mellow banget mas . .). Bagi bapak dan ibu yang masih punya Yamaha, explor terus . . mainkan dengan suka dan gembira . .

Oh ya, saya punya kenalan seorang produser di sebuah label (perush.Rekaman), dulu beliau pencipta lagu, terutama hits nya Tomy J Pissa , juga beberapa lagu Caca Handika, dan artis lainnya, nah sekarang sudah jadi Boss, tugasnya hanya seleksi artis dan promo ke sana sini, tapi masih membuat musik terutama disco dangdut atau remix, tebak apa coba . . .
Ketika saya 'main' ke kantornya dan membawa PSR s900, dia malah masih membawa PSR 740 ! jadul bin kuno ! " eh jangan hina ini orgen kesayangan saya, kata dia" saya membuat lagu, bahkan rekaman untuk kaset dan CD masih minta bantuan orgen ini " apanya yang di ambil pak , kata saya, dia langsung demo membuat musik" duk - cek duk - duk- cek duk " SUARANYA NGE- BATU" kata dia, iyya juga kata saya daaaan gampang bikin musik pake ini ,kata dia . . .( tentunya banyak lagi alat lain)
Lagu2 nya mungkin anda sering dengar lah, banyak yang ngetop kok (Dangdut disco mix and rock)
Apa kabar boss? . . . saya nih dari bekasi . . .sory belum bisa main lagi ke kantor , sorry , jadi inget soto yang depan kantor, uenak buat makan siang . . entar kapan-kapan main lagi . .maklum . .kan saya masih jadi kuli . . . . . .nggak kayak boss . .makasih boss . .he he

Senin, 01 September 2008

Membuat Style : Paling mudah edit yang sudah ada

:: Untuk Pemula banget ::

Ya, yang paling gampang, edit saja yang sudah ada, karena di Yamaha misalnya membuat style saya rasa lebih sulit dibandingkan dengan di Roland E50/E60, contoh di Yamaha (rata-rata lah) yang penting :
Setelah kita memilih, atau menentukan style mana yang akan di edit, jadi style yang akan di edit biarkan saja menyala, jangan diganti ( pada gambar di atas adalah cool beat), langkahnya . .
1. Pencet tombol Function
2. Pencet tombol Digital recording, ok sudah siap edit style . .
3. Gerakkan tab ke paling kiri (BASIC)
Untuk merekam
4. Tekan bersaman tombol REC CHANNEL (8) dengan channel mana yang kita akan isi music.
Ingat di Yamaha, 2 channel drum yaity RHY 1 dan RHY2 tidak bisa di Overd dub atau di Insert, kalau di Roland bisa.
5. Jika salah, delete saja suara dalam satu channel dengan menekan simultan, antara tombol delete (denga tangan kanan dan kemudian channel yang dimaksud ( dengan tangan kiri), jadi bersamaan gitulah . sudah . .
intinya itulah membuat style dengan" mengedit" style yang sudah ada., Intinya sama kok.
6. JIka selanjutnya kita menekan exit maka mesin akan menayakan, save?, maka anda tinggal menamainya lagi ( rename) style tersebut, jadi deh , sudah.

Jumat, 20 Juni 2008

Roland memainkan style Yamaha ? bisa . . .

Seperti dalam bidang fotografi, jika kamera kita misalnya merek Nikon atau Canon tetapi kita suka lensa merek Tamron ( banyak sekali terjadi) maka itu sangat mungkin kenapa? , karena Tamron menyediakan lensa yang cocok untuk merek tersebut, maka untuk keadaan seperti itu, untuk Nikon pakailah 'Tamron for Nikon' untuk Canon memakai 'Tamron for Canon'.
Nah, Jika keyboard kita Roland, jangan khawatir, jika masih ingin juga memainkan style dari orgen merek lain, banyak style dari merek lain yang sudah di 'convert' agar sesuai. Ada 'Technic for Yamaha' ada juga 'Tyros (Yamaha) for Roland'., Great !. jadi di Roland E 50 kita mainkan Style si Tyros ! (kelasnya si Tyros diatas PSR).
Cuma saja perlu diingat, style tersebut adalah style hasil konversi ya, jadi jika di Yamaha file nya bernama 'XX. sty, maka untuk Roland sudah Jadi 'XX.stl. Banyak player yang melakukan konversi ini, tapi atas kebaikan mereka juga maka style -style tersebut di share secara gratis untuk khalayak ramai.
Salah satu cara :
1.Masuk ke jososoft.dk
2.Pilih situs orgennya ( jika kita masuk ke halaman utama, pilih yang kiri atas)
3.Pilih yang 'other keyboard brand'
4.Sampailah di macam macam merek orgen , sudah , pilih lah, down load.

Coba test, jika punya, style Technics KN 7000 for Yamaha, mainkan di Yamaha PSR 3000 atau S900, wuh, tendangannya 'gede' banget, 'kenceng' !, Tapi jika style Yamaha for Roland dimainkan di Roland, biasa aja tapi enak juga rame, lengkap warna bunyinya. coba dulu deh.

Sabtu, 19 Januari 2008

Yamaha Keyboard / Orgen ( Tahun 2008)

PSR S 900 ( tahun 2008)
Terbaru dari Yamaha tahun 2008, Di kelasnya orgen ini adalah satu satunya orgen yang bisa langsung dipakai merekam musik dan suara kita dan langsung di save ke USB dengan jenis file .wav .Kita tinggal pencet tombol Audition - record- nyanyi diiringi alat ini kemudian selesai dan ia akan langsung nge-save lalu play lagi, maka terdengarlah suara emas kita dengan jernih. Lalu bawa ke laptop kemudian burn ke CD atau masukkan ke Han phone and play, Waow! artis baru telah muncul. Jadi s 900 jauh lebih mantep dari PSR 3000 Yamaha.



PSR 3000
Orang biasa juga menyebut PSR 3k. Paling banyak dipakai player yamaha di panggung. Kata orang cocok banget untuk lagu lagu pop karena dangdut kurang nendang. Khas Yamaha adalah tuts nya enteng fiturnya mudah dan karena banyak yang pakai maka lebih mudah cari style.Saya pernah lihat Cristine panjaitan diiringi dengan P3k, mantep pop banget.
PSR 1500 , Body mirip tapi tidak color layarnya, tendangannya lebih enteng dari 3000.

PSR 2100 Yamaha. Masih banyak yang pakai di panggung, coba perhatikan panggung Campur sari orgen plus, banyak yang memakai ini meskipun dipadukan dengan gendang, suaranya , ya mak nus juga kayak campur sari live. Generasi sebelum 3000, masih pakai disket.

HOME